FWMO Lotim Berikan Bekal kepada Wartawan Online

FWMO Lotim Berikan Bekal kepada Wartawan Online

Lombok Timur SR – Dalam upaya meningkatkan kompetensi wartawan, khususnya wartawan Media Online, Forum Wartawan Media Online (FWMO) Lombok Timur menggelar Pembekalan Wartawan Media Online Lombok Timur di Lesehan Elen Selong, Sabtu, (16/11).
Pada kegiatan ini panitia mengambil tema “Menjaga Kode Etik Jurnalistik dan Marwah Kewartawanan.
Ketua FWMO Lotim, Samsul Rizal dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk penyegaran wartawan untuk mengingatkan kembali wartawan agar menjalankan tugas dengan mengedepankan kode etik jurnalistik.
“Banyak rekan kita yang masih menjalankan tugas tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik yang diatur dalam UU Pokok Pers nomer 40 Tahun 1999. Semoga dengan acara ini wartawan khususnya wartawan Online semakin meningkat kualitasnya dalam kerja jurnalistiknya,” ucapnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadis Kominfo), Ahmad Masfu, menyampaikan bahwa Wartawan Lombok Timur diyakini menjalankan tugas jurnalistik dengan mengacu pada kode etik. Namun, ia berharap agar melalui kegiatan tersebut menjadi ajang menggali ilmu untuk meningkatkan kapasitas keilmuan wartawan.
“InsyaAllah, wartawan kita sudah memahami tugas dalam jurnalistik. Namun, mungkin perlu ada shearing ilmu yang bisa meningkatkan kapasitas kita sebagai wartawan,” ucapnya.
Ia pun mengingatkan agar dalam mengekspos sebuah berita, Wartawan harus mengacu dengan data yang valid, agar tidak muncul berita hoax yang dikonsumsi oleh masyarakat.
Terlebih, Wartawan sebagai pilar ke-empat dalam demokrasi, diperlukan untuk menjaga sistem demokrasi tetap berjalan.
“Ada 3 pilar dalam Kenegaraan. Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif. Ketika 3 pilar ini bermasalah, pers menjadi pilar ke empat,” tuturnya.
Masfu bahkan mengistilahkan jurnalis sebagai Early Warning Sistem (sistem peringatan dini) bagi Pemerintah. Agar tetap menjalankan roda pemerintahan tetap pada jalurnya.
“Pers sebagai early warning sistem. Kalau di gempa, ada istilah seperti itu. Fungsi yang dijalankan Wartawan juga seperti itu,” pungkasnya.

Panitia menghadirkan dua pembicara yaitu Plt. Ketua PWI Cabang NTB  H Nasrudin dan M Nazri.(vin)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or