Akan Usir Ritel Modern, H Najamudin : Bupati Sukiman Tidak Ngerti Perkembangan Ekonomi

Akan Usir Ritel Modern, H Najamudin : Bupati Sukiman Tidak Ngerti Perkembangan Ekonomi

 

Lombok Timur SR – Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy di beberapa media dan viral di medsos menyatakan dengan tegas bahwa tidak akan memperpanjang izin ritel modern, seperti alfamart dan sejenis, bahkan dengan suara lantang mengatakan selama Sukiman jadi pemimpin di Lombok Timur tidak boleh ada ritel modern tersebut.

Menanggapi kebijakan Bupati Sukiman tersebut, salah seorang anggota DPRD NTB Dapil IV Lotim, H.Najamuddin Mustofa, melalui telepon selulernya, Senin (02/12/2019), dengan tegas mengatakan bahwa apa yang disampaikan Sukiman itu sangat fulgar dan tidak baik diucapkan oleh sorang kepala daerah.

“Saya kritik kebijakan Bupati Lotim yang akan menutup dan tidak memperpanjang lagi ijin ritel modern di Lotim. Harusnya ada kajian akademik bukan ujuk-ujuk menutup dengan alasan yang tidak relevan,” tegas H Najamuddin.
Ia menjelaskan keberadaan ritel modern yang ada di Lotim sangat bagus sekali dalam rangka untuk menghadapi pasar MEA kedepannya. Bahkan sangat membantu masyarakat di Lotim dengan berbagai pelayanan yang ditawarkan. Bukan malah pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan untuk melakukan penutupan atau tidak memperpanjang ijin ritel modern tersebut.
” Kalau Bupati Lotim sampai menutup ritel modern itu sama artinya pemerintah daerah telah mundur selangkah dalam meningkatkan prekonomian masyarakat. Harusnya ditinjau kembali dimana lokasi yang boleh ada ritel itu dan dimana kecamatan yang tidak boleh, bukan pukul rata begitu,” ujarnya.
Selain itu, Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) menambahkan kalau alasan Bupati Lotim menutup atau tidak memperpanjang ijin ritel modern hanya untuk memberdayakan para pedagang ekonomi menengah kebawah. Bukan harus seperti itu. Tapi hendaknya Bupati Lotim harus meningkatkan sarana dan prasarana penunjang untuk menyaingi keberadaan ritel modern tersebut. Dengan memberikan bantuan kepada para pedagang menengah kebawah tersebut agar bisa tetap eksis bersaing dengan ritel modern yang ada.
” Aneh, hanya di Lotim saja yang mempersoalkan masalah ritel modern untuk ditutup sedangkan di kabupaten/kota lainnya di NTB justru masyarakatnya sangat terbantu dengan adanya ritel modern tersebut, dan banyak orang mersa heran dengan kebijakan Bupati sukiman ini,” tandasnya.

Adapun, umpama dikatakan mematikan pedagang kecil, H Najamudin, menegaskan tidak ada yang dirugikan ritel modern itu. Sebab yang dijual di ritel modern itu berbeda dengan apa yang dijual di pegadang tradisional kita. Mana ada ritel modern jual sayur-sayuran, yang dijual adaalah barang yang terkadang tidak ada di pedagang tradisonal kita. Belum lagi kalau ditutup, maka akan ada ratusan warga Lombok Timur akan menganggur akibat tidak ada pekerjaan.

“Ini harus juga difikirkan Bupati. Kalau saja 15 ritel modern di Lotim dan masing-masing punya karyawan 5-10 orang, itu jumlah yang cukup banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Sukiman ini kayak tidak ngerti perkembangan ekonomi global sekarang ini,”pungkasnya. (red)

Share this post