SUARA PENDIDIKAN 

Kantin Center Ramah Lingkungan MTsN I Loteng, Dilaunching

 

Kholidi Alwi: Pendirian Kantin Ini Salah Satu Cara Untuk Tidak Menyumbang Sampah Di Kelas

Lombok Tengah SR- Kantin center ramah lingkungan MTsN I Lombok Tengah (Loteng), Kamis kemarin di resmikan. Persemian tersebut dilakukan, setelah tim BPOM NTB, dinas kesehatan dan tenaga Puskesmas Pengadang Kecamatan Praya Tengah Loteng, turun melakukan pemeriksaan dan hasilnya, kantin Center Ramah lingkungan, layak beroperasi di lingkungan Madrasah.

Tata Usaha (TU) MTsN I Loteng Kholidi Alwi mengatakan, tim BPOM sudah dua Minggu lebih melakukan uji kelayakan, bersama tim dinas kesehatan Loteng. Setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya cukup memuaskan, artinya kantin Center ramah lingkungan, layak beroperasi di lingkungan madrasah.

“Jadi, membangun Kantin Center di kalangan madrasah, tidak semudah yang kita kira, kami melibatkan BPOM NTB dan petugas kesehatan Loteng, untuk melakukan kajian, dan hasilnya pendirian kantin ini layak,” katanya kemarin.

Setelah mengantongi ijin kelayakan, pihaknya bersama keluarga besar MTsN I Loteng, melakukan persiapan. Mulai dari penyediaan tempat, hingga membangun Kantin kantin kecil, dalam satu wadah, dan masing masing kantin menyediakan, kebutuhan sesuai dengan keahlian dan kemampuan pemilik kantin.

sebenarnya membuat kantin, sudah direncanakan jauh sebelumnya, namun adanya beberapa persyaratan yang belum dipenuhi, sehingga itu yang membuat peresmian kantin ini di undur.

“Kebetulan kami punya satu gedung los, yang dulunya dijadikan sebagai gedung pusat sumber belajar bersama, karena gedung tersebut tidak dimanfaatkan, itu kami benah dan ditempat inilah kami bangunkan kantin bersama,” ungkapnya.

Ditambahkan, ada beberapa hal yang membuat pihak madrasah gencar merancang dibuatkannya kantin. Pertama, sering kali siswa membeli jajan atau makanan ringan di luar dan mereka makan di Madrasah.
Hal ini membuat para siswa, tidak mengkontrol sampah atau bekas makanan yang mereka beli diluar berserakan. Dan ini sangat merusak pemandangan di halaman madrasah.

Selanjutnya, beberapa kebutuhan siswa ataupun guru, di sediakan di tempat. “Adanya sampah yang merusak pandangan, membuat kami terinsipirasi membangun kanten, sebab di kantin bak sampah sudah di sediakan, baik bak sampah kering ataupun basah, termasuk semua kebutuhan siswa terkait pendidikan sudah di sediakan,” jelasnya.

Semetara itu kepala MTsN I Loteng Nasruddin Mansur mengatakan, memiliki kantin madrasah yang nyaman, bersih, dan layak bagi madrasah, dengan jumlah siswa siswi ribuan menjadi sebuah keharusan.

“Siswa kami jumlahnya diatas 1 ribu, membangunkan kantin itu sangat penting untuk mereka memenuhi seluruh kebutuhan,” katanya.

Sehingga MTsN I Loteng mencoba berbenah dengan menyediakan kantin yang sesuai dengan kriteria kantin sekolah sehat.

Untuk menambah kenyamanan, pihaknya sudah mendesain kantin dengan berbagi macam tulisan dan mainan menarik lainnya. Hal ini tentunya bertujuan, guna memberikan rasa nyaman kepada siswa, selama di kantin.

Selain itu, beberapa pajangan menarik seperti brosur brosur tentang kesehatan, juga tidak kalah penting ia tempelkan. Hal ini pihaknya lakukan, sebab kantin juga dapat menjadi sarana edukasi yang menarik, ngobrol di kantin waktu jam istirahat sambil diisi dengan diskusi ringan atau sekedar candaan saja pastilah membutuhkan tempat yang nyaman, dan yang terpenting jajanan yang disediakan jajanan sehat tanpa pengawet.

Ia menambahkannya, kedepan pihaknya terus melakukan pembenahan demi kenyamanan siswa, khususnya untuk mereka sarapan, sebab siswa sudah ada di madrasah jam 07.00. ” Jam 07. 00 pintu gerbang sudah ditutup, jadi belum tentu mereka ada yang sudah sarapan di rumah, terutama siswa yang jauh dari Madrasah, ini juga menjadi bahan pertimbangan sehingga membuatkan kantin,” tutupnya.

Terpisah ketua Osim M. Ihdar Fahroni mengaku, pihaknya bersama anggota Osim mendukung penuh apa program madrasah, termasuk pendirian kantin center bersama, guru dan siswa.

“Alhamdulillah, memang kepala sangat mengerti dengan kebutuhan kami selaku siswa, semoga ini menjadi amal ibadah, amin,” harapnya. (ap).

Related posts

%d blogger menyukai ini: