Subhanallah…Terdata 1.629 Thullab Baru Ma’had DQH NW Anjani, Ikuti Cukuran Massal

Subhanallah…Terdata 1.629 Thullab Baru Ma’had DQH NW Anjani, Ikuti Cukuran Massal

TGB Zainuddin Atsani : Itu yang Terdata, sedang yang belum masuk daftar mencapai 1.700 an lebih

Lombok Timur SR – Ma’had Darul Qur’an wal Hadits al – Majidiyah Assyafiyah Nahdlatul Wathan, adalah anak emasnya almagfurulah Maulana Syaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid. Bahkan dalam setiap kesempatan semasa hayat beliau sering mengumpamakan anak Mah’ad adalah sebagai anak kandung laki-laki beliau yang siap melanjutkan perjuangan organisasi NW seluruh penjuru dunia.
Hal ini pun terbukti, karena thullab Mahad memang dikader untuk menjadi Muballig, para wali dan ulama yang siap menyebarkan panji-panji Islam melalui Nahdlatul Wathan. Puluhan ribu alumi atau yang akrab disebut Mutkharrijin untuk alumni laki dan Mutkharrijat untuk sebutan alumni wanitanya tersebut tersebar di berbagai derah di Nusantara untuk mengamalkan ilmunya bahkan ada sampai ke luar negeri.
Tahun ini, Mahad DQH NW yang berpusat di Anjani Lombok Timur NTB genap berusia 54 tahun. Dalam usia setengah abad lebih ini minat masyarakat untuk memasukkan anaknya ke perguruan salafi yang didirikan ulama terkemuka ini tidak pernah surut, bahkan tahun ini jumlah thullab/tholibat (mahasiswa/wi) mencapai 1.629 an lebih dengan rincian, thullab (laki) 811 orang, Tholibat (wanita) sebanyak 818, untuk gelombang I. Jumlah ini akan terus bertambah, sampai waktu pelaksanaa Adzikrol Hauliyah (ulang tahun) ke 54 yang dilaksanakan, Ahad (24/06) besok.

Demikian disampaikan Wakil Amid Mahad DQH NW Anjani, TGH Zaini Abdul Hanan, M.Pd.I di arena cukuran massal, di halaman Masjid Jamik Darul Quran Wal Hadits NW Anjani, Sabtu (22/06/2019).
Pada Cukuran massal ini dihadiri lima ulama dari Makkah al Mukarromah, yaitu, Syaikh Majid Said Ma’sud Salim Rahmatullah, Syaikh Mustofa, Syaikh al Hafiz Ahmad Yar, Dr. Syaikh Sayyid Abdul Karim, dan putranya, Syaikh Sa’ad bin Sayyid Abdul Karim bin Abdul Gafur, Ketua Umum PBNW Hj St Raihanun ZAM, Amidul Mahad DQH NW Anjani, Tuan Guru Bajang KH Zainuddin Atsani M.Pd.I., semua masyaikh Mahad.
Amidul Mahad DQH NW Anjani, Tuan Guru Bajang KH Zainuddin Atsani, mengaku sangat bahagia dan bersyukur atas masih terus eksis nya perguruan tinggi pengkaderan wali dan ulama ini. Bahkan semakin berkembang bukan hanya dari dalam negeri saja thullabnya, tapi sudah ada thullab dari luar negeri. Ini adalah buah yang didapatkan pendiri Mahad Darul Qur’an wal Hadits termasuk bukti kekeramatan pendiri Mahad, almagfurulah Maulana Syaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid.
“Maka wajib bagi kita sebagai penerus perjuangan beliau untuk tetap kompak, untuh, bersatu dalam terus mengembangkan dan lestarikan apa yang diwariskan kepada kita sebagai murid dan keturunanya,” tegas Amid, yang juga Rektor IAIH NW Lotim ini.

Menurutnya, dua tahun terakhir ini thullab mahad Alhamdulillah selalu tembus 1000 lebih. Inilah bukti kita terus mendapat keberkahan dari pendiri Mahad. Oleh sebab itu maka bagi thullab baru mulailah berkat untuk menuntut ilmu dan bersihkan hati.
“Karena kunci ilmu itu adalah bersih niat dan hati termasuk bersih zohiriyah. Semoga dengan cukuran rambut bagi semua thullab baru yang laki-laki ini sebagai simbol pembersihan hati secara total untuk menuntut ilmu di Mahad ini,”harapnya.
Ketua Umum PBNW Ummuna Hj St Raihanun Zainuddin AM dalam amanatnya menitipkan pesan kepada thullab Mahad semuanya untuk terus kompak untuk bersatu dalam menjaga dan memperjuangkan NW untuk kejayaan Islam dan keutuhan Bangsa Indonesia.
“Ma’had ini didirikan oleh Wali Kutubulaktob (raja para wali sedunia), yaitu Maulanasyaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid. Jadi janganlah merusak nama Mahad ini. Jadilah murid Maulanasyaikh yang selalu taat kepada Allah dan berahklak mulia,” imbuhnya.
Pada acara Cukuran Massal itu juga dilakukan pengijazahan kitab-kitab bagi thullab dan tholibat mahad yang tamat tahun ini sebanyak 650 orang yang pengijazahan nya langsung dipimpin keturunan pendiri Madrasah Assaulatiyah Makkah, Syaikh Majid Said Masud Salim Rahmatullah.
Wakil Amid Mahad, TGH Anas Hasyri, kepada Suara Rinjani, menyampaikan bahwa Mahad itu keutamaannya adalah ada pada kesederhanaan, baik dari pakaian dan sistem belajarnya. Berpakaian di Mahad itu harus sederhana mengikuti apa yang telah di wariskan Maulanasyaikh dulu. Jadi jangan buat pakaian yang macam-macam apalagi berbeda dari apa yang telah tetap Maulanasyaikh.
“Maulanasyaikh itu kepada thullab Mahad dulu mengatakan kenapa Mahad berpakaian serba putih supaya semuanya bisa menunaikan ibadah haji,” katanya mengingatkan.

Pengajian pada acara Cukuran Massal Mahad, disampaikan Dr. Syaikh Sayyid Abdul Karim.
Selain lakukan pengijazahan kitab untuk thullab dan tholibat Mahad yang tamat, juga dilakukan pembaitan sebagai anggota Barisan Hizbullah NW Ketua Umum PBNW Ummuna Hj St Raihanun Zainuddin AM. Itu artinya, thullab yang tamat otomatis menjadi anggota Barisan Hizbullah NW. (vin)

Share this post