Umar Tarip, Programkan Semua Dusun Diseragamkan

 

Dari kegiatan reses perdana di sejumlah titik

Lombok Tengah SR- Dalam kegiatan Serap Aspirasi (Reses), yang sudah dilaksanakan pada beberapa pekan lalu, di sejumlah titik.

Politisi PKB Daerah Pemilihan (Dapil) Praya Timur Pujut Lombok Tengah (Loteng) Umar Tarip mengaku, selama beberapa melaksanakan reses, banyak sekali yang diinginkan masyarakat, salah satunya penyeragaman masing masing Kekadusan, agar segera memiliki pintu gerbang, yang bertuliskan nama kekadusan.

“Kan tujuan kita melakukan reses ini, menggali seluruh keinginan masyarakat, makanya dalam reses perdana yang sudah kita lakukan, tuntutan masyarakat semaunya kita tampung, termasuk penyeragaman kampung, artinya masing masing Kadus punya pintu gerbang bertuliskan nama kekadusan mereka,” katanya di rumah kediamannya di Kulem, desa persiapan Pengonak Kecamatan Praya Timur Loteng.

Keinginan mereka lanjutnya, baginya itu sangat baik, sebab dari pintu gerbang yang bertulis nama kekadusan, siapapun yang datang atau melewati jalan tersebut.
Mereka sudah tahu, kalau mereka itu di mana, termasuk misalnya seseorang mencari kampung A, secara tidak langsung jika orang itu melewati dusun yang di maksud, mereka itu tidak akan bertanya lagi, sebab sudah terpampang kampung tujuan mereka.
“Memang Masyarakat sudah cerdas semua, mereka sudah tau apa yang lebih penting yang diinginkan,” ungkapnya.

Selain pintu gerbang, polisi tidur juga akan dibuatkan, hal ini dilakukan guna mengurangi kecepatan para pengguna jalan trotoar atau jalan menuju kampung. Mengingat jalan jalan kampung atau trotoar, banyak di lewati anak anak, sehingga untuk mencegah hal hal yang tak diinginkan, polisi tidur salah satu cara untuk mengurangi kecepatan pengguna jalan.

Tarip menambahkan, dalam kegiatan reses itu juga, keinginan para pemuda tidak kalah dari para Amaq Amaq ataupun inaq inaq. Dimana para pemuda, mengharapkan dibuatkan pelatihan bisnis ketak, bengkel di masing masing kampung, dibuatkan terop, baju adat dan baju seragam di luar baju adat.

Selain itu lanjutnya, mengingat saat ini kekeringan melanda di sejumlah dusun, masyarakat juga meminta dibangunkan sumur bor. Sehingga pada musim kemarau mendatang, kekurangan air bersih bisa teratasi. (ap)

Share this post