Tanah Bergerak, Empat Rombel SMPN 1 Pratim Tak Berfungsi

Tanah Bergerak, Empat Rombel SMPN 1 Pratim Tak Berfungsi

 

Lombok Tengah SR- Sebanyak Empat Rombongan Belajar (Rombel) di SMPN I Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), tidak difungsikan lagi. Pasalnya, Empat Rombel tersebut dasar atau pondasinya turun sekitar 12 cm, dari permukaan.

Kepala SMPN I Praya Timur Drs. H. Syafi’i mengatakan, sudah dua Minggu lebih Empat Rombel yang ada di sebelah barat ruang kerjanya, tidak dipakai. Dan itu disebabkan, kondisi rombel turun sekitar 12 cm dari dasar atau lokasi semula.

“Empat rombel yang ada di sebelah barat, saya sudah perintahkan kepada semua siswa untuk tidak dipakai lagi, sebab kondisinya cukup mengkhawatirkan dan sudah amblas sekitar 1 cm,” katanya,Rabu (02/10/2019).

Pengosongan Empat Rombel tersebut, sudah dilakukan sejak dua Minggu lalu dan itu dilakukan guna menghindari hal hal yang tak diinginkan.

“Kami tak berani ambil resiko, makanya kami sarankan kepada semua siswa untuk tidak menggunakan rombel tersebut, sampai batas waktu yang tak bisa ditentukan,” paparnya.

Dikatakan, pada awal 2018 lalu, Empat Rombel ini sempat mendapatkan bantuan rehab, dan waktu itu pihaknya belum menjabat sebagai kepala di SMPN I Praya Timur ini.

Dan jika dilihat dari sisi bangunan, sepertinya bangunan masih utuh, akan tetapi adanya kerusakan yang cukup parah tersebut, itu bukan disebabkan kwalitas rehab yang kurang, namun rusaknya bangunan, murni disebabkan tanah dasarnya yang turun.
“Kalau tanahnya ini tidak turun, saya yakin bangunan ini masih kekah berdiri, namun turunnya dasar itulah yang menyebabkan kerusakan parah,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana (Sarpras), pada Dinas Pendidikan Loteng Makbul Ramen mengatakan, turunnya tanah di SMPN I Praya Timur ini, ia ketahui setelah mendapatkan telepun dari kepala sekolah.
“Tadi malam bapak kepala sekolah kabarkan kalau ada rombel yang tanahnya turun, dan saya bilang sama kepala, besok pagi saya cek,” katanya.

Selanjutnya, hari ini (Kemarin red) pihaknya secara langsung melihat kondisi sekolah. Dan ternyata, itu memang benar, kalau Empat rombel tersebut tidak bisa dimanfaatkan, lantaran tanahnya sudah turun.

Terhadap hal itu, pihaknya mengharapkan semua pihak ikut membantu, artinya bukan hanya dari lembaga pendidikan, namun jika ada anggaran dari sejumlah lembaga yang ada dan itu bisa disiasati, untuk kiranya dibantu.

“Memang masalah sekolah, itu tanggung jawab Disdik, namun jika ada anggaran lain dari dinas lain, saya berharap bisa dibantu, sebab kondisi Empat rombel tersebut sangat parah dan tidak bisa dipakai dulu,” ungkapnya.

Di tanya kira kira apa yang menyebabkan tanahnya turun, ia mengaku ini murni gejala Alam. Salah satu contoh, beberapa bulan lalu, NTB secara umum, khususnya di Loteng sempat mendapatkan musibah, berupa gempa.

Dan dampak tersebut, kadang tidak semerta saat gempa terjadi kerusakan, namun bisa berminggu Minggu dan berbulan bulan, dan menurutnya, turunnya tanah ini, bisa saja disebabkan gempa beberapa bulan lalu.

“Turunnya tanah ini, saya berkeyakinan ini disebabkan gempa beberapa bulan lalu,” tutupnya. (Ap)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or