Petani Kecamatan Moyo Utara Terancam Gagal Tanam

Petani Kecamatan Moyo Utara Terancam Gagal Tanam

Sumbawa Besar, SR – Krisis air yang melanda sebagian masyarakat di Kabupaten Sumbawa, memunculkan kerisauan bagi petani yang saat ini terancam gagal tanam di musim penghujan tahun ini (2020).
Hal ini di sampaikan oleh salah seorang pengurus Kelompok Tani Pulit Membanun 5 di sela – sela kegiatan SholatIstisqo dan do’a bersama yang berlokasi di salah satu kebun warga di Palempat Goal, Desa Pungkit kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa, Sabtu (25/01).
Acara yang dipimpin langsung Imam Masjid Nurul Huda yaitu H. A Wahab dan khotibnya Burhanuddin . Acara berlangsung dengan penuh khidmat, dalam kesempatan itu, M Yasin Gafar selaku yang menginisiasi kegiatan menyebutkan bahwa, kegiatan ini terselenggara atas keinginan bersama warga Desa Pungkit kecamatn Moyo Utara.
Lebih lanjut M Yasin menjelaskan bahwa seharusnya kami petani sudah bercocok tanam semenjak awal Januri 2020, namun mengingat kondisi cuaca kurang bersahabat dan lemahnya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir.

“Maka kami bersama warga masyarakat sepakat  melaksanakan kegiatan sholat istisqo dan mudah-mudahan dengan telah terlaksananya kegiatan ini, Allah SWT menganuggerahkan kami rizki berupa curah hujan, agar kami dapat segera menggarap sawah dan bisa bercocok tanam,” tuturnya.
Yasin sapaan akrabnya menyatakan kepada awak media SR, berharap pula kepada pemerintah di segala jenjang baik Pusat, Provinsi dan Daerah agar dapat kiranya memperhatikan persoalan dan kondisi petani saat ini, Kami mengharapkan aliran air Bendungan Batu Bulan (BBB ) saat ini adalah hal yang mustahil, mengingat kondisi dan situasi tampungan air  bendungan sudah hampir terancam kering dan sudah tidak mampu mengalirkan aliran air ke wilayah Hilir Kabupaten Sumbawa ( Moyo Utara ).
“Harapan kami ke depan, pemerintah se kiranya benar – benar dapat memperhatikan kami selaku petani sehingga kedepan kami dapat memperoleh hasil dari  olahan lahan yang maksimal, Harapan ini tentu dengan Memberi kami solusi guna untuk mengantisipasi lemahnya curah hujan melalui bantuan  progran-program seperti sumur bor atau sumur dangkal,” tandasnya.
Di tempat terpisah Drs. Mansyur yang juga sebagai kandidat calon Kepala Desa Pungkit kecamatan Moyo Utara, yang berkepentingan hadir pada acara  tersebut bahwa kondisi krisis air seperti ini kami sangat berharap kepada pemerintah agar benar – benar dapat memperhatikan petani di Kabupaten Sumbawa pada umumnya dan Desa Pungkit Kecamatan Moyo Utara pada khususnya.

“Semoga ada solusi dari pemerintah juga terkait kondisi masyarakat yang membutuhkan,” pintanya. (mt/bgs)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or