Tambang Pasir Illegal akan Diberi Sanksi Tegas

Tambang Pasir Illegal akan Diberi Sanksi Tegas

Dompu SR- Penambang diberikan illegal yang terjadi di Padang Savana Doro Ncanga Kecamatan Pekat akan diberikan sanksi tegas. Pasalnya selama ini para penambang pasir illegal tersebut tidak mengindahkan plank yang dipasang Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu, diareal penambangan golongan C tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu, H. Albu Hairum., M.Si., melalui Kabid Lingkungan Hidup, Andi Bahtiar ST., M.Si., diruangan kerjanya  belum lama ini menjelaskan selama ini para penambang pasir illegal sudah berikan sanksi berbentuk sosialisasi, namun hingga kini penambangan tersebut masih saja dilakukan.
“Kami akan melaksanakan penertiban dengan segenap aparat dan akan memberikan sanksi tegas. Para sopir indiviu ini seakan tidak melihat plank yang dipasang. Terkadang mereka melintasi jalur yang menuju calabai dipasang plank tersebut,” tegasnya.
Padahal lanjutnya, tempat pemasangan plank tersebut merupakan jalur aktif penambang pasir illegal. Memang kami pasang pada jalur keluar masuk truk. Diakuinya, para truk ini mengambil pasir tidak hanya pada bagian bawah laut juga mengambil pada bagian atas kaki gunung Tambora.
Selama ini, sosisalisasi tetap dilakukan hanya saja memberikan sanksi tegas belum pernah. Sebab selama dilakukan sosialisasi, penambang pasir ini merupakan berbeda-beda orang sehingga sosialisasi belum terkena pada seluruh penambang illegal.
Seharusnya, disini yang berperan aktif adalah aparat desa setempat dan aparat kepolisian. Namun terkadang aparat desa dan kepolisian menutup mata dengan hal ini. Jika aparat keamanan bersih tegas maka seluruh kendaraan roda empat “truk” akan kena sanksi semua.
“Kalau saja polisi duduk atau stand bay di pantai Hoddo maka truk tidak berani ambil pasir, karena sudah jelas mengambil pasir tanpa ijin,” harap Andi.
Lanjut Andi, penambang ini masih menggunakan alat manual seperti sekop. Sementara ada juga yang menggunakan alat berat. Jika menggunakan alat berat tentu harus ada ijin resmi dari pemerintah setempat. Kontraktor yang mengerjakan proyek jembatan di Doro Ncangan sudah dua kali tegur lantaran menjual pasir pada truk pengangkut pasir. Padahal ini tentu sudah melanggar karena mereka hanya mengerjakan proyek jembatan bukan menjual pasir.
“Tindakan yang dilakukan tersebut sudah ditegur hingga dua kali.Kami sudah melakukan teguran dua kali agar tidak menjual pasir pada truk pengangkut pasir ke Dompu, Bima, Sumbawa dan Lombok,” tegasnya sembari mengatakan karena ini merupakan ulah dari operator alat berat.
Diakui Andi, kondisi pasir hasil letusan tersebut memiliki nilai jual tinggi lantaran memiliki biji yang sangat bagus. Bahkan masyarakat di luar Kabupaten Dompu berani membeli pasir Doro Ncanga ini untuk dijadikan bahan bangunan nomor satu. Sebab pasir ini jika dicampur dengan semen maka kekuatan semakin bagus. Apalagi digunakan sebagai bahan pengecoran jembatan dan merabat gang ini lebih bagus, karena kekuatan ada pada campuran tersebut.
“Oleh sebab itu, pasir hasil letusan banyak diincar oleh proyek proyek untuk pengecoran. Bahkan lanjutnya, pasir yang memiliki biji hitam pekat ini dijual oleh para truk hingga dipulau Lombok. Itulah sebabnya para penambang ini memaksa untuk mengambil pasir, selain dari harga jual tinggi juga mendapatkan pasir lebih gampang,”jelasnya.
Biasanya, lanjut, Andi, para truk individu ini, pada musim penghujan akan mengambil pasir dari aliran sungai. Sebab pasir yang datang iru pasir yang dibawa oleh banjir dari atas kaki gunung Tambora. Bahkan truk ini mengambil pasir di pinggir jalan, dan itu sudah sering dijumpai.
Jika masuk pada musim kemarau truk ini akan mencari lahan baru untuk diambil. Meski sudah ada plank yang berdiri tegak. Untuk lebih mengamankan tambang liar ini kata Andi akan dilakukan operasi mendadak guna memberikan sanksi tegas pada penambang illegal tersebut.
“Itu akan dilakukan dengan aparat Desa setempat, Pol PP, Babinsa, serta aparat kepolisian. Dan itu dilakukan untuk memberikan efek jera pada mereka,”pungkasnya.(Mul)

Share this post