Soal Pemindahan Lokasi Pasar, Suhaili : Sengkerang Lebih Layak Menurut Penilaian Pusat

Soal Pemindahan Lokasi Pasar, Suhaili : Sengkerang Lebih Layak Menurut Penilaian Pusat

 

Lombok Tengah SR- Bupati Lombok Tengah (Loteng), HM. Suhaili akhirnya angkat bicara terkait kisruh perpindahan Pasar Seni Tradisional Kecamatan Praya Timur Loteng, dari Desa Beleka ke Desa Sengkerang.

Dihadapan awak media cetak dan elektronik usai pelantikan anggota DPRD Loteng, Rabu (28/08/2019) ia mengaku pembangunan pasar seni tradisional, yang saat ini sedang dibangun di Desa Sengkerang, itu sepenuhnya hak pemerintah pusat.

“Kita hanya ketempatan tempat, persoalan pembangunan, itu hak pemerintah pusat termasuk pemindahan lokasi pembangunan dari Desa Beleka ke Desa Sengkerang,” terangnya.

Dikatakan, pada mulanya lokasi pembangunan akan dibangun di Desa Beleka Kecamatan Praya Timur. Namun setelah melalui proses panjang, pusat menilai di Desa Beleka tidak layak, sehingga dipindahkan ke Desa Sengkerang.

“Pusat telah turun melakukan survei dan di Desa Beleka, ternyata sesuai hasil survei pusat tidak memenuhi kriteria. Ketimbang gagal, kita pindahkan saja ke desa Sengkerang dan masalah kelayakan itu keputusan pusat dan kami tidak tahu sistem penilaiannya kayak bagaimana,” jelasnya.

Dijelaskan, dalam proses pembangunan pasar seni tradisional ini, pada termin pertama, pemerintah pusat telah menggelontorkan anggaran senilai Rp 10 Miliar. Selanjutnya pada tahap ke dua nanti, Pemerintah Pusat akan menggelontorkan dana senilai Rp 20 Miliar dan seterusnya, sampai pasar seni tradisional tersebut, dimanfaatkan.

Selanjutnya kenapa dibangun di Sengkerang, pertama karena radius antara Desa Beleka dengan Desa Sengkerang sangat dekat artinya bisa ditempuh oleh masyarakat Beleka.

Selain itu, di Desa Beleka lokasinya terlalu dalam atau jauh dari jalan besar, sedangkan di Desa Sengkerang, dekat dengan jalur provinsi dan beberapa alasan lainnya.

Bupati menambahkan, adanya kekhawatiran sejumlah pihak, kalau pembangunan pasar seni tradisional akan mengganggu pendidikan, sebab lokasinya sangat mepet dengan SMPN 2 Praya Timur. Baginya, itu tidak akan sampai mengganggu aktivitas pendidikan, sebab nantinya akan dibangunkan pembatas.
“Kekhawatiran sejumlah pihak, insyaallah tidak akan terjadi, proses pendidikan di SMPN 2 Praya Timur, tetap akan berjalan sebagaimana biasanya,” tutupnya.

Sementara itu dalam pemberitaan sebelumnya, tiga kali konsultan datang dan melakukan pengukuran, hingga desain gambarnya sudah keluar. Lebih dari itu, di media masa, Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Loteng berstatmen kalau pemerintah pusat sudah menyetujui, pembangunan pasar seni tradisional Beleka, dibangun.

Selain itu, ketika Desa Beleka masih dipimpin saudara Senang Harits, sejumlah tokoh dan pengurus partai, intens melakukan komunikasi dengan Bupati ataupun Wakil Bupati. Dimana, dari hasil pembicaraan, tanah pemda yang ada di belakang Ponpes Sohiburrahman Desa Beleka seluas 24 are, itu dijadikan sebagai lokasi pembangunan, belum lagi lahan yang berada di sekitar asset pemda, siap untuk di bebaskan. (ap)

Share this post