Pemda KSB Tandatangani MoU Kerja sama Dengan Rektor Universitas Udayana

Pemda KSB Tandatangani MoU Kerja sama Dengan Rektor Universitas Udayana

Sumbawa Barat,SR — Pemerintah Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat menilai kemajuan layanan kesehatan tidak hanya berkuat kepada ketersediaan sarana dan sumber daya medis saja, namun ditingkatkan kepada sektor strategis dalam mendulang pendapatan daerah.

Fokus kearah pengembangan tersebut, management Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa’ melalui pemerintah daerah memperlihatkan upaya terencana agar dokter ahli bisa memperkuat formasi ketersediaan spesialis khusus di Asy-Syifa’.

“Pemerintah Sumbawa Barat baru baru ini menadatangani MoU kerjasama dengan jajaran rektorat Universitas Udayana, Denpasar, Bali untuk peningkatan sumber daya tenaga medis di RSUD Asy -Syiffa. MoU itu meliputi penandatanganan perpanjangan kontrak empat residen dokter spesialis. Diantaranya, spesialis Bedah, spesialis Dalam, spesialis kebidanan atau Obsgin dan spesialis mata,” kata, Direktur RSUD Asy Syiffa, dr. Carlof, kepada wartawan, Senin (26/3) lalu.

Penandatanganan itu sendiri dilaksanakan secara simbolis antara Bupati Sumbawa Barat yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbawa Barat, Abdul Azis, SH  dengan Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. Raka Sudewi, di ruang pertemuan rektorat universitas setempat, Jalan Kampus Jimbaran, Badung Bali, belum lama ini.

Universitas Udayana nampaknya melihat rekam jejak serta standar kinerja pelayanan medik RSUD Sumbawa Barat itu. Sebelumnya, RS Sangla telah bekerjasama dengan RSUD Asy Syiffa guna memenuhi penempatan tenaga medis khususnya dokter spesialis. Bahkan, fakultas kedokteran telah menempatkan perwakilan kantornya di RS Sangla guna memudahkan praktik para dokter spesialis jebolan Udayana.

“Perpanjangan residen dokter spesialis tadi sekaligus melengkapi formasi dokter spesialis di RS Asy Syiffa guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Keberadaan dokter ahli spesialis, dalam, bedah, kebidanan dan mata, menurut Carlof ditujukan guna semakin memperkuat layanan dokter spesialis paru paru yang baru bergabung sebelumnya. Keberadaan spesialis khusus, seperti mata misalnya, adalah penyakit yang tidak umum dan perlu tenaga ahli khusus. Padahal, mata adalah penyakit yang masuk dalam pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang sudah di gratiskan sesuai kebijakan Bupati Bupati Sumbawa Barat,Dr.Ir. H.W.Musyafirin.

“Disamping kita dekatkan pelayanan kepada masyarakat, kita juga targetkan pasar BPJS bisa diserap. Sesuai standar rumah sakit tipe C. Dimana tidak hanya melayani pengobatan tapi juga pemeriksaan mata, seperti lensa kacamata. Ini kita optimalkan lagi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Masyarakat dapat manfaat dan pemerintah juga terbantu,” demikian, Carlof. (lal/zm

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or