H. Ahmad Supli : Jumlah Perawat Menumpuk di RSUD Jadi Persoalan

H. Ahmad Supli : Jumlah Perawat Menumpuk di RSUD Jadi Persoalan
Lombok Tengah SR – Saat ini di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Kabupaten Lombok Tengah (Kab. Loteng), jumlah tenaga keperawatan kesehatannya cukup banyak dan terkesan menumpuk. Sehingga hal ini menjadikan persoalan baru ditempat pelayanan kesehatan tersebut.
Demikian disampaikan Politisi Partai PKS sekaligus Ketua Komisi IV,  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Loteng, H. Ahmad Supli, SH, ditempat kerjanya. Senin (13/01).
Adapun jumlah tenaga perawat kesehatan di RSUD Praya, Kab. Loteng sampai dengan saat ini diketahui berjumlah 800 orang. “Jumlahnya cukup banyak, mencapai 800 orang dan jumlahnya yang cukup banyak itulah yang kini menjadi persoalan”, ungkapnya.
Lebih jauh diterangkan, dari jumlah keseluruhan perawat kesehatan yang tersedia di RSUD Praya secara keseluruhan tadi semuanya masih berstatus honorer. Kondisi ini tentunya berdampak terhadap anggaran daerah.
Dimana setiap bulannya mereka mendapatkan gaji honor sebesar Rp. 500 Ribu. “Hal inilah yang membuat tersedotnya banyak anggaran di RSUD Praya”, terangnya.
Disamping itu, jumlah perawat yang cukup banyak tersebut, selama ini ternyata masih belum bisa maksimal membantu pelayanan kesehatan di RSUD Praya. Disebabkan, masih banyaknya keluhan diterima pihaknya dari beberapa pasien yang pernah datang berobat disana (RSUD Praya, Red), yang tidak dengan cepat dan sigap mendapat bantuan penanganan kesehatan dari sejumlah perawat.
Jumlah tenaga perawat yang cukup banyak tersedia di RSUD Praya nantinya guna mensiasati agar tidak lagi berimbas terhadap tersedotnya banyak anggaran, maka diharapkan kedepan dapat dibagi sebagiannya ke beberapa tempat pelayanan kesehatan lainnya. “Diantaranya seperti ke sejumlah Puskesmas dan Insha Alloh juga akan kita usulkan mereka sebagiannya disalurkan untuk ditempatkan ke Rumah Sakit Internasional yang nantinya akan di bangun pemerintah di wilayah Sengkol, Kecamatan Pujut”, jelasnya.
Ditambahkan pihaknya, saat ini telah dipersiapkan anggaran sebesar Rp. 12 Miliar untuk kebutuhan biaya rehab gedung bagian depan RSUD Praya. Tentunya dengan adanya pembangunan yang memakan biaya tidak sedikit ini kembali diharapkan nantinya pelayanan kesehatan akan bisa menjadi lebih baik dan maksimal lagi kedepannya.
Terlebih kebutuhan akan ketersediaan obat – obatan serta kelengkapan peralatan kesehatan saat ini telah dicukupi pemerintah daerah (pemda). “Sehingga nanti kalau ada masih keluhan yang ditemukan, maka itu wajib untuk dipertanyakan. Kelengkapan obat sudah kita cukupi, peralatan kesehatan pun sudah kita cukupi, jadi tidak ada penyebab keluhan itu akan terjadi”, tegasnya.
Terakhir kembali dituturkan, kemungkinan persoalan yang masih terjadi saat ini di RSUD Praya adalah terkait dengan kedisiplinan  petugas atau aparatur kesehatan yang ada. Dikarenakan jumlah perawat yang banyak tadi ternyata tidak berimbas baik, justru menjadi keluhan beberapa  pasien dimana para perawat yang hanya terkesan menumpuk dibeberapa titik ruangan yang ada di RSUD Praya. (ang)
Advertisements

Share this post

Post Comment

Or