Ziadi: Penuhi Syarat dan Rukun Jadi Kota Madya, Baru Kita Bahas Pemekaran

 

Lombok Tengah SR- Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Lombok Tengah (Loteng), Ahmad Ziadi mengatakan, sejatinya pihaknya sangat mendukung Loteng dimekarkan menjadi dua, yakni Kabupaten Loteng dan Kota Madya Praya.
Namun, yang harus di ingatkan, ada beberapa persyaratan atau rukun Fardu yang harus dipenuhi, baru bisa menjadi kota madya.

“Saya rasa semua masyarakat Loteng secara umum, menyambut baik upaya dilakukannya pemekaran Loteng menjadi dua, yakni Kabupaten Loteng dan kota madya Praya. Namun kita juga tidak boleh lalai, ada beberapa persyaratan atau rukun Fardu yang harus dipenuhi, jika mau menjadi kota Madya Praya,” katanya, di Praya, Rabu (01/01/2020).

Beberapa persyaratan atau rukunnya diantaranya, jalan jalannya mencirikan aman, nyaman indah, memiliki ruang terbuka hijau atau taman yang asri, memiliki tempat perbelanjaan mewah, seperti mall, Episentrum mall dan beberapa persyaratan lainnya. Selanjutnya, dari beberapa persyaratan tersebut, Loteng untuk menjadi kota madya Praya masih jauh.

“Contoh nyata yang paling sering kita kunjungi, seperti pusat perbelanjaan. Selama ini kita sering ke Mataram untuk belanja, contohnya mall, Episentrum mall, sedangkan kita di Loteng belum memiliki tempat perbelanjaan mewah. Kami menilai untuk menjadi Kota Madya masih jauh,” ungkapnya.

Oleh karenanya itu, baiknya para penggagas ataupun pemkab Loteng, lebih terfokus pada memenuhi beberapa persyaratan, sebab baginya itu lebih penting.

Sehingga pada akhirnya nanti apa yang diharapkan tercapai dan tidak dikatakan omdo alias omong doang. “Kalau saya, baiknya pemkab ataupun para penggagas, terfokus pada persyaratan, sehingga nantinya kita tidak dikatakan omong kosong atau omdo,” ujarnya.

Selanjutnya terkait Pilkada, seandainya nanti pihaknya diberikan amanah memimpin Loteng, semua apa yang digagas oleh para penggagas, semuanya insyaallah akan jadi kenyataan.

Sebab semuanya sudah dipikirkan, termasuk syarat rukun pardu menjadi kota Madya dan itu semua sudah ingklut dalam jargonnya yakni Menah Daye Tandur Lauk Menah Kota.

Terpisah anggota DPRD Loteng dari partai Gerindra H. Muhdan Rum mengaku, sudah waktunya kota Praya menjadi kota madya Praya. Beberapa kemajuan yang telah di persembahkan, mulai dari jalan hingga pembangunan, semuanya sudah ada.

Dan malah untuk pendidikan berupa perguruan tinggi milik negara, juga terbangun di Loteng seperti Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN), poltekpar dan masih banyak lagi kelebihan yang dimiliki Loteng.

Dari beberapa kelebihan tersebut, sehingga pihaknya mendukung penuh Loteng ini dimekarkan menjadi dua, yakni kabupaten Loteng dan kota madya Praya.

Sebagai anggota dewan lanjutnya, pihaknya akan menggalang dukungan agar kota madya Praya secepatnya diresmikan. “Pada intinya kami punya cara tersendiri dalam melakukan penggalangan dukungan, dan insyaallah kota Madya Praya pasti terbentuk,” yakinnya. (ap)

Share this post