Soal Pelayanan PDAM Lotim Buruk, Gaspermindo NTB Angkat Bicara

Soal Pelayanan PDAM Lotim Buruk, Gaspermindo NTB Angkat Bicara

Lombok Timur SR – Melihat kisruh pelayanan PDAM Kabupaten Lombok Timur, yang tidak baik dan sempat didatangi pelanggannnya, Dewan Pengurus Daerah Gaspermindo Provinsi Nusa Tenggara Barat angkat bicara.
Ketua Gaspermindo NTB, Ada Suci Makbullah menyampaikan pelayanan PDAM Lotim ini kepada masyarakat tidak sesuai apa yang ia katakan dengan kerjanya pegawai PDAM Lombok Timur. Ia juga menegaskan jika pelanggan telat membayar rekning maka pihak PDAM Lotim akan mengenakan denda atau langsung memutuskan aliran air macet pihak PDAM tidak pernah memberi ganti rugi kepada pelanggannya, apalagi sekarang- sekarang ini air PDAM sulit keluar malah yang keluar hanya angin saja,” katanya melalui siaran realese yang diterima media ini, Kamis (26/12).
Lanjutnya, mengacu pada UU No. 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, maka pelanggang konsumen bisa menggugat secara class action kalau pelayanan konsumen tidak baik.

“Apalagi saat ini air PDAM tidak mengalir ke rumah konsumen berminggu-minggu bahkan sampai berbulan-bulan, ini sangat merugikan para konsumen,” katanya.
Ia juga mengatakan ketika konsumen melakukan kesepakatan dengan PDAM wajib menyediakan air bersih dengan pelayanan yang prima dan baik, sedangkan konsumen diwajibkan untuk membayar iuran sesuai dengan ketetapan bahkan jika pelanggan telat membayar, petugas PDAM langsung memblokir water meter.
Kami mendapatkan informasi, kondisi ini terjadi akibat Mata Air Ambung yang ada di Rempung sudah lama diputus oleh Amaq As sang pemilik mata air itu yang saat ini masih bersengketa status kepemilikan dengan Pemda Lotim, termasuk yang kami dengar Pemilik Lahan menuntut kompensasi ganti rugi hingga 10 Milyar kepada Bupati Lotim, karna hampir 30 tahun pemakaian oleh PDAM dengan menghitung debit air yang keluar selama itu.Mata air yang ada di Ambung itu mengaliri 5 atau 4 Kecamatan, termasuk Kec. Selong, Sukamulia, Labuan Haji dan Suralaga. Saat ini Pemda Lotim sedang mencari sumber mata air sebagai penggantinya, namun hingga kini belum mendapatkannya.
Kami dari Gaspermindo NTB mendukung penuh langkah sikap pelanggan untuk menuntut haknya baik menyampaikan pendapat dimuka umum atau menempuh jalur hukum, karena akibat ketidakbecusan managemen PDAM yang tidak profesional mulai dari jajaran direksi maupun dewan pengawasnya.

“Padahal gajinya sangat besar sekali, tidak sebanding dengan kinerja dan pelayanannya kepada konsumen, sehingga muncul cibiran dari kalangan kaum gerakan yang bilang PDAM bukan mendatangkan PAD ke daerah malahan membebankan APBD,”pungkasnya. (LN)

Share this post