SUARA LOTENG 

Kaum Milenial Mencari Kriteria Pemimpin Masa Depan Loteng

 

Lombok Tengah SR – Bertempat di Dmax Hotel Praya Lombok Tengah (Loteng), Sabtu lalu, perkumpulan pemuda yang tergabung dalam kaum Milenial, mengundang seluruh Bakal Calon (Balon) Bupati ataupun wakil bupati Loteng.

Pantauan Suara Rinjani, dari sejumlah sumber yang telah diundang pihak panitia, terlihat semuanya hadir. Mereka rata rata, sudah mengikrarkan diri maju dalam pilkada Loteng 2020 mendatang.

Ketua panitia Dedet Zeltauzzalam, belum lama ini mengatakan, pihaknya bersama kaum Milenial Loteng, sengaja mengundang sejumlah balon, yang akan maju dalam pilkada Loteng 2020 mendatang.

Adapun tujuan mengundang mereka adalah, merujuk kepada ajaran agama, maju mundurnya sebuah bangsa besar, itu semua tergantung pada pemimpin. Jika pemimpinnya baik, maka suatu daerah juga akan baik dan sebaliknya, jika pemimpinnya jelek, maka tunggulah kehancuran itu datang.

Mengingat hal tersebut diatas, 2020 Loteng akan melaksanakan pemilihan kepala daerah, untuk mencari calon calon pemimpin yang berbakat dan cekatan, sehingga pihaknya bersama anggota kaum Milenial Loteng, membuka forum diskusi dengan mengambil tema Perspektif kepemimpinan dan pembangunan.

Dalam forum diskusi ini, diikuti oleh pemuda milenial di masing masing desa se Loteng, pemerhati pendidikan, kesehatan, PPNI, KNPI dan berbagai unsur lainnya.

Dikatakan, saat ini Loteng merupakan salah satu kabupaten yang memiliki mahnet yang luar biasa jika dibandingkan dengan daerah lain.
Banyaknya kelebihan tersebut, telah melahirkan pemikiran dikalangan Milenial, agar beberapa kelebihan yang di.iliki daerah, bisa dimanfaatkan dengan sebaik biaknya.

Hingga pada akhirnya nanti, pembangunan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Loteng secara menyeluruh.

Selain itu, tujuan diskusi ini adalah, menguji kepedulian pimpinan Loteng dalam bingkai pembangunan. “Dalam diskusi ini, tidak ada yang saling menjatuhkan, masing masing balon sudah diberikan materi, sesuai dengan kebutuhan Loteng kedepan,” katanya.

Dalam pemaparannya H. Masrun, SH mengatakan, capaian IPM Loteng sebesar 65.36 poin di tahun 2018. namun
Angka pengangguran di Loteng mengalami penurunan cukup signifikan pada tahun 2017. Dan angka pengangguran sebesar 2,90 persen, jauh di bawah angka tahun 2015 yang mencapai 5 persen.

Selanjutnya, jumlah pencari kerja terdaftar di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Loteng Tahun 2017 sebesar 13.421 pekerja. Dari 13.421 Pekerja yang terdaftar sebesar 76,75 persen diantaranya telah ditempatkan bekerja.

Sedangkan, tantangan yang akan di hadapi Ketenagakerjaan Loteng secara Internal adalah Bonus Demografi, Letak Geografis Desa-Kota, Kapasitas Skill dan Cultur Sosial.

Pihaknya selaku balon yang akan maju dalam pilkada Loteng, telah menyiapkan misi dan visi sesuai dengan kebutuhan Loteng kedepan. Dari bebetapa misi dan visi tersebut, pihaknya sangat Oftimis Loteng mendunia akan terwujud.

Dan pada akhirnya nanti, mampu mewujudkan sejahtera rakyatnya, agamais daerahnya, yang didalamnya tercermin Loteng yang adil, makmur, maju, unggul dan bermartabat.

Sementara itu, ketua karang taruna NTB Ahmad Ziadi mengatakan, sebagai seorang pimpinan semua harus dipikirkan sebab itu adalah tanggung jawab, semua pikiran dan tubuh harus bergerak.

Sebab figur pemimpin harus berbuat, yang terbaik buat daerahnya dan masyarakatnya, hingga menjadi daerah yang baldatun tayyibatul warobbulgafur.

Selain itu, sebagai seorang pemimpin harus punya tanggung jawab, baik kepada masyarakat dan tuhan. Sebab apapun yang dilakukan diatas dunia, tentunya nanti akan dimintai pertanggungjawabannya kelak.

Selanjutnya terkait kegiatan ini, pihaknya sangat bangga dengan ide kaum Milenial, di masa umur saat seperti ini, itu adalah umur paling sempurna. Artinya ketika umur sudah menganjak dewasa, arah pemikiran masa depan mulai nampak. Dan diskusi ini, salah satu langkah kongkrit dalam menentukan nasib daerah, menjadi lebih baik.

“Terimakasih saya ucapkan kepada para pemuda, yang telah memiliki kepedulian kepada tanah kelahiran. Sebab saya yakin, diskusi ini lahir, dengan hajatan mencari para calon pemimpin terbaik untuk daerah,” katanya.

Sementara itu Drs H. Ruslan Turmuzi mengatakan, saat ini pimpinan di Loteng sedang salah urus. Sebab angka kemiskinan di Loteng masih tinggi, yakni 13 persen. Sedangkan anggaran dari pemerintah pusat untuk Loteng saja, setahun itu Rp 2 T. Sedangkan kontribusi atau PAD Loteng hanya baru mencapai Rp 200 M.

“Semestinya, besarnya anggaran yang diberikan pusat, harus diperhatikan imbangi dengan keberhasilan. Namun ini masih jauh dari harapan sehingga saya katakan, saat ini pimpinan di Loteng salah urus,” katanya.

Jika Loteng ingin melihat PADnya setiap tahun terus bertambah dan indeks kemiskinan menurun, pemerintah harus mampu mengelola tiga hal. Diantaranya
Pariwisata, Pertanian dan Transportasi Udara.
Dijelaskan unyuk pariwisata, saat ini Loteng sedang menjadi buah bibir dan pusat pariwisata di ntb. Jika ini bisa dikembangkan, berapa PAD bisa dikumpulkan.

Selanjutnya Pertanian, Loteng sebagai salah satu kabupaten yang nota band masyarakatnya berpenghasilan dari pertanian. Namun sayang, sampai saat ini hasil kekayaan dari pertanian, belum mampu dikelola dengan baik.

Dan yang terakhir adalah transportasi udara. Adanya Bandara, jika managementnya baik, pihaknya yakin, dalam sehari saja uang yang masuk ke kas daerah yang berasal dari transportasi udara saja akan tembus Rp 1 miliar. Namun lagi lagi pihaknya mengatakan, pimpinan saat ini salah urus.

Terkait hal tersebut diatas, pihaknya berharap, sebagai putra daerah, pada tahun 2020 akan lahir, calon kepala daerah sesuai dengan keinginan bersama.

Sementara itu, Haji Bangun mengatakan sebagai Kades dua periode di kawasan lingkar KEK, bersentuhan langsung dengan masyarakat, itu sudah hal biasa. Sehingga pihaknya tahu, apa yang di inginkan Masyarakat.

“Sebagai seorang pemimpin, bukan hanya harus duduk manis di kantor, namun sesekali harus turun dan melihat secara langsung kondisi masyarakat,” katanya.

Salah satu contoh, bagaimana penolakan pembangunan KEK Mandalika, masyarakat dengan gigih melayangkan penolakan dan itu bukan sekali dua kali.
Sebagai pimpinan di tingkat pemerintahan paling bawah, kerasnya watak masyarakat yang melayangkan penolakan, namun bisa diselesaikan tanpa menimbulkan kekecewaan. “Jadi pemimpin harus berani turun langsung dan mendengar apa sebenarnya yang mereka inginkan. Jangan kita diam saja. Begitupun soal kepemudaan, rangkul dan libatkan mereka, selsai sudah,” ujar Ketua FKD Kecamatan Pujut ini.

Sementara itu, HL. Putria mengatakan pemimpin Loteng ke depan harus serius membangunan peradaban pariwisata yang berbilaikan budaya, adat istiadat dan kearifan lokal masyarakatnya. Karena hakekat pariwisata itu memang tidak boleh lepas dari budaya dan krarifan lokal masyarakat itu sendiri. Dalam hal itu pun, jangan sampai kalangan pemuda emasnya masa depan daerah ini jadi penonton pembangunan dan keberadaan pariwisata itu. “Untuk melestarikan kebudayaan dan kearifan lokal itu, pemuda harus didepan,” tukasnya. (ap)

Related posts