Diduga Dikeroyok Sampai Babak Belur, Syukron Lapor Polisi

Diduga Dikeroyok Sampai Babak Belur, Syukron Lapor Polisi

 

Lombok Tengah SR- Dalam kondisi memar, pelapor Syukron Yatami bersama keluarga datang melaporkan kejadian yang terjadi pada dirinya di kantor mapolsek Praya Timur Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), Selasa (07/01).

Adapun kronologis kejadiannya, pada hari Sabtu (04/01) lalu, sekitar jam 3 siang, telah terjadi tindak pidana pengroyokan atau penganiayaan terhadap korban. Dimana saat korban bersama temannya bernama Rame, sedang nongkrong di Bendungan Pare dusun pare desa semoyang kecamatan Praya timur Loteng.

Setibanya korban di Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban memarkir sepeda motornya dan duduk di berugak, yang ada di sekitar Bendungan Pare.

Sementara itu, terduga pelaku memanggil Rame dengan sebutan “eee ceking sudah kemana”, korbanpun menyahut “kenapa kamu dipanggil kayak gitu, emang kamu Ndak berani melawan, kan kamu besar sekali, tapi temannya berkata biarkan saja.

Selang beberapa menit, datang temannya terduga pelaku Supardi, dan korban tidak mengenal dan langsung memberikan bugem kepada korban hingga terjatuh, korban sempat bangkit mau melawan, namun teman teman korban datang menghampiri dan langsung melakukan pengeroyokan.

Sehingga korban mengalami luka memar di bagian kepala belakang kiri, luka robek di dekat telinga bagian atas kiri, luka lecet dibelakang telinga kiri, luka memar di lengan tangan kanan dan lutut.

Terhadap hal itu Kapolsek Praya Timur Loteng IPTU Masrun saat dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan. “Saya belum menerima laporan, untuk lebih jelasnya silahkan saja langsung ke Kanit Reskrim dik, sebab saya sedang layatan,” katanya via ponsel

Sementara itu anggota reskrim Polsek Praya Timur Bripka Lalu Deni Ramdhani mengakui telah menerima laporan dengan nomor 03 /1/ 2020/NTB/RES Loteng/ Sek Pratim.

Selanjutnya, pihak kepolisian akan mengumpulkan semua saksi saksi, setelah itu akan memanggil sejumlah terduga tersangka yang sudah disebutkan pelapor.

“Jika dilihat dari kasus yang dilaporkan pelapor, pelaku telah melanggar Pasal 170 dan 51 KUHP tentang pengeroyokan dan penganiyaan,” katanya.

Sementara itu, kepala Desa Semoyang Zulkarnaen MPd, melalui pesan WhatsAppnya mengakui kalau di Bendungan Pare Desa Semoyang, sempat terjadi pengeroyokan.

“Informasi yang saya dengar, memang benar pernah terjadi perkelahian, tapi saya tidak tahu siapa itu,” katanya singkat.

Sementara itu Gozali keluarga korban berharap agar pihak penyidik segera merespon laporannya dan di proses secara hukum yang berlaku. “Saya berharap penyidik Polsek Praya Timur segera merespon laporannya, biar ada epek jera kepada para pelaku,” katanya. (ap)

Share this post