SUARA DESA 

Melirik Desa Sukaraja, Diatas Pusaran Anggaran Miliaran (bagian 1)

Minim Program, BPD Ambil Langkah Preventif

Saat ini pemerintah pusat telah memberikan keleluasaan bagi desa untuk mengembangkan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat. Lain halnya dengan Desa Sukaraja, sampai saat ini belum terlihat pekerjaan pembangunan, dan hal ini membuat BPD mengambil langkah preventif

SAPARUDDIN, LOMBOK TENGAH

PEMERINTAH pusat, telah memberikan anggaran besar kepada pemerintah tingkat desa. Di mana tahun ini, pemerintah pusat telah menaikkan anggaran untuk pemerintah desa.

Dimana sebelumnya, anggaran untuk pemerintah desa Rp 1 miliar lebih, tergantung jumlah luas wilayah dan jumlah penduduk.

Sedangkan untuk tahun 2019, telah dinaikkan, dari Rp 1 miliar lebih menjadi 2 Miliar lebih. Besarnya anggaran yang di berikan oleh pemerintah pusat, itu tergantung luas wilayah dan jumlah penduduk.

Selanjutnya, anggaran tersebut diserahkan atau dikelola pemerintah desa, semuanya itu, bertujuan untuk meningkatkan indeks pembangunan di masing masing desa, guna memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masing masing wilayah setempat.

Salah satunya di Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah, besarnya anggaran belum terlihat ada program yang bersifat preventif artinya sebuah tindakan yang diambil untuk mengurangi atau menghilangkan kemungkinan terjadinya suatu kejadian yang tidak diinginkan di masa depan. Salah satunya pengadaan Pembangunan drainase, aspal lapen, penalutan dan yang lainnya.

Tidak adanya program yang mengarah ke program preventif tersebut, akhirnya pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah langsung tancap gas.

Berbagai upaya, pun dilakukan, salah satunya mencari sumber dana lain, seperti program pemerintah daerah, yang di titip di masing masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Lombok Tengah.

Seperti yang ada di dinas Pertanian dan Perternakan (Dispertanak), Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Mineral (Pusdem) dan sejumlah SKPD lainnya, yang ada di Lombok Tengah.

“Kami telah berusaha semaksimal mungkin, mencari cara lain, untuk bisa membangun dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata ketua BPD Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah Murti kepada Suara Rinjani.

Untuk tahun ini, pihaknya telah diberikan bantuan seperti drainase di dusun Muntung Kejok hingga Muntung Bila dan bahkan drainase di depan kantor desa yang sudah rusak, juga dianggarkan lewat APBD murni.

“Drainase di depan kantor desa saja, kita dapatkan dari APBD murni, bukan dari desa,” terang mantan ketua PNPM Praya Timur ini

Selanjutnya penalutan, pemasangan drainase dan rabat beton Di Dusun Rajak dan aspal Lapen mulai dari Dusun Muntung Bila, Aik Pael hingga di Dusun Songkok dan Karang Katon.

“Dari semua pengerjaan yang di dapatkan tahun ini, bersumber dari APBD murni, tanpa ada peran dari desa,” ungkapnya.

Kenapa pihaknya mengatakan tanpa peran desa, pihaknya bersama tokoh di desa, bergerak sendiri, tanpa ada surat yang dikeluarkan pihak desa, namun Alhamdulillah apa yang jadi prioritas dan kebutuhan masyarakat, yang sudah di ajukan diterima, sehingga beberapa program tersebut, ada yang sudah jadi dan ada juga yang masih dalam proses pengerjaan dan insyaallah akan ada lagi program lain, yang sedang di kaji, sesuai kebutuhan masyarakat.

“Sekedar melaporkan ke desa terkait program di atas sudah kita laporkan, namun kalau masalah surat menyurat terkait hal diatas, desa seoalah olah tidak mau tahu. Dan bagi saya itu tidak perlu, semestinya, desa yang harus membimbing kami bukan kami yang harus membimbing mereka,” sindirnya.

Ditanya apa saja program yang dilaksanakan desa Sukaraja yang dianggarkan melalui, Alokasi Dana Desa (ADD) ataupun Dana Desa (DD), Semurti mengaku, pihaknya kurang tahu, dan jika ingin tahu silahkan langsung saja ke kades. Sebab pihaknya bersama sejmlah tokoh masyarakat desa Sukaraja, sedang fokus mengerjakan beberapa program yang sedang di kerjakan.

“Yang jelas, desa pasti ada program, tapi apa yang sedang kami kerjakan itu lebih penting bagi masyarakat, sebab itu menurut saya salah satu kebutuhan terpenting guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat kami di desa Sukaraja. Kalau adik ingin tahu detail terkait program, silahkan langsung ke kantor desa,” pintanya sambil berlalu. (Bersambung)

Related posts