Tuntutan Tak Dipenuhi, GMKH Bangun Tenda Depan Kantor PT STM

Dompu SR – Masyarakat Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu NTB yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Kecamatan Hu’u (GMKH) kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor PT. Sumbawa Timur Minning (STM), Kamis (04/07). Bahkan kali ini massa membangun tenda di depan kantor PT STM sebagai bentuk kekecewaan atas belum direalisasikan tuntutan masyarakat.
Koordinator GMKH, Khaerul Amin Mahdon, menuntut dan mendesak kepada pimpinan perusahaan agar segera menindaklanjutinya. Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya 8 tuntutan itu adalah Pertama, PT. STM harus segera memecat saudara Ultah dan Alamsyah sebagai koordinator dan staf humas perusahaan, karena dinilai tidak mempunyai kompetensi dan telah gagal menghubungkan kepentingan perusahaan dengan kepentingan masyarakat kecamatan Hu’u dan dinilai arogan dan cenderung memihak pada kelompok tertentu.
Massa juga meminta pekerjaan catering harus dikembalikan berdasarkan kesepakatan awal yang dikelola oleh perusahaan lokal secara bergilir untuk masing-masing desa yang ada di Kecamatan Hu’u dan segera memutus kontrak dengan PT. PBU. Demikian juga soal CSR yang harus transparan, perusahaan juga wajib melaksanakan pelatihan sertifikasi K3 atau pelatihan sertifikasi kemampuan pada masyarakat Hu’u usia kerja, sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap persiapan SDM lingkar tambang siap kerja minimal 100 orang setiap tahun.
“Tenaga kerja diprioritaskan warga lingkar tambang. PT STM harus secara terbuka memprioritaskan perusahaan lokal untuk bekerjasama dengan PT. STM,” tandasnya;
Massa GMKH sebelummnya melakukan aksi  bakar ban mobil di depan Kantor PT. STM Hu’u, Senin (24/6) lalu, dan ditindaklanjuti dengan mendirikan tenda di depan PT STM.
Pada aksi saat itu perwakilan massa aksi ditemui Ulyah dan Alamsyah Saputra yang merupakan humas di perusahaan tersebut. Namun rupanya pertemuan tersebut menemui deadlock (jalan buntu). Massa GMKH menilai pihak perusahaan tidak mau memenuhi satupun dari 8 tuntutan tersebut. Akhirnya massa aksi membangun tenda di depan pintu gerbang masuk perusahaan tersebut
“Tenda harus kami bangun di depan gerbang PT. STM, karena mereka tak sedikitpun mau membuat komitmen untuk memenuhi tuntutan masyarakat,” ungkap Khaerul Amin Mahdon.
Ia mengatakan GMKH akan terus memboikot aktivitas yang dilakukan perusahaan tersebut sampai tuntutan-tuntutan mereka dipenuhi.
“Kami melakukan aksi ini demi kepentingan masyarakat Hu’u khususnya dan masyarakat Dompu umumnya agar mendapatkan hak yang sama untuk bekerja,” tegasnya.
Sementara itu, pihak perusahaan yang ingin dikonfirmasi media ini pada Senin (24/6) terkait tuntutan massa aksi menolak untuk memberikan keterangan kepada media.
“Maaf kami tidak bisa memberikan keterangan kepada pers terkait hal ini,” ungkap seorang security perusahaan tersebut setelah menghubungi bagian Humas perusahaan tersebut. (Mul)

Share this post