Suhaili : Perdi Belum Tentu dapat Rekom dari Golkar

Suhaili : Perdi Belum Tentu dapat Rekom dari Golkar

Lombok Tengah SR- Pernyataan cukup mengejutkan, keluar dari Ketua DPD I Partai Golongan Karya (Golkar) NTB, H. Moh Suahili. Dihadapan sejumlah wartawan media cetak dan elektronik, Ketua DPD I Golkar sekaligus Bupati Lombok Tengah (Loteng), mengaku kendati putranya maju sebagai bakal calon wakil Bupati Loteng 2020 – 2024 melalui partai Golkar. Pihaknya tidak menjamin, anaknya (Ferdi Red), bakal mendapatkan rekom dari Golkar.
“Persoalan anak tetap anak, namun ini masalah politik dan ada mekanisme partai yang tidak bisa di tinggalkan. Artinya keputusan itu tergantung hasil surve, jika nanti Ferdi tidak masuk dalam survei tersebut, jelas dia tidak bisa mendapatkan rekom dari Golkar, dan sebaliknya,” katanya Kamis (19/12).
Dikatakan, di dalam tubuh partai Golkar sendiri, ada mekanisme yang harus dilalui, termasuk survei, dari hasil survei yang di lakukan oleh internal kepartaian, ini tentunya menjadi dasar siapa yang berhak mendapatkan rekom dari Golkar.
“Saya rasa untuk survei balon, semua partai pastinya memiliki cara yang sama, mana balon yang memiliki elektabilitas tinggi, tentunya dialah yang bakal mendapatkan rekom, termasuk pada partai Golkar sendiri,” paparnya.
Ditanya masalah ada tiga balon yang berasal dari Bodak yang maju lewat satu partai yakni Golkar. Orang nomor satu di Loteng ini mengaku seperti yang ia katakan sebelumnya, mereka semua punya hak dan bebas berkompetisi, baik itu adiknya yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD tingkat I, menantunya yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar dan anaknya sendiri.
Dari ketiga tiganya ini, jelas mereka sudah memiliki pemikiran matang, sehingga mereka maju. Terkecuali dari ketiganya ada yang sudah melanggar hukum dan tidak diperbolehkan dalam berpolitik, baru pihaknya akan mengeluarkan larangan. Namun ini, mereka punya hak dan dukungan sendiri, sehingga mereka sama sama ikut mendaftar sebagai balon.
“Hak berdemokrasi itu hak individu. Jadi saya tidak punya hak melarang keluarganya untuk ikut berkompetisi, kendati jumlahnya lebih dari satu orang dan maju di satu partai,” pungkasnya. (ap)

Share this post