MEMAKNAI HARI JADI LOMBOK TIMUR

MEMAKNAI HARI JADI LOMBOK TIMUR

Oleh Dr.H.M.Mugni, M.Pd.,M.Kom. (Kadispar Lotim)

Lombok Timur yang dikenal juga dengan Gumi Selaparang menjadi kabupaten/kota yang terakhir di Nusa Tengara Barat yang menemukan dan memperingati hari jadinya. Sebelumnya,  beberapa tahun lalu Kabupaten Lombok Tengah. Hari Jadi Kabupaten Lombok Timur jatuh pada tanggal 31 Agustus. Tahun 2019 ini akan diperingati untuk yang pertama kali yang merupakan hari jadi yang ke-124. Ternyata istilah Lombok Timur dan/atau Kabupaten Lombok Timur  telah lahir sebelum tahun 1900. Istilah Lombok Timur atau Kabupaten Lombok Timur lahir di jaman penjajah Belanda. Mengapa Lombok Timur sudah berumur segitu. Ini pembahasannya sudah selesai  karena sudah diproses sehingga Hari Jadi Lombok Timur ini telah tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur yang ditetapkan pada akhir tahun 2012.

Proses penetapan Hari Jadi  Kabupaten Lombok Timur, informasinya  berawal dari usul Staf Ahli Bupati Lombok Timur Bidang Hukum dan Politik yang dituangkan dalam telaah staf tanggal 18 April 2012. Dalam telaah staf tersebut telah diuraikan secara rinci tentang urgensi memperingati dan/atau menemukan hari jadi Lombok Timur. Banyak referensi untuk peringatan hari jadi atau ulang tahun atau milad atau zikrol hauliyah/zikrol maulidiyah atau haul. Dalam skala internasional seluruh negeri di dunia memperingati hari kemerdekaannya. Dalam sekala keagamaan hapir semua agama memperingati hari-hari besar keagamaanya, seperti memperingati hari lahir nabinya/junjungannya, hari wafat/bangkitnya, dan peristiwa-peristiwa penting dalam agama tersebut. Dalam skala daerah  setiap tahun diperingati HULTAH NWDI, hari lahir sebuah madrasah yang menjadi cikal bakal organisasi Nahdlatul Wathan, dan lain-lain. Dari referensi-referensi tersbut, peringatan hari jadi Lombok Timur berteori dan urgen.

Dalam telaah Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Bupati Lombok Timur tersebut diuraikan juga proses penetapan hari jadi bila hari jadi tersebut belum ada/belum detemukan. Ternyata hari jadi Kabupaten Lobok Timur memang tidak terarsipkan. Untuk proses akademisipun dilalui untuk menemukannya. Beberapa kali diadakan seminar dengan menghadirkan pihak-pihak terkait. Akhirnya disepakatilah hari jadi Lombok Timur pada tanggal 31 Agustus. Eksistensi hari jadi tersebut telah dituangkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur yang terbit tahun 2012.

Perda hari jadi Lombok Timur telah disahkan pada tahun 2012. Dengan demikian seharusnya  Hari Jadi Lombok Timur untuk peringatan pertama dirayakan pada Agustus 2013. Peringatan ini tidak dilaksanakan karena pemerintah yang baru di Lombok Timur kala itu yang dilantik pada bulan Agustus 2013 “tidak berminat” untuk merayakan Hari Jadi Kabupaten Lombok Timur. Banyak pihak yang bernyanyi supaya Perda tentang Hari Jadi Lombok Tmur dieksekusi atau Hari Jadi dirayakan. Tetapi pemerintah berkuasa tidak bergeming. Terus bertahan tidak ingin memperingati dengan pertimbangan sendiri.  Akhirnya terpendamlah Perda tetang Hari Jadi  dalam laci meja selama lima tahun. Untung tidak dimakan rayaf sehingga bisa ditemukan dalam masa pemerintahan produk Pilkada 2018.

Pemerintah Lombok Timur produk Pilkada 2018 adalah penggagas Perda Hari Jadi Lombok Timur. Untuk itu menjadi momentum yang tepat untuk dirayakan peringatan pada tahun pertama pemerintahan. Untuk itu, tahun 2019 ini dirayakan peringatan Hari Jadi Lombok Timur untuk yang pertama dalam usia ke-124 tahun. Serangkaian dengan peringatan Hari Jadi Lombok Timur berbagai kegiatan dilaksanakan yang berorientasi untuk meningkatkan kualitas SDM Lombok Timur. Menguji talenta-talenta generasi muda Gumi Selaparang. Publikasi hasil pembangunan dan karya seni budaya dan makanan khas masyarakat Lombok Timur yang dikemas dalam branding Pekan Pesona Gumi Selaparang (PPGS). Pekan Pesona Gumi Selaparang adalah wadah promosi pariwisata Lombok Timur secara garis besar. Tetapi bila ingin menyaksikan/menikmati/menjalankan proses  yang sesungguhnya maka datanglah ke destinasi-destinasi lokasi apa-apa yang dipromosikan pada Pesona Gumi Selaparang. Inilah di antara makna yang tekandung dalam peringatan hari jadi Kabupaten Lombok Timur.

Di samping itu peringatan hari jadi juga sebagai media untuk mengevaluasi hasil-hasil pembangunan yang telah dilaksanakan dalam satu tahun berjalan. Apa  yang telah dilaksanakan dan apa yang menjadi kendala. Selanjutnya apa yang menjadi perioritas pembagunan dalam satu tahun yang akan datang. Hasil evaluasi dan rencana-rencana untuk masa depan tentu akan disampaikan pada saat puncak peringatan. Apakah dalam apel hari jadi atau tasyakuran resepsi hari jadi. Pemerintah Kabupaten  Lombok Timur akan merayakan puncak hari jadi dengan mengadakan tasyakuran hari jadi yang akan diawali dengan parade 1000-an dulang tembolak merah. Dulang ini akan dibawa oleh gadis-gadis desa se-Lombok Timur dengan menggunakan baju adat Sasak. Tiap desa minimal 5 dulang. Bila seluruh desa/kelurahan membawa 5 dulang maka akan teparadekan sekitar 254 x 5 = 1.270 buah dulang, ditambah dengan masing-masing kecamatan 2 buah dulang agung, 21 x 2 = 42 buah dulang. Dulang ini akan disajikan kepada setiap orang yang hadir dalam tasyakuran peringatan hari Jadi Lombok Timur, Sabtu, 31 Agustus 2019. Dulang simbol gotong royong dan kerjasama masyarakat Sasak.

Di masa lalu bahkan masih ada sampai saat ini, “bila ada keluarga/tetangga yang menyelenggarakan hajatan (pesta/begawe/rowah), seperti perkawinan, khitanan, haul, ngurisang,  dan lain-lain” maka keluarga atau tetangga akan menyumbangkan/membawakan dulang dengan sajian lengkap untuk dinikmati oleh orang-orang yang datang megikuti hajatan (begawe).  Makan dulang haruslah berjamaah. Karena dulang itu biasanya disantap berdua bahkan sampai berempat (begibung). Dulang harus dinikmati dan posisi duduk bersila. Tidak boleh mendahului dan harus bersama-sama. Selesaipun tidak boleh mendahului. Bila telah selesai makan dan masih ada rekan yang masih makan maka tidak boleh mencuci tangan duluan. Harus menunggu rekan yang belum selesai dan bersama-sama mencuci tangan.  Filosofis dulang ini sangat tinggi, gotong royong, berjmaah, bertata krama.

Seiring dengan zaman modern porsi penyajian dulang semakin tergerus dengan adanya budaya baru parasmanan. Mengambil makanan sambil jalan dan kadang makannya juga sambil berdiri (standing party). Padahal yang biasanya pasti makan berdiri itu yang tidak diberikan anugrah akal. Nah, kita yang dianugrahi akal ikut dan budaya dulang semakin tergerus. Argumentasinya praktis dan banyak kerjaan. Ternyata yang praktis itu bisa jadi sumber masalah. Air kemasan praktis. Tapi plastiknya masalah besar bagi masa depan anak cucu. Kita yang sekarang enak yang punya masa depan akan menderita. Banyak hal penting di masa lalu yang menjadi tradisi dan budaya sudah hampir terlupakn sangat layak untuk dihidupkan dan dikembangkan kembali untuk masa depan yang lebih membahagiakan.

Peringatan Hari Jadi Lombok Timur juga dapat dimaknai sebagai wahana silaturrahmi antara pemerintah dengan masyarakat Lombok Timur baik yang berdomisili di Gumi Selaparang maupun yang mencari kehidupan dan meniti karirer di luar wilayah Gumi Selaparang. Masyarakat Lombok Timur yang menjadi “orang” di luar Lombok Timur terutama di Pulau Lombok, dapat diundang untuk menghadiri acara puncak peringatan Hari Jadi. Bahkan dapat juga dibuatkan acara khusus untuk mereka untuk berbagi pengalaman untuk kemajuan Gumi Selaparang. Bagi yang menjadi birokrat puncak atau akademisi bisa dibuatkan acara dalam bentuk sarasehan/seminar, dan lain-lain. Banyak putra putri Gumi Selaparang yang menjadi akademisi dengan jabatan fungsional puncak, yakni Guru Besar alias Profesor. Paserta dari birokrat Gumi Selaparang, para tokoh, dan generasi muda. Jadi hari jadi juga bermakna akademis.

Hari jadi juga bermakna pelestarian pakaian adat dan kerampilan dan tradisi leluhur. Peringatan hari jadi seharusnya menggunakan pakain adat. Dan, inilah tradisi yang selalu dilakukan pada setiap peringatan hari jadi yang ada di Nusa Tenggara Barat. Lombok Timur pada puncak peringatan hari jadi akan menggunakan pakaian adat sasak lengkap dalam berbagai tingkatan. Semua yang harus menggunakan pakaian adat. Bila ini sukses maka akan dapat mengangkat para pengerajin tenun yang ada di berbagai tempat di Gumi Selaparang. Kain harus tenun dan sapuk harus dari tenun. Jangan dari batik produk pabrik. Hari jadi melestarikan budaya dan meningkatkan penghasilan masyarakat. Selamat Hari Jadi ke-124 Kabupaten Lombok Timur. Maju terus untuk masyarakat yang Aman-Sejahtera- Adil (ASA). Wallahuaklambissawab.

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or