Ponpes Al-Ikhlas NW Bagek Payung Dikunjungi Ketum PBNW

Ponpes Al-Ikhlas NW Bagek Payung Dikunjungi Ketum PBNW

Lombok Timur SR – Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang Zainuddin Atsani, Lc., M.Pd., bersama Ketua PW NW NTB TGH LG M Khairul Fatihin, hadir dalam pengajian silaturahim PBNW di Yayasan Ponpes Al-Ikhlas NW Bagek Payung, kecamatan Suralaga Lotim, Selasa (08/10/2019).

TGH LG M Khairul Fatihin, dalam muqaddimah penagajiannya menyampaikan kepada warga NW untuk terus perbanyak zikir kepada Allah SWT untuk mengingat siapa pencipta kita sekaligus ungkapan kasih sayang, bukti cinta kita dan rasa syukur supaya hati kita tenang, senang dalam beribadah.

“Perbanyak rasa syukur ketika Allah SWT yang telah memberikan kita rizki maupun ujian. Apapun pekerjaan kita yang penting jangan lupa mengingat Allah SWT dengan berzikir, melaksanakan perintah dan menjauhi larangannya,”imbuhnya.

Ketum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang Zainuddin Atsani, Lc., M.Pd., irsyadatnya, mngungkapkan bahwa Ummuna Hj St Raihanun ZAM selama kepemimpinan beliau, telah ratusan mendirikan madsarah  di seluruh Indonesia dengan cara meletakkan batu pertama madrasah atau pondasi keberkahan sebuah ilmu agama sebagaimana diwariskan bapak Maulana Syaikh.

“Ummuna Hj. Sitti Raihanun menjalankan tugasnya sebagai pimpinan dahulu dengan ikhlas untuk kejayaan Nahdlatul Wathan dan sekarang dilanjutkan oleh Zainuddin Atsani yang berdiri didepan warga Nahdlatul Wathan ini.

“Semua warga Nahdlatul Wathan berkeluarga dan bersaudara, satu merasa sakit maka semuanya sakit, dan itulah rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang telah dibangun oleh Ninik Maulana Syaikh dulu dan harus tetap kita jaga,”ungkapnya.

Lanjut Syaikhuna, kita harus terus memupuk rasa kompak, utuh, bersatu, karena itulah harapan kita bersama dan mari jauhi perpecahan, hadirnaya PBNW sekarang ini di desa – desa untuk menyatukan bukan untuk memecah belah warga maupun abituren Nahdlatul Wathan.

“Marilah kita perbaiki diri, perbaiki hubungan kita sesama manusia, tetangga maupun warga Nahdlatul Wathan dan kita jauhi orang-orang yang memecah belah kita karena banyak orang mencari jabatan dan memiliki kepentingan pribadi,” ingatnya.

Warga Nahdlatul Wathan sudah dewasa jadi harus tahu mana yang baik dan mana yang buruk dan jangan mudah di adu domba, sejarah yang putih harus dibuka dan sejarah yang hitam harus ditahu oleh anak keturunan kita supaya tidak salah.

“Maulana syaikh sangat sayang dan cinta kepada saya itu terbukti dari kehadiran beliau dan membimbing saya setiap saatnya, semua apa yang saya kerjakan demi kebaikan Nahdlatul Wathan. Semua masalah perjuangan itu semua juga saya buat sebagai vitamin dan motivasi dalam berjuang,” urainya.

Kata beliau, tidak ada masalah yang tidak selesai kita kerjakan, kalau memang lurus hati kita berjuang insya Allah semua selesai. Jangan utamakan ego apalagi cari muka itu semua tidak ada gunanya karena berjuang di Nahdlatul harus dari hati dan jangan utamakan uang.

“Marilah kita saling ajak kepada kebaikan dan jangan berlainan tempat, sekarang kita satu dsn jangan lagi ada yang berpecah belah, kita tetap kompak, utuh dan bersatu serta sama-sama Sami’na Waato’na,” pungkasnya.

Hadir juga pada acara tersebut Ketua departemen Dakwah dan Penerangan, TGH Zaini Abdul Hanan, TGH Sholehuddin, TGH Muzayyin Sabri dan sejumlah pengurus daerah NW. (ari)

Share this post