Terobsesi Yel Yel Madrasah, MTsN 5 Loteng Siap Berbenah

Terobsesi Yel Yel Madrasah, MTsN 5 Loteng Siap Berbenah

 

Lombok Tengah SR- Yel Yel madrasah, yakni “Lebih Baik Madrasah, Madrasah Lebih Baik” yang selama ini terus digaungkan, bakal menjadi filter untuk lebih baik.

Demikian dikatakan kepala MTsN 5 Lombok Tengah (Loteng), Masdiono, MPdI saat di konfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (09/10/2019) .

Kendati Madrasah yang dipimpinnya saat ini berada di ujung timur kabupaten Loteng, yakni di Desa Saba Kecamatan Janapria Loteng, namun itu tidak menciutkan keinginannya, untuk menjadikan Madrasah sebagai salah satu idola masyarakat, terutama dalam hal menyekolahkan anak anak mereka dan menjadikan generasi penerus berprestasi.

“Berbicara lokasi, memang kami cukup jauh dari perkotaan, namun saya Oftimis bisa mewujudkan semua harapan masyarakat dan pemerintah, terutama dalam hal menciptakan generasi penerus berprestasi yang Qurani,” yakinnya.

Sebagai salah satu langkah mewujudkan hal itu, tentunya pihaknya sudah melakukan rapat internal dengan karyawan setempat.

Salah satu langkah yang sudah dilakukan diantaranya, meningkatkan kedisiplinan diinternal, baik peserta didik ataupun para pendidik.

Misalnya saja, jam 7. 00, pintu gerbang madrasah sudah ditutup, tidak ada satupun yang boleh masuk, sampai batas waktu yang telah ditentukan. Bagi guru dan siswa, yang datang diatas jam tersebut diatas, sebagai bentuk konsekuensi, tentunya pihak madrasah sudah ada aturan, terutama dalam memberikan hukuman.

“Menegakkan kedisiplinan, kami tak pandang bulu, apakah dia itu guru ataupun siswa, termasuk saya sebagai kepala madrasah, jika datang diatas jam 7. 00, kena hukuman,” paparnya.

Selanjutnya pembenahan lingkungan, pihaknya sudah mensterilkan lingkungan Madrasah, mulai dari penghijauan, membuat taman taman kecil di depan kelas, hingga sudah membuat pembangunan air mancur di depan madrasah atau sebelah kiri gerbang pintu masuk.

“Pada intinya, kita sudah mulai jadikan madrasah sebagai tempat rumah kedua, baik untuk karyawan ataupun siswa, sehingga mereka semua tetap betah, karena pemandangannya yang asri,” ungkapnya.

Selain itu lanjut kamad familiar ini, kegiatan siswa dalam mencetak generasi Qurani, setiap pagi dilakukan. Dimana kegiatan tersebut dikemas dengan nama iman taqwa.

“Program iman taqwa, saya rasa semua sekolah dan madrasah melakukannya, tapi kalau kami lebih memprioritaskan waktunya untuk melatih mental siswa, terutama dalam unjuk kebolehannya di depan kawan kawannya,” bebernya.

Terhadap beberapa program yang sudah dilakukan diatas, tahun 2019 kemarin pihaknya sempat dipercaya, mewakili Lomba Sekolah Sehat (LSS), tingkat Kabupaten.

Namun sayang, dalam lomba ini pihaknya hanya mampu sampai juara 2. “Yang jelas, kami saat ini sedang berbenah, insyaallah dalam kesempatan lain, kami akan tunjukkan kalau madrasah pinggiran bisa seperti yang lain,” tutupnya. (ap).

Share this post