H Sumum : Hasil Evaluasi Kinerja, Tiga Kasek SD Layak Dimutasi

H Sumum : Hasil Evaluasi Kinerja, Tiga Kasek SD Layak Dimutasi

Lombok Tengah SR – Setelah pelantikan besar-besaran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) terhadap jabatan kepala sekolah (Kepsek) SD dan SMP di awal tahun 2019 ini. Dinas terkait bergerak cepat melihat tingkat capaian kinerja Kepsek yang ada. Hasilnya, tiga kepala sekolah berdasarkan hasil evaluasi dinyatakan layak untuk di ganti.
Kepala Dinas Pendidikan Loteng, Drs. H. Sumum, SPd, MPd, Kamis (23/05/2019) menyatakan, pihaknya membenarkan evaluasi tahunan setiap tahunnya dilakukan terhadap capaian kinerja Kepsek di tingkat SD dan SMP yang ada. Namun dari hasil evaluasi lain yang dilakukan pihak Dinas Pendidikan, disimpulkan ada tiga sekolah setingkat SD yang capaian kinerja Kaseknya jalan di tempat alias tidak mampu merubah kualitas pendidikan. “Ini hasil evaluasi pada program INOVASI kami temukan ada Kepsek yang kinerjanya jalan ditempat,” ungkapnya.
Adapun penilaian yang dilakukan dinas pendidikan terhadap tiga Kepsek ini yakni, pada kemampuan dan motivasinya di sekolah masih rendah. Dengan begitu bisa di pastikan ke tiga Kepsek ini tidak mampu melakukan sosialisasi, baik di dalam maupun di luar sekolah.
“Artinya Kepsek ini tidak mampu menjalankan tugas tambahan yang diberikan pemerintah daerah dalam hal ini Bupati,” terangnya.
Kepada tiga Kepsek tersebut saat ini di dorong untuk diberikan pembinaan terlebih dahulu oleh masing-masing pengawas. Kalau memang nanti hasilnya tidak bisa di bina, maka keputusan untuk merekomendasikan di ganti oleh Bupati jalan terakhir akan di tempuh pihak dinas. “Ya terpaksa kita usulkan dimutasi nanti, daripada anak bangsa yang dirugikan oleh satu orang,” tegasnya.
Evaluasi yang dilakukan ini menurutnya sebagai rujukan dalam memberikan pembinaan maupun reward kepada Kepsek. Dan saat ini evaluasi terus dilakukan hingga akhir tahun nanti, sehingga jika memang ada kinerja Kepsek rendah dari evaluasi tahunan yang dilakukan. Maka mutasi pun akan dilakukan kepada Kepsek yang kualitasnya memang rendah seperti yang dilakukan pada mutasi awal tahun 2019 ini. “Kalau kulitasnya rendah pasti kami eksekusi untuk diganti dengan yang lebih mampu,” ujarnya. (ang)

Share this post