Wagub Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Putri Izzi Mispalah NW

Lombok Tengah SR- Peletakan pembangunan asrama putri Izzi Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Muhibbin NW Mispalah Praya Lombok Tengah (Loteng), pertanda pembangunan segera di mulai.

Sebagai bentuk dimulainya pembangunan Asrama tersebut, dirangkaikan dengan Pengajian Asyura dan penamatan kitab kuning dan Tahfiz Al Qur’an.

Peletakan batu pertama pembangunan asrama putri Izzi, dilakukan oleh Wakil Gubernur NTB, Hj Siti Rohmi Djalilah, Senin 06/09/2019).

Dalam tausiyahnya orang nomor dua di NTB mengatakan, mendirikan madrasah atau ponpes, itu sudah di contohkan oleh tokoh pahlawan NTB, yakni Al magfurulahu TGKH Muhammad Zaenuddin Abdul Majdjid.

Dimana TGKH Muhammad Zaenuddin Abdul Madjid, adalah putra daerah NTB pahlawan Nasional, lebih dari 84 tahun berkhidmat dan membela negara dan agama melalui organisasi NW.

“Membangun madrasah ataupun ponpes, itu sudah di contohkan oleh tokoh pahlawan kita, yakni almagfuralahu TGKH Muhammad Zaenuddin Abdul Madjid. Dan ini harus kita lestarikan, sebagai bekal kita, baik di dunia dan akhirat,” katanya.

Selanjutnya masalah pembangunan asrama putri, pihaknya berharap usai peletakan batu pertama ini, progres pembangunannya, langsung dilakukan. Sebab, semakin cepat Pembangunan asrama ini dilakukan, maka semakin lebih baik, artinya para santriwati, ada tempat untuk dibina.

Untuk memperlancar pembangunan, tentunya dukungan semua pihak, terutama masyarakat setempat, harus membantu demi kelancaran proses pembangunan.

“Saya mengajak kepada semua pihak untuk beramal jariah, sebab dengan memperbanyak amalan, itu nantinya akan menjadi bekal kelak di akhirat,” ujarnya.

Dikatakan, memasukkan putra putri ke madrasah atau ponpes, itu memberikan nilai ganda, sebab belajar di ponpes atau madrasah, ilmu agama dan akherat diajarkan.

Sebab selain ilmu agama, ilmu umum juga diajarkan. Selain itu, tidak sedikit para pejabat tinggi negara, rata rata cetakan atau lulusan ponpes.

“Saya tidak menafikan, dijajaran pemerintah, baik tingkat bawah sampai pusat, banyak diisi oleh jebolan ponpes, makanya saya berani menyebutkan, memasukkan putra putri ke madrasah ataupun ponpes, tidak rugi,” terangnya.

Ia menambahkan, di zaman modern saat ini, lulusan ponpes harus menjadi garda terdepan dalam menghadapi kerasnya hidup, yang penuh dengan tantangan.

Lebihnya lagi di Loteng, dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Mandalika keberadaan dan lulusan ponpes, harus mampu menjadi filter, di tengah masyarakat nantinya. (Ap)

Share this post