Lamban Tangani Kasus, Advokat NTB Bersatu akan Pra Peradilan Polsek Senggigi

Lamban Tangani Kasus, Advokat NTB Bersatu akan Pra Peradilan Polsek Senggigi

 

Mataram SR – Lambannya penanganan kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan oleh pelapor Gabriel Gahing Tokan SH.MH di Polsek Senggigi, Lombok Barat NTB, puluhan Advokat yang menjadi kuasa hukum Gabriel yang tergabung dalam Advokat NTB bersatu angkat bicara.
“Kasus tersebut telah dilaporkan oleh klien kami di Polsek Senggigi dalam Laporan Polisi Nomor: LP/64/XI/2019/NTB/Res.Lobar/Sek.Senggigi tanggal 22 November 2019,,”ucap salah satu kuasa hukum Gabriel, Dr Umaiyah.SH.MH, Senin (6/1/2020).
Menurutnya, akan tetapi Polsek Senggigi tidak ada menunjukkan tindak lanjut terhadap terlapor berinisial AS, padahal bukti-bukti yang diajukan dirasa sudah tercukupi.
“Sehingga kami yang tergabung dalam Advokat NTB Bersatu merasa adanya ketidakadilan dan ketidakseimbangan Polri dalam menangani kasus ini dan cenderung seperti mengkriminalisasi rekan seprofesi dan klien kami saudara Gabriel Gahing Tokan,” tandasnya.
Hal senada juga disampaikan M.Ihwan.SH, bahwa pihaknya meminta agar pihak kepolisian dalam penanangan proses hukum terhadap kliennya bisa berlaku imbang, adil.
Bahkan pihak kuasa hukum Gabriel juga telah menerimah SP2HP tanggal 5 Desember 2019 dari Polsek Senggigi, namun dinilai ada hal-hal yang belum dipenuhi dan itu dianggap pihak kepolisian yang memenuhinya.
“Alasannya terlapor tidak bisa dihadirkan, mereka harus yang berupaya untuk menghadirkan terlapor,” terang Ihwan yang juga didampingi Lalu Muh Salahuddin.SH.MH dan Lalu Azhabuddin Tarmizi.SH.
Namun, lanjutnya, jika nantinya dalam kasus tersebut dianggap tidak ada perkembangan dengan penetapan tersangka maka kami akan ditempuh jalur hukum.
“Langkah kami sudah bersurat ke Kapolda dan sudah ditanggapi lewat Dirreskrimum serta juga sudah bersurat ke Polsek Senggigi,” ungkapnya.
Selain itu, menurut pendapat kami, akan melakukan upaya praperadilan untuk Polsek Senggigi dan saat ini sedang siapkan dalam waktu dekat.
Adapun kronologisnya, laporan tersebut dibuat berawal pada 19 November 2019 lalu dengan TKP Perumahan Grend Villa Senggigi Lombok Barat.
Saat itu, Pelapor yang sedang berada di rumah didatangi oleh empat orang termasuk terlapor AS, kemudian terjadi dugaan penganiayaan namun atas laporan yang dilayangkan oleh terlapor AS di Polres Lombok Barat, Gabriel ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 351 KUHP.
Sedangkan AS yang menjadi terlapor atas laporan Gabriel diduga telah melakukan pengroyokan berdasarkan pasal 170 KUHP namun masih dalam tahap penyelidikan. (Lun)

Share this post