Ketum PBNW : Jaga Mur’ah NW ini, Jangan Ribut Lagi

Ketum PBNW : Jaga Mur’ah NW ini, Jangan Ribut Lagi

Lombok Tengah, SR – Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH LG Muhammad Zainuddin Atsani, menghadiri Pengajian Shilaturrahim PBNW di Pondok Pesantren Al Mansyurati NW Aikbuka’ Kecamatan Batu Kliang Utara, Lombok Tengah, Kamis (05/09/2019).
Turut mendampingi beliau, TGH Muzayyin Sobri, TGH Mustamin Hafifi, dan unsur PBNW.
Dalam pengajian umumnya, Ketua Umum PBNW mengingatkan kepada jamaah senantiasa menjaga kerukunan, kedamaian di tengah masyarakat. Jangan ada keributan yang membuat kita terpecah belah, karena perpecahan itu akan terus membawa bencana.
“Pesan saya, jaga Mur’ah NW,. Jaga ketinggian NW, karena pendirinya adalah pemimpin para wali sedunia. Perbaiki hati, insyaAllah kalau niat kita baik pasti pekerjaan kita juga baik,” pesanya beliau mengawali pengajiannya.
Lanjut Syaikhuna Tuan Guru Bajang (panggilan akrabnya), kehadiran dirinya di tengah-tengah jamaah NW hanya untuk meluruskan sejarah Nahdlatul Wathan, yang selama ini sering dibelokan. Fitnah itu sumber perpecahan, jadi janganlah saling fitnah. Tetap berbaik sangka kepada sesama ummat Muslim terlebih sesama warga NW.
“Kehadiran saya selain meluruskan sejarah NW, juga melanjutkan tradisi guru besar kita Ninikda Maulana Syaikh untuk menjaga jama’ah Nahdlatul Wathan. Beliau selau mengajak Jamaah dengan ucapan, perbaiki iman dengan memperbanyak zikir dan kesyukuran,” imbuhnya.
Beliau juga meminta warga NW di mana saja agar tetap di satu barisan supaya bisa bersama di dunia dan di akherat.
“Semua warga Nahdlatul Wathan adalah keluarga bagi saya, kita ini satu, bersaudara dan berkeluarga,” tandas Rektor IAIH NW Lotim ini.
Syaikhuna juga ceritakan tentang nama yang disematkan kepada dirinya oleh Maulana Syaikh. Kelahiran, tempat, tanggal kelahiran dirinya yang sama dan bahkan namanya juga sama yaitu Zainuddin yang dikenal dengan sebutan (Hamzanwadi I) dan Zainuddin Atsani (Hamzanwadi II), karena dari sinilah akan muncul Zainuddin – Zainuddin selanjutnya dan seterusnya.
Begitu juga dengan nama Ummuna Hj. Sitti Raihanun yang diberi nama langsung oleh Maulanasyaukh dengan nama, Raihanun Nawwarul Uyun Fikriyah.
“Raihanun arane, Nawwarul Uyun ruene, fikriyah fikiran ne. Inilah bahasa beliau kepada nama Ummuna Raihanun,” tuturnya.
Sebelumnya, mukaddimah pengajian disampaikan TGH Muzayyin Sabri dan TGH Mustamin Hafifi.
Menurut masyaikhul Mahad ini, Maulana Syaikh telah membuatkan kita sebuah kendaraan yang besar yang akan membawa kita ke alam Syurga, yaitu Nahdlatul Wathan. Melalui NW inilah Maulana Syaikh garansi bagi warga yang tuguh memegang prinsip NW yaitu Iman dan Taqwa.
Menurut beliau kunci supaya kita bisa ngiring (ikut) Maulanasyaikh yaitu Yakin, ikhlas, Istikomah dalam kebaikan dan pengabdian.
“Nah, inilah yang membuat Syaikhuna Ketua Umum PBNW terus turun ke jamaah untuk menjaga ajaran-ajaran yang diwarisan Maulanasyaikh Guru Besar kita” tandasnya. (Ari)

Share this post