Gugus 5 Pratim Gelar Pelatihan K13

Gugus 5 Pratim Gelar Pelatihan K13

 

Lombok Tengah SR- Sebanyak 15 Sekolah Dasar Negeri ( SDN), mengikuti pelatihan kurikulum K13, di SDN 2 Ganti Kecamatan Praya Timur, Kamis, (29/08/2019). Ke 15 sekolah tersebut, merupakan sekolah yang tergabung dalam gugus 5 Kecamatan Praya Timur.

Ketua Panitia Pelatihan K13, Sumidah SS. MM menuturkan, adapun sasaran dalam pelatihan ini, guna meningkatkan kompetensi guru, membangkitkan motivasi sebagai pendidik, meningkatkan kreativitas dan meningkatkan profesionalitas sesuai dengan harapan bapak Kepala dinas pendidikan.

“Jadi kita mengadakan pelatihan tingkat gugus ini, guna melaksanakan titah undang undang pendidikan dan harapan bapak kepala dinas pendidikan Loteng,” katanya.

Selanjutnya kegiatan ini, dimulai sejak tanggal 26 sampai 29 Agustus. “Kita telah mulaikan Senin lalu dan kita akan tutup besok pagi (hari ini red),” cetusnya.

Sedangkan peserta yang ikut sebanyak 30 orang guru, dari 15 SD, yang tergabung dalam gugus 5 Praya Timur.

Masing masing, gugus Ganti, Sengkerang, Beleka dan Semoyang. Dijelaskan untuk gugus Sengkerang 5 sekolah, gugus Ganti 6 sekolah, gugus Semoyang 1 sekolah, gugus Beleka 3 sekolah.

Dari uraian tersebut atau dari 15 sekolah diatas lanjutnya, jumlah peserta sebanyak 30 orang dan masing masing sekolah mendelegasikan 2 orang peserta guru kelas, yakni guru kelas III dan VI.

Kenapa pesertanya harus guru kelas III dan VI, pasalnya di gugus 5 Praya Timur, penerapan pendidikan K13 belum dilakukan. Sehingga sasaran dalam pelatihan ini, dilakukan untuk guru kelas III dan VI. “Kami di gugus 5 Praya Timur, guru kelas III dan VI belum memberlakukan K13, sehingga kami lakukan pelatihan di SDN 2 Ganti Kecamatan Praya Timur,” ungkapnya.

Selanjutnya dalam pelatihan ini, narasumber yang dihadirkan, diantaranya dari Koordinator Pengawas (Korwas) Kabupaten dan pengawas Kecamatan Praya Timur.
Selain itu dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Mataram dan beberapa sumber lainnya.

Untuk membangkitkan semangat para peserta, pihak panitia telah mempersiapkan reword bagi guru yang terbaik. Dan itu nantinya akan menjadi peserta terbaik dalam pelatihan ini.

“Sertifikat pasti kita berikan kepada semua peserta, dan itu sebagai bukti mereka pernah mengikuti pelatihan. Sedangkan bagi peserta terbaik, kami dari panitia sudah mempersiapkan reword,” akunya.

Dan yang terakhir adalah pendanaan, pelaksanaan pelatihan ini dibebankan kepada Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dimasing masing sekolah. Dimana masing masing sekolah mengeluarkan sama sama Rp 1 juta. (ap)

Share this post