Loteng Gas Poll Mekarkan Kecamatan

Loteng Gas Poll Mekarkan Kecamatan

Lombok Tengah SR- Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), bergerak cepat penuhi sejumlah persyaratan, guna melakukan pemekaran terhadap sejumlah Kecamatan di Loteng.

Salah satunya, pembentukan tim penataan wilayah administrasi wilayah kabupaten Loteng.

“Insyaallah, kami bersama tim penataan Wilayah adminstrasi Loteng, akan melakukan rapat pada hari Kamis 1 Agustus mendatang,” kata stap ahli bidang hukum dan pemerintahan, Murdi, Senin (29/07/2019).

Dalam rapat tersebut lanjutnya, sejumlah pejabat, baik yang ada di Kabupaten ataupun di Kecamatan dan pemerintah desa, termasuk Tokoh Agama (Toga), Tokoh Masyarakat (Toma),  juga akan diundang. “Yang jelas, yang berkompeten kita akan undang,” cetusnya.

Dikatakan, potensi pemekaran di beberapa kecamatan di Loteng sangat berpeluang, sebab beberapa kecamatan tersebut, baik secara jumlah penduduk, umur kecamatan dan beberapa persyaratan lainnya sudah terpenuhi.

Kecuali di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Praya Tengah, Praya Barat Daya dan Kecamatan Batukliang Utara. “Dari 12 Kecamatan di Loteng, hanya Kecamatan Praya Tengah, Praya Barat Daya dan Kecamatan Batukliang Utara, yang tidak bisa di mekarkan, di sebabkan tiga kecamatan ini dinilai masih baru lepas dari induknya,” ungkapnya.

Sedangkan untuk, Kecamatan yang paling intens memenuhi beberapa persyaratan pemekaran, diantaranya Kecamatan Janapria dan Kecamatan Praya Timur. Sedangkan 7 Kecamatan lainnya, masing masing Kecamatan Pujut, Kopang, Batukliang, Praya, Praya Barat, Pujut dan Kecamatan Jonggat, masih adem adem, tapi berproses.

“Hanya Kecamatan Pujut dan Praya, bisa memenuhi syarat di mekarkan jadi tiga, sedangkan yang lain, hanya bisa di mekarkan jadi dua,” beber mantan PLT Camat Praya Timur ini.

Dijelaskan, untuk satu Kecamatan, minimal sudah ada 10 desa difinitip. Sedangkan saat ini jumlah desa difinitip sebanyak 127 di tambah sejumlah desa persiapan dan desa yang akan dimekarkan, berjumlah 276 desa.
Selain itu, terdapat 18 kelurahan dan yang bisa dimekarkan, sebanyak 6 Kelurahan.

“Pada intinya, proyeksi desa pemekaran sebanyak 149 dari 127 desa, setelah dimekarkan menjadi 276 desa, sedangkan kelurahan dari 18, yang bisa dimekarkan sebanyak 6, sehingga, jumlah kelurahan menjadi 24 dan untuk Kecamatan, dari 12 Kecamatan setelah dimekarkan menjadi 25 Kecamatan,” jelasnya.

Terhadap hal itu, pihaknya berharap kepada seluruh masyarakat Loteng, untuk memberikan dukungan kepada pemerintah, agar proses pemekaran berjalan sebagai mana yang di rencanakan. (Ap).

Share this post