Ketum PBNW Hadiri Muqaddimah Hultah NWDI ke 85 di Sumbawa

Ketum PBNW Hadiri Muqaddimah Hultah NWDI ke 85 di Sumbawa

Sumbawa SR – Pengajian Mukadimah Hultah Ke 85 di Kabupaten Sumbawa, tepatnya di Ponpes Nahdlatul Watahan Sumbawa Jln Cendrawasih Sumbawa Besar, dihadiri Ketua Umum PBNW Hasil Muktamar XIV di Mataram, Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH. L. G. Muhammad Zainuddin Atsani, Ahad (06/10/2019). Hadir pula Dewan Musytasyar PBNW TGH Anas Hasyri, Pimpus Pemuda NW H L Gede Syamsul Mujahidin, SE. Ketua PW NW NTB, TGH LG Khaerul Fatihin, QH., MM dan sejumlah anggota PBNW. Dari pihak pemerintah Kabupaten Sumbawa, hadir Wakil Bupati Sumbawa Wakil Bupati Kab. Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah serta jajaran instansi, Wakil Ketua DPRD, Kakanwil Depag Kab. Sumbawa.
Ketua Panitia, Bukran QH., S.Sos.I., dalam laporannya menyampaikan terlaksananya acara ini merupakan hasil kerjasama dan bantuan jamaah dan panitia termasuk support dari pemrintah daerah.
Bukran, mengungkapkan bahwa Tuan Guru Bajang Zainuddin Atsani merupakan penerus dari kakeknya seperti wasiat Bapak Maulana Syaikh karena nama beliau merupakan amanah untuk meneruskan perjuangan Nahdlatul Wathan untuk menyebarkannya di seluruh dunia.
“Tuan Guru bajang adalah penrus perjuangan Maulanasyaikh, jadi mari kita satukan pandangan dan perjuangan demi tercapai kejayaan NW di masa mendatang. Mari kita menjunjung ukhuwah Islamiyyah, ukuwah watoniyah, kerukunan umat beragama, mencetak watak keislaman yang kaffah serta meningkatkan kualitas keimanan,”imbuhnya.
Dalam sambutannya Gubernur  NTB diwakili oleh Direktur RSUD Sumbawa menyatakan Nahdlatul Wathan adalah organisasi tetap eksis menjalankan kegiatan pendidikan, sosial dan dakwah.
“Saya berharap penerus perjuangan Nahdlatul Wathan bisa mencetak kader yang memiliki SDM yang mampu berperan dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0,” tandasnya
Ia juga berharap NW mampu membaca peluang serta tantangan kedepannya. Pondok Pesantren NW Samawa mencetak The flower inbulding karakter. Dan Nahdlatul Wathan bisa menjadi contoh dan semoga semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik kedepan dan terus menyebarkan kebaikan untuk melahirkan kebaikan baru. “Jika semua orang berbuat baik maka NTB akan baik dan mencapai harapannya,”pungkasnya.


Ketua PD NW Kab. Sumbawa Ust. Zainuddin SH menyampaikan bahwa kehadiran langsuyng Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang merupakan suatu kebanggaan dan penghormatan pagi kami dan semoga bisa menambah kecintaan kami kepada NW.
“Semoga kunjungan ini bisa menjadi jalinan silaturahmi untuk menatap masa depan Nahdlatul Wathan lebih baik dan maju,” harapnya.
Zainuddin juga tidak lupa menceritakan awal keberdaan NW di Sumbawa. Sekitar tahun 1979 Bapak Maulana Syaikh pendiri NW memberikan mandat untuk meletakkan pondasi Nahdlatul Wathan dengan diutusnya 4 orang yaitu: Muh. Yusuf, Muh. Abidin, Mansur Aminullah, Drs. Muh.Yamin. Pada tanggal 4 Januari 1980 para utusan Maulana Syaikh itu mulai membentuk pengurus Daerah Nahdlatul Wathan di Islami Center. “Dengan menegakkan 3 pilar perjungan NW yaitu pendidikan, sosial dan dakwah, hingga asaat ini terus berkembang. Nahdlatul Wathan di Kab. Sumbawa telah memiliki 30 lembaga pendidikan yang tersebar di bverbagai daerah se Kabupaten Sumbawa dibawah koordinasi dan pengawasan Pengurus Daerah NW Kab. Sumbawa,”pungkasnya.
Ketua Umum PBNW Tuan Guru Bajang dalam irsyadatnya menyampaikan agar jamaah NW tetap kompak utuh bersatu. Tidak ada istilah NW Pancor dan Anjani. Sejarah harus dibuka lebah dan Nahdlatul Wathan tidak pernah pecah sejak berdirinya sampai sekarang. “Hanya saja ada orang yang mencoba membuat akte pendirian baru NW. Itu saja, selebihnya tetap NW berjuangn di bawah komando pimpinan NW yang sah,”ungkapnya.
Lanjutnya, berjuang di Nahdlatul Wathan sekarang ini harus berlari bukan lagi berjalan karena kami sudah membangun silaturrahim dengan ormas yang besar seperti NU & Muhamadiyah supaya kita bisa sejajar. Nahdlatul Wathan membutuhkan kader-kader yang tegak pendiriannya dan butuh perjuangan yang nyata bukan yang mudah tergoyang oleh uang maupun jabatan.
“Kita di Nahdlatul Wathan harus mencintai saudara kita sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri. Kita harus saling mencintai dan harus saling menjaga dan tetap mendengungkan kompak, utuh, bersatu,”tandasnya.
Syaikhuna, panggilan akrabnya menegaskan di Nahdlatul Wathan kita berjuang dengan ikhlas. Mari kita jaga kehormatan maupun muru’ah (martabat red) Nahdlatul Wathan, jangan kita mengambil manfaat saja. Jangan pula berkeliaran kesana kemari namun mari kita ikuti instruksi pimpinan yang sah untuk menyebarkan syi’ar agama Islam.
“Beban dan ujian itu kita buat sebagai vitamin motivasi dan gairah kita berjuang di Nahdlatul Wathan, karena semakin banyak masalah maka akan semakin bersemangat kita untuk berjuang,”pungkasnya.
Selain Ketum PBNW, pengajian juga disampaikan Ketua departemen dakwah dan Penerangan PBNW TGH. Zaini Abdul Hanan, Lc., M.Pd.I. (ari)

Share this post