Wakatum MUI NTB H Syahdan Ilyas, Sangat Setuju BIL Diganti BIZAM

Wakatum MUI NTB H Syahdan Ilyas, Sangat Setuju BIL Diganti BIZAM

Mataram SR – Dukungan tokoh Lombok Tengah atas pergantian nama Bandara Internasional (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) terus mengalir, sbelumnya dari anggota DPRD Loteng, dan beberapa tokoh dari wilayah lingkar bandara yang memberikan dukungan, kini giliran tokoh agama Lombok Tengah menyatakan dukungan nama bandara diganti dengan nama Pahlawan Nasional asal NTB.

Sosok tersebut adalah Drs H Syahdan Ilyas, (Wakatum Pengurus MUI propinsi NTB) dengan tegas menyatakan kepada media ini, di Mataram Jumat (22/11), semestinya sejak dikeluarkannya SK Presiden pada bulan Nopember 2017 tentang Penganugrahan Pahlawan Nasional kepada TGKHM. Zainuddin Abdul Madjid, seluruh masyarakat NTB bersyukur karena ada Pahlawan Nasional dari NTB.

“Itu artinya NTB sangat diperhitungkan oleh negara karena ada putra Lombok NTB terbukti punya jasa sangat besar untuk bangsa dan Negara,”tandasnya.

Terkait keputusan Pemerintah Pusat melalui Menteri Perhubungan mengganti nama BIL menajadi BIZAM harus dipandang sebagai penghargaan kepada putra daerah atas jasa-jasa beliau kepada bangasa ini.

“Saya sarankan mari kita semua terutama Bupati Suhaili,  Wakil Bupati Fathul Barri dan Sekda Loteng perbanyak bersyukur. Jangan malah mengerahkan ASN dan memprovokasi masyarakat untuk melawan Pemerintah Pusat. Sekali lagi berhenti melawan dan membangkang atas keputusan yang sudah diambil sama pemerintah Pusat,”tegasnya.

Syahdan yang juga mantan DPDRI ini menyayangkan ada yang mengatasnamakan pengurus MUI NTB juga ikut menolak nama BIZAM. Kita terima dengan lapang dada dan terus bersyukur. Kita hargai kita cinta para ulama yang menjadi Pahlawan Nasional.

“Negara sudah menganugrahkan. Kok malah kita sebagai orang NTB apalagi namanya bupati kok menolak. Pesan saya, kalau tidak setuju nama bandara atas SK Menteri Perhubungan itu silahkan gunakan mekanisme hukum yang ada dinegara ini. Jangan buat ribut jangan bikin onar. Apalagi menggunakan fasilitas negara untuk melawan Negara,” tegas Putra asli Lombok Tengah ini.

Syahdan kembali menegaskan kami berharap persoalan ini segera selesai jangan teruskan berlanjut, yang perlu dilakukan Suhaili dan para pemimpin Loteng lainnya bagaimana sisa waktu jabatan ini digunakan untuk mencari solusi agar masyarakatnya cepat sejahtera, karena wilayah selatan Loteng itu kalau tidak ada bandara akan sulit maju Loteng itu.

“Bukan malah sibuk mmeprovokasi masyarakat dan aparatur pemerintah untuk menolak SK Menteri Perhubungan. Ini kan aneh tidak ada hubungannya soal kesejahteraan masyarakat Lombok Tengah,”pungkasnya. (red)

Share this post