Kiat MTsN I Loteng Bangun Generasi Siap Pakai, Dilatih Kuasai Semua Bidang

Kiat MTsN I Loteng Bangun Generasi Siap Pakai, Dilatih Kuasai Semua Bidang

Semua madrasah atau sekolah tentunya memiliki tujuan yang sama, dalam mencerdaskan anak bangsa, termasuk MTsN 1 Lombok Tengah. Di madrasah ini malah memiliki cara lain dalam membina peserta didik, disamping menguasai pelajaran formal, siswa juga dituntut buat tulisan, yang dikumpulkan dalam satu buku . Berikut Pemaparan Suara Rinjani

SAPARUDDIN
LOMBOK TENGAH

MADRASAH atau sekolah merupakan nama lembaga pendidikan, jika sebutan sekolah itu rata rata dibawah binaan Dinas pendidikan, sedangkan lembaga pendidikan di sebut madrasah, tentunya lembaga tersebut berada di bawah binaan Kementerain Agama.
Di Lombok Tengah sendiri, lembaga pendidikan yang berada di bawah binaan Kementerian Agama, yang disebut madrasah, seperti MTsN I Lombok Tengah. Di madrasah ini, dalam membina peserta didik atau generasi penerus, serasa beda dengan madrasah ataupun sekolah lainnya.
Jika di sekolah atau madrasah lain, siswa tersebut dituntut mahir dan menguasai pelajaran formal mereka, di MTsN I Lombok Tengah ini, pun demikian. Cuman yang membedakan lulusan MTsN Lombok Tengah, dengan madrasah lain, lulusan MTsN I Lombok Tengah, ternyata jagonya dalam membuat buku dongeng atau drama.
“Kalau tidak salah, terhitung lulusan tahun 2014 sampai tahun 2019, semua lulusan MTsN Lombok Tengah, memiliki peninggalan berupa tulisan berbentuk cerita atau tulisan drama,” kata Kepala MTsN I Lombok Tengah, Nasruddin Mansur di ruang kerjanya, Jumat (24/05/2019).
Tulisan tulisan tersebut lanjutnya, itu dikumpulkan, setalah dilakukan pemeriksaan oleh guru bahasa Indonesia, mana yang lulus sensor, itu dikumpulkan dan dibuat menjadi buku dan itu akan menjadi kenangan di madrasah.
“Buku hasil karangan siswa, itu kami priksa dan yang lulus sensor, itu kami kumpulkan dan dijadikan buku siap saji,” ungkapnya.
Dijelaskan, membuat buku cerita atau dongeng, itu dikhususkan untuk siswa kelas VIII dan kelas VIIII, guru bahasa Indonesia memberikan siswa tugas. Selanjutnya itu dikumpulkan, yang dinilai baik oleh guru bahasa Indonesia, itu diamankan dan selanjutnya dibuat dalam satu tulisan satu buku.
Dimana satu buku, jumlah halamannya, sampai 457 hingga halaman 509 “Malah sekarang saja buku hasil karya siswa yang sudah dijilid menjadi buku siap saji, berjumlah 245 buah, dan itu kami simpan di meja atau rak perpustakaan madrasah,” paparnya.
Kepala Madrasah termuda di kalangan madrasah negeri di Lombok Tengah Ia menambahkan, baru baru ini, pihaknya sempat dipanggil oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Tengah.
Dimana beliau meminta membawakan buku hasil karya siswa dan saat ini hasil karya siswa MTsN I Lombok Tengah, sudah di pajang di meja atau rak Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Tengah.
“Bukannya kami sombong, tapi yang jelas tulisan hasil karya siswa MTsN I Lombok Tengah, bisa di dapatkan di Perpustakaan Lombok Tengah,” tutupnya. (**)

Share this post