Kepala Desa Duman Menolak  Pisah dari Lobar

Kepala Desa Duman Menolak  Pisah dari Lobar

Lombok Barat SR -Menanggapi terkait isu beberapa kepala desa yang ingin keluar dari Kabupaten Lombok Barat yang sedang viral di Media Sosial (Medsos) beberapa hari terakhir ini, mendapat tanggapan dari salah seorang kepala desa. Adalah Kepala Desa Duman Kacamatan Lingsar Suhardi, SH, menyatakan dengan tegas menolak untuk pisah dari Kabupaten Lombok Barat.

“Saya Kepala Desa Duman dengan tegas menyatakan diri menolak pisah dari Kabupaten Lombok Barat, karena Pemkab Lombok Barat sendiri juga belum terlalu maksimal melaksanakan pembangunan di Lombok Barat secara umum, khususnya di Desa Duman,” tegasnya, saat diwawancarai di  kediamannya Sabtu (18/01).

Kades yang akrap disapa Hardi ini juga menyayangkan beberapa oknum kepala desa yang tidak bertanggung jawab yang menyatakan dirinya untuk pisah dari Kabupaten Lobar. Beberapa oknum yang mau pisah tersebut seolah-olah tidak pernah berfikir terhadap situasi dan kondisi yang berdampak terhadap keadaan yang justru akan menghambat kemajuan di daerah itu sendiri.

“Bukan kita terus keluar dari Lobar, lalu kemudian kita akan sejahtera? Tidak kan! Justru itu yang akan menjadi beban berat buat kita semua, baik di Pemerintah Daerah, Provinsi maupun di Pusat. Belum tentu juga akan diizinkan pisah. Justru kalau kita keluar itu misalnya, akan mempersulit keadaan kita di semua sektor. Pembangunan infrastruktur kita mandek sehingga akan mengahambat lajunya perekonomian masyarakat kita secara umum di Kabupaten yang berselogan ‘Patut Patuh Patju ini,” terangnya.

Selain itu, Kades yang dikenal ramah oleh masyarakatnya juga mengajak kepada semua rekan sesama kepala desanya se Kabupaten Lombok Barat untuk tidak cepat termakan oleh isu-isu yang membuat sesama kepala desa bercerai-berai. Ia juga mengajak sesamanya yang sudah diberikan amanah oleh masyarakat di masing-masing wilayahnya untuk kembali kepada Nawaetunya (niatnya) ketika ingin mengabdikan diri untuk masyarakat di desa yang dipimpinnya.

“Dan kalau kita fokus mempersoalkan pemekaran kabupaten seolah-olah kita keluar dari niat kita ketika memutuskan diri untuk maju mencalonkan atau di calonkan sebagai kepala desa yang tentunya ketika kita terpilih harus kembali kepada niat awal kita yang tidak terlepas dari bagaimana kita membuat inovasi-inovasi baru yang dapat mengembangkan potensi yang ada di desa kita masing-masing untuk dikelola dengan baik sehingga dapat menumbuh kembangkan perekonomian masyarakat kita itu sendiri,” pesannya

Suhardi, yang dipercaya masyarakatnya untuk menyampaikan khutbah Jum’at di Masjid ini mengaku, bahwa saat ini bukan saatnya untuk kita berbicara pisah, tapi bagaimana kita berbicara untuk sama-sama membangun desa yang kita pimpin.

“Mohon maaf sebelumnya, di wilayah saya saja di Desa Duman masih banyak persoalan-persoalan yang harus saya selesaikan, dan memang mau tidak mau saya sebagai kepala desa yang dipercaya oleh masyarakat saya di sini harus saya tuntaskan satu-persatu,”uajranya.

Kami mengajak kita semua kepala desa untuk sama-sama tetap saling membangun koordinasi, tukar pikir untuk membangun Desa. Karena kita juga sudah berjanji di bawah kitab suci untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat kita.

“Khususnya saya di Desa Duman yang saya pimpin. Kalau mekarkan susah juga, kecamatan aja belum bisa mekar ini, meraka sudah ancang-ancang mau memisahkan dirinya dari pemerintah kabupaten Lombok Barat. Bisa-bisa nanti Kacau!” tutupnya. (LUN)

Share this post