Wadah FJLT Wujud Persatuan Wartawan Lombok Timur

Wadah FJLT Wujud Persatuan Wartawan Lombok Timur

Lombok Timur SR – Setelah melalui perdebatan panjang dan alaot, ala sidang dewan, akhirnya Forum Jurnalis Lombok Timur ( FJLT ) terbentuk dengan aturan main menggunakan Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO), dalam cara Musyawarah Besar (Mubes) Jurnalis Lombok Timur, di Lesehan Arbi Rempung, Kecamatan Pringggasela, Sabtu (25/01). Disamping sepakat terbentuknya FJLT, juga dilangsungkan pemilihan presedium FJLT secara aklamasi oleh forum yang sepakat memilih Rusliadi  untuk memimpin  FJLT dalam kurun waktu 2 tahun kedepan.

Dengan mengambil tema “Merajut Kebersamaan” pada kesempatan tersebut juga, telah dibahas Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO), sebagai aturan dasar dalam organisasi.

Dalam keterangan persnya, Rusliadi mengatakan bahwa FJLT merupakan upaya untuk mewujudkan persatuan seluruh wartawan di Lombok Timur dalam satu wadah. Tentunya tanpa bersinggungan dengan organisasi kewartawanan yang merupakan wadah resmi tempatnya bernaung.

“Forum ini bertujuan untuk mempersatukan wartawan yang bertugas di Lombok Timur yang selama ini terkesan terkotak-kotak,” ucap Rusli saat memimpin sidang.

Ia juga menambahkan, meskipun wartawan yang tergabung dalam FJLT banyak yang telah tergabung dalam organisasi pers, namun hal itu menjadi nilai tambah untuk memperkuat keberadaan FJLT.

“Meskipun identitas keorganisasian itu tetap melekat, tapi kami yakin itu justru positif. Karena ini wadah komunikasi kita antar jurnalis di Lotim,” tambahnya.

Melalui FJLT, wartawan yang bertugas di Lombok Timur akan mudah terakomodir karena akan ada upaya menginventarisir nama-nama wartawan, yang meliput di wilayah Kabupaten Lombok Timur.

“Hingga saat ini, anggota kita yang terdata ada 49 orang, kemungkinan ini akan terus bertambah. Mengingat perkembangan media sekarang ini, terutama media online yang begitu pesat,” jelas Rusli. Selain itu, keberadaan FJLT juga diharapakan dapat meningkatkan kapasitas wartawan sebagai pilar keempat dalam demokrasi. Sehingga wartawan Lombok Timur dapat bekerja berdasarkan kode etik jurnalistik dan Undang-undang Pers Nomer 40 Tahun 1999.

Selain itu, tujuan FJLT juga untuk tidak memberikan ruang bagi wartawan yang bertugas di Lombok Timur yang bertindak diluar UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Adapun kepengurusan FJLT, Ketua Rusliadi (Perwakilan Media Cetak), Sekretaris, Lalu Dedy (Perwakilan Media Online) dan Bendahara, Rahman Firdaus (Perwakilan Media Elektronik). Selain pengurus harian, Mubes juga memilih Dewan Penasehat FJLT yang dipimpin LM Kamil AB dan beberapa anggota.

Selanjutnya, pengurus FJLT akan menggelar pertemuan bersama Dewan Penasehat untuk merumuskan berbagai rancangan program kerja FJLT kedepannya.

Usai terpilih Rusliadi, mengungkapkan bahwa harapan kita untuk niat awal dalam kebersamaan dalam satu profesi harus tetap terjaga dan digaungkan.

“Harapan kita baik-baik saja. Tidak penting banyak retorika, tapi implementasi di lapangan yang kita harapkan,” pungkasnya. (vin)

Share this post