IAIH NW Lotim Gelar Wisuda ke 22

IAIH NW Lotim Gelar Wisuda ke 22

Mataram SR – Rektor IAIH NW Lombok Timur, Tuan Guru Bajang KH LG Muhammad Zainuddin Atsani, Lc., M.Pd.I., secara resmi membuka Rapat Senat Terbuka Wisuda IAIH NW Lotim ke 22 di Hotel grand Legi Mataram, Sabtu, (30/11). Sebanyak 221 orang mahasiswa Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH NW) Lombok Timur, dikukuhkan menjadi sarjana stara 1 pada acara Wisuda ke 22 tersebut.
Pada wisuda ke 22 ini tercatat ada 30 mahasiswa yang meraih predikat Cum Laude dan langsung diwisuda oleh Ketua Yayasan Pendidikan Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Ummuna Hj St Raihanun Zainuddin Abdul Madjid.

Proses Wisuda Mahasiswa oleh Rektor IAIH NW Lotim, Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH Muhammad Zainuddin Atsani

Ke 221 wisudawan itu berasal dari tiga fakultas dan enam program studi yang ada di IAIH NW Lombok Timur. Fakultas Tarbiyah Program Studi PAI sebanyak 73 orang, Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) sebanyak 24 orang dan PGMI, 44 orang. Sedang dari Fakultas Syariah, Prodi Muamalah sebanyak 33 orang dan Prodi Ahwalusahsiah, sebanyak 7. Sementara dari Fakultas Dakwah Prodi KPI sebanyak 40 orang.
Dalam pidatonya, Rektor IAIH NW Lombok Timur, Tuan Guru Bajang KH LG Muhammad Zainuddin Atsani, mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya wisuda ini sebagai bentuk eksistensinya atas kegiatan tridarma perguruan tinggi. Demikian juga ucapan terima kasih kepada para orang tua dan mahasiswa atas kepercayaan untuk mendidik putra – putrinya di kampus yang didirikan Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
“Kampus IAIH NW ini adalah kampus kesayangan Maulanasyaikh yang didirikan pertama kali dan beliau menjadi rektor pertama,”ungkapnya.
Lanjutnya, sebagai rektor dirinya akan terus berupaya menjadikan kampus ini menjadi kampus swasta ternama di wilayah Indonesia Timur ini. Bahkan kedepan kami upayakan institut ini menjadi Universitas Islam Hamzanwadi.
“Tinggal menunggu keputusan organisasi saja, karena pertama kali dibuat oleh Ninikda Maulanasayaikh adalah Universitas Hamzawandi, tapi karena aturan pemerintah kita maka diturunkan menjadi sekolah tinggi, lalu naik menjadi institut seperti sekarang ini. Kenapa tidak kita kembalikan cita-cita Maulanasyaikh dulu yang membuat universitas itu,”pungkasnya.

Wisudawan/wisudawati IAIH NW Lotim ke 22 di grand Legi Mataram Sabtu (30/11)

Dalam sambutannya, perwakilan Kopertais IV Surabaya, Dr Rubaidi, M.Ag, mengungkapkan saat ini kita sudah masuk diera atau abad industri 4.0 artinya perubahan yang begitu cepat yang luar biasa dan menimbulkan banyak korban. Seperti industri yang dulu besar sekarang ini banyak yang kelimpungan dan menjadi korban.
“ Sekarang ini era perubahan besar di zaman ini. Dulu semua dimensi usaha dikerjakan oleh manusia, sekarang ini sudah mulai menggunakan robot. Kalau kita tidak mengimbangi perubahan ini, maka kita akan tertinggal,”tandasnya.
Untuk itu, manusia kedepannya selain memiliki ilmu harus punya life skill dalam menghadapi era sekarang ini yang semakin tidak terbendung.
“Tapi saya yakin sarjana-sarjana yang berbasis Islam memiliki nilai spiritual yang tidak dimiliki mahasiswa yang tidak berlabel agama. Kita harus persiapkan diri dalam hal ini,” tandasnya.
Aacra wisuda tersebut ditutup dengan pembacaan doa Pusaka oleh Sekjen PBNW, Prof. Dr. TGH Fakhrurrazi Dahlan MA.(vin)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or