Di Santong, Syaikhuna Tuan Guru Bajang Gaungkan Kompak Utuh Bersatu

Di Santong, Syaikhuna Tuan Guru Bajang Gaungkan Kompak Utuh Bersatu

Lombok Utara SR – Pengajian Silaturrahim Pengurus Besar Nahdlatul Wathan yang sudah terjadwal Departemen Dakwah dan Penerangan PBNW Berlangsung di Pondok Pesantren Al-Baqiatussholihat NW Santong Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kamis (15/08/2019).
Pada pengajian kali ini hadir juga Sekjen PBNW, Prof. Dr. TGH Fakhfurrozi, MA, beberapa Pengurus PBNW, Masyaikh Ma’had Darul Qur’an wal Hadits Nahdlatul Wathan serta Anggota Majlis Al Aufiya’ wal Uqala’ dan PDNW KLU H Sulhi.
Sebelum Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH Zainuddin Atasni, menyampaikan pengarahannya, terlebih dulu diawali pengajian mukaddimah disampaikan TGH. Muzayyin Shobri, M.Pd.I. Dalam tausiyahnya, Masyaikhul Mahad ini menyampaikan kita harus tetap bersyukur dalam suka maupun duka, karena memang terlalu banyak nikmat Allah yang diberikan kepada kkta sebagai hamba Nya. “Alhamdulillah kita dibuatkan sholawat oleh Al Magfurulah Maulana Shyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Sholawat adalah bacaan agar kita diakui oleh Nabi Muhammad SAW. Karna sholawat adalah penanda kita di akhirat kelak. Oleh sebab itu kita banyak dibuatkan Sholawat oleh guru besar kita,” ungkapnya.


Pengajian kedua disampaikan Sekjen PBNW, Prof. Dr. TGH Fahrurrozi Dahlan, QH,. MA, yang menegaskan bahwa ilmu yang berat atau sulit itu bukan ilmu-ilmu langit antariksa, syariah, filsafat, tapi ilmu yang paling berat adalah ilmu ngiring (ngikut red.). Ilmu ‘ngiring’ itu juga disebut di wasiat, sami’na wa atha’na, Kami Mendengar, Kami Setia.
“Oleh karena sebagai murid Maulanasyaikh, kita harus berusaha untuk mengikuti apa yang telah diajarkan guru besar kita Almagfurulah Maulanasyaikh,” ingatnya.
Ketua Umum PBNW, Syaikhuna Tuan Guru Bajang, dalam irsyadat wattaujihat menyampaikan apapun jabatan kita di Nahdlatul Wathan tetap dihitung berjuang dalam Nahdlatul Wathan. Karena kita berjuang di Nahdlatul Wathan secara lurus dan apa adanya (jamak-jamak, Sasak red.). “Hilangkan rasa iri dengki di hati kita. Disetiap Majlis Dakwah Hamzanwadi II sering saya disampaikan, apapun yang kita lakukan mulailah dari hati, karna pekerjaan apapun yang tidak dimulai dari hati maka pekerjaan itu tidak benar,” tegasnya.
Ia juga mengajak kepada jamaah yang hadir untuk istiqomah dalam kebaikan dengan mengikuti majlis-majlis dakwah dan ilmu sebagai bekal kita kelak.
“Siapapun yang hadir di suatu majlis dengan ikhlas, akan dibalas dengan 100 kebaikan, serta Malaikat pun akan mendoakan kita, memohonkan ampun. Maka hadirlah dengan ikhlas, karna kalau tidak ikhlas tiada dapat apa-apa kecuali capek,” ujarnya.
Lanjutnya, memperbaiki hati atau mengobati hati ada beberapa caranya yaitu membaca Al Quran serta dihayati maksud ayat Al quran tersebut. Sholat Tahajjud. Ibadah malam (sebelum tidur).Puasa sunat, serta sering hadir dalam Majlis ta’lim
Baginya, sebagai Ketua Umum PBNW akan terus mengajak warga NW dan Ummat Islam untuk terus memegang erat tali persaudaraan.
“Saya hadir di tengah pelungguh sami (jamaah semua red.), untuk mempersatukan jamaah yang terpecah.
“Menyatukan hati jamaah Nahdlatul Wathan. Warga Nahdlatul Wathan adalah keluarga, mari kita kembali di satu aren ( wadah). Kompak, Utuh Bersatu dalam Organisasi Nahdlatul Wathan yang didirikan ninik Maulanasyaikh,” ajaknya. (Ari)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or