Target Pemkab Loteng Soal Gaji  Kadus 2021, Kalahkan Gaji PNS

Target Pemkab Loteng Soal Gaji  Kadus 2021, Kalahkan Gaji PNS

Lombok Tengah SR- Program Pemerintah Lombok Tengah (Loteng) semakin menggila. Pasalnya, tahun 2021 Pemkab Loteng menargetkan gaji Kepala Dusun (Kadus), cukup besar dan waow. Pasalnya, gaji kadus tersebut mengalahkan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni Rp 5 juta perbulannya.

“Saat ini pemkab Loteng, sedang menjadi idola pemerintah pusat hingga internasional, dan ini tidak menutup kemungkinan, berimbas pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat,” kata Bupati Loteng HM. Suhaili FT SH MM, Kamis (09/01).

Misalnya saja pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Desa Kuta Kecamatan Pujut Loteng, yang saat ini pembangunannya sedang di kebut dan bahkan beberapa hotel berbintang juga sudah ada yang berdiri megah.

Gencarnya pembangunan KEK tersebut, ditargetkan tahun 2021, semua sudah selesai dikerjakan dan diresmikan. “Jika di Bali, PAD dari pariwisata saja tembus Rp 300 miliar perbulannya, dan jika KEK Mandalika sudah beroperasi, kami targetkan PAD dari pariwisata saja tembus sampai Rp 1250 miliar,” ungkapnya.

Besarnya PAD yang didapatkan dari pariwisata saja, sehingga tidak ada kekhawatiran gaji Kadus tahun 2021 dinaikkan sampai Rp 5 juta perbulan dan beberapa pembangunan di Loteng akan tuntas, termasuk tingkat kesejahteraan bagi masyarakat Loteng, juga akan terjamin.

Dan itu juga akan berimbas pada, indeks kemiskinan di Loteng turun. “Jika KEK Mandalika sudah jadi, semua kita akan naikkan, termasuk gaji Kadus,” ujarnya.

Menyambut beroperasinya KEK Mandalika, tentunya harus dimulai dari sekarang, dan program abser adalah salah satu langkah menyambut kemajuan terbesar di Loteng.
“Abser artinya aman bersih sehat dan religius,” kata ketua DPD I Golkar.

Dijelaskan, aman, keamanan suatu daerah menjadi pijakan paling utama bagi para wisatawan, investor dan itu juga idaman semua orang. Oleh karena itu, kepala desa harus mengintruksikan kepada jajarannya untuk menghidupkan ronda malam, terutama Kadus.

Bersih, kepala desa harus memprogram setiap pagi Jum’at, minimal dari jam 7 sampai jam 8, program bersih lingkungan setempat.

Selanjutnya kesehatan, jika Kebersihan sudah terjamin, maka dengan sendirinya kesehatan akan datang dengan sendirinya.

“Sudah jelas dalam agama dikatakan, bersih itu menyehatkan dan pemikiran yang sehat ada pada tubuh yang sehat, makanya saya minta kepada semua kepala desa bergerak, untuk memprogram satu jam untuk membersihkan lingkungan,” serunya.

Dan yang terakhir adalah religius, mengingat kemajuan didepan mata, maka tentunya ini juga akan berimbas terhadap banyaknya budaya asing akan masuk. Oleh sebab itu, pihaknya menyarankan kepada tokoh agama tokoh masyarakat untuk membantu pemerintah, terutama dalam mencerdaskan anak bangsa, terutama dalam hal agama.

Bekali mereka para generasi penerus dengan pendidikan agama, dan hingga pada akhirnya nanti, itu akan menjadi bekal mereka dalam mengarungi hidup yang penuh dengan tantangan, terutama diakhir zaman ini. (ap)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or