Kejari Praya Akhirnya Tahan Mantan Kades Pengembur

Kejari Praya Akhirnya Tahan Mantan Kades Pengembur

Lombok Tengah SR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya, Kabupaten Lombok Tengah (Kab. Loteng) akhirnya memenuhi janjinya akan mengkerangkeng atau melakukan penahanan terhadap tersangka korupsi Dana Desa (DD) mantan Kepala Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Supardi Yusuf, yang ditetapkan Kejari Praya sebagai tersangka dan langsung di tahan, Kamis (09/05) lalu.
Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Praya, Kunto Agung W dikonfirmasi menyatakan, pihaknya membenarkan menahan mantan Kades Pengembur, atas dugaan kasus korupsi Dana Desa. Dimana pada hari itu tersangka setelah diberikan surat penahanan dan dipakaikan rompi tahanan, kemudian dititipkan di Rutan Praya. “Benar kami tahan tersangka korupsi DD Pengembur,” ungkapnya.
Sebelumnya, Supardi Yusuf diberikan surat panggilan sebagai tersangka oleh pihak Kejari Praya pada Jumat pekan lalu. Kemudian tersangka pada Kamis kemarin datang seorang diri ke Kejari Praya tanpa didampingi pengacara. “Saat tersangka datang menghadiri panggilan kami sempat tanya, dan dia mengatakan tidak menggunakan pengacara,” terangnya.
Tersangka datang menghadiri panggilan Jaksa sekitar jam 10.30 Wita dan diperiksa sampai jam 13.00 siang. Berdasarkan hasil keputusan tim jaksa, kemudian ditetapkan tersangka ditahan dengan alasan agar tersangka tidak menghilangkan alat bukti dan tidak melarikan diri. “Kami tahan tersangka hingga 20 hari kedepan,” tegasnya.
Saat ini, berkas tersangka Supardi Yusuf masuk dalam tahap kedua yakni penyidikan. Kemudian karena berkas tersangka sudah lengkap, kemudian berkasnya diserahkan ke tim yang akan menyidangkan. “Secepatnya kami ajukan ke persidangan,” sambungnya.
Kasus yang membelit mantan Kades Pengembur, yakni dengan kasus dugaan penyelewengan DD tahun 2017. Dimana akibat ulah pelaku, negara dirugikan berdasarkan hasil audit BPK sebesar Rp 825 juta. Sementara tersangka dikenakan dengan Primer pasal 2 jo pasal 18 jo pasal 55 ayat (1) subsider pasal 3 jo pasal 18 jo psl 55 ayat 1 UU Tipikor.
“Dimana tersangka di jerat dengan kurungan paling sedikit satu tahun sampai seumur hidup,” pungkasnnya.
Sampai saat ini, dari total uang Negara yang sudah di korupsikan, Supardi Yusuf telah mengambalikan senilai Rp.30 Juta sedangkan Bendara Desa sekitar Rp.186 Juta.
Masih banyaknya kekurangan uang yang belum dikembalikan, sampai saat ini beberapa surat pemilikan atas nama Supardi Yusuf sudah diamankan, termasuk sertifikat rumah. (ang/ap)

Share this post