SUARA LOTENG 

Kecewa Kinerja Kades, Masyarakat Semaya Gelar Unjuk Rasa

 

Lombok Timur SR – Ketidakpuasan dengan pelayanan dan kinerja Kades beserta jajaran perangkat desa, masyarakat Desa Semaya gelar unjuk rasa didepan kantor Desa Semaya kecamatan Sikur, Senin (16/12).
“Masyarakat sudah tidak percaya lagi kepada Kepala Desa Semaya, Masriadi beserta jajarannya. Warga menuntut kades untuk mundur dari jabatannya, termasuk Kepala Dusun Semaya Barat dan Timur harus diganti,” ungkap Koordinator Aksi Ibrahim.
Ibrahim juga menyampaikan dalam orasinya bahwa dalam kepemimpinan kepala kesa sudah banyak masyarakat kecewa, dan tidak puas dengan kepemimpinan kades tersebut.
Sedangkan orator aksi lainya, Rahim menyampaikan kami menuntut dan mendesak kades agar turun dari jabatannya dan kami minta untuk segera menggantikan Kadus Semaya Barat dan Timur, kemudiam berhentikan BPD yang dinilai tidak memihak kepada masyarakat namun lebih peduli terhadap keluarganya. Seperti realisasi sertifikat tanah dari program pemerintah yakni Pendaftaran Tanah Siatematis Lengkap (PTSL) tahun 2019 serta mengembalikan uang masyarakat untuk pembuatan sertifikat pada tahun 2018.
“Menuntut realisasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dinilai oleh masyarakat tidak secara merata. Kemudian masalah transparansi dalam menjalankan program Desa Semaya juga kita pertanyakan,”bebernya.
Kades Semaya, Masriadi menemui para pengunjuk rasa dan menyampaikan bahwa untuk pemberhentian kadus tentunya ada mekanisme dan tata caranya.
Diantaranta ‎meninggal dunia, permintaan sendiri, Diberhentikan karena usia genap 60 tahu, terpidana, berhalangan tetap, melanggar larangan sebagai perangkat desa, Kemudian ‎diajukan secara tertulis, bisa usulkan ke camat dan akan kaji.
“Jadi tidak bisa main pecat sembarangnya ada tata caranya,” tegas Kades dihadapan massa.
Namun apa yang disampaikan Kades tersebut tidak didengarkan, bahkan mayarakat menuntut agar apa yang menjadi tuntutannya direalisasikan.
Sedangkan Camat Sikur, M. Saleh mengatakan sebenarnya tuntutan massa adalah pergantian kadus, akan tapi melebar ke penuntutan mundur kades.
“Silahkan saja menyampaikan aspirasi dengan santun sepanjang tidak menganggu pelayanan,” tegasnya.
Setelah puas menyampaikan aspirasinya, massa membubarkan diri dengan tertib dan berjanji akan melakukan aksi lebih besar lagi kalau apa yang menjadi tuntutan tidak direspon Kades. (LN)

Related posts