Jelang Hultah NWDI, Ratusan Warga NW Gotong Royong Buat Tetaring

Jelang Hultah NWDI, Ratusan Warga NW Gotong Royong Buat Tetaring

Lombok Timur SR – Ada satu tradisi unik yang ditinggalkan pendiri NW semasa hayatnya, Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Tradisi itu muncul setiap menjelang perayaan hari ulang tahun (Hultah) NWDI. Dimana tradisi tersebut adalah pembuatan tetaring (Sasak) terop dari daun kelapa, dan bertiang bambu, secara bergotong royong.
Tradisi itu, hingga saat ini terus dilestarikan penurusnya dan warga NW. Pada perayaan Hultah NWDI ke – 84 yang direncanakan akan digelar 30 Juni mendatang, pembuatan tetaring secara bergotong royong di medan Hultah NWDI ke 84 di Ponpes Syaikh Zainuddin NW Anjani, berlangsung pada Ahad 16 Juni 2019.
Dikomandoi Koordinator Tetaring dan Panggung Panitia Hultah NWDI ke 84, TGH Zaini Abdul Hannan, pengurus NW dari berbagai daerah khususnya yang ada di Pulau Lombok sudah mendapat jatah lokasi pembuatan tetaring. Lokasi Hultah ini sekitar 2,5 hektar. Setiap cabang NW mendapat 5-10 are lokasi yang harus dibuatkan tetaring.

Inilah Tetaring yang sudah jadi, yang dibuat warga NW sebagai lokasi Hultah NWDI ke 84

Setelah masing-masing cabang NW mengetahui lokasi jatah mereka, dengan sigap warga yang penuh suka cita ini mulai mendirikan tetaring tersebut. Ada yang menggali lubang untuk tiang, buat tali dari bambu, ada yang mengulat kelansah (dari daun kelapa tua red.) dan bahkan ada yang naik untuk membuat atap tetaring tersebut.
“Alhamdulillah, semua pengurus NW dari tingkat daerah hingga anak cabang sudah mendapat jatah lokasi pembuatan tetaring untuk pengajian akbar Hultah NWDI ke 85, pada 30 Juni mendatang di Anjani,” kata TGH Zaini Abdul Hanan, saat memimpin warga NW membuat tetaring, Ahad (16/06/2019).
Lanjut Masyaikhul Ma’had ini, target kita memang satu hari harus tuntas kita atapi medan Hultah NWDI yang luasnya 2,5 hektar ini. Andaipun ada cabang yang belum bisa menyelesaikan hari ini, bisa diselesaikjan besok harinya.
“ Namun dengan semangat jamaah NW ini, Alhamdulillah rampung pembuatan tetaring ini satu hari, kalau ada yang tersisa itu hanya sebagian kecil saja,” ungkapnya.(vin)

Share this post