IAIH NW Lotim, Visi Kebangsaan dan Keagamaan

IAIH NW Lotim, Visi Kebangsaan dan Keagamaan

Oleh : M. Muslihat Diahmad
PR II/Dosen IAIH NW Lombok Timur, Anjani

Kegiatan perkuliahan pada intinya sebagai syarat untuk terpenuhinya proses pembelajaran, wahana melestarikan pendidikan yang berlatar kurikuler maupun non kurikuler, meneguhkan keberadaan dan eksistensi perguruan tinggi agar terus langgeng. Sebagai upaya untuk menanamkan konsep perguruan tinggi yang berkualitas dan bermutu, dengan tetap melaksanakan program tri dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, di samping terukurnya evaluasi berjenjang dari institusi, fakultas, jurusan sampai program studi melalui kegiatan visitasi yang diselenggarakan oleh lembaga independen Badan Akreditasi Nasional pusat.
Beberapa data dan informasi menunjukkan bahwa kondisi IAIH NW Lombok Timur saat ini dengan status sebuah institut sebagai institusi terdaftar atau dengan izin operasional (2011), menampung tiga fakultas yaitu Tarbiyah, Syari’ah, dan Dakwah. Tiga jurusan dan prodi yang sudah terakreditasi yaitu prodi Komunikasi Penyiaran Islam, prodi Mu’amalah, dan prodi Pendidikan Agama Islam. Untuk memenuhi legalitas penuh menjadi lembaga institut, maka persyaratan tersebut ditingkatkan, menambah menjadi enam prodi atau bahkan lebih, dengan membuka prodi PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah) 2015, PBA (Pendidikan Bahasa Arab) 2016, dan Prodi Ahwalu asy-Syakhsiyah (Hukum Keluarga) 2016, maka persyaratan minimal sebagai lembaga institut terpenuhi.
Dua minggu lalu, tepatnya tanggal 4 sd 6 April 2019 telah diadakan kegiatan visitasi Program Studi PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiah) yaitu kegiatan akreditasi untuk menilai dan mengevaluasi sejauh mana penyelenggaraan prodi tersebut yang hasilnya akan membuahkan sertifikasi mutu dengan bobot nilai A, B, C, dan seterusnya sesuai penilaian dari BAN Pusat. Menyusul kemudian pada tanggal 29 April yang akan datang dinilai adalah Program studi Mu’amalah, Jurusan Mu’amalah Fakultas Syari’ah IAIH NW Lombok Timur. Visitasi yang ketiga dalam kesinambungan akreditasi prodi Mu’amalah.
Melihat kegiatan akreditasi pada level program studi yang terus berlanjut, maka IAIH NW berbenah dengan menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam kegiatan itu. Jumlah tenaga pengajar (dosen) 80 orang, yang terdiri dosen tetap dan dosen tidak tetap. Ada yang sudah mendapat sertifikat pendidik untuk dosen dan ada juga yang belum. Jumlah tenaga kependidikan orang ditambah karyawan 38 orang. Tersebar di masing-masing fakultas, prodi, rektorat, unit pelaksana perpustakaan, dan laboratorium.
Sejumlah 956 sks atau lebih yang tersebar di tiga fakultas, tiga jurusan dengan enam prodi harus dipenuhi dalam setiap semester, baik semester ganjil maupun genap. Tahun akademik yang dibagi dalam 2 (dua) semester, masing-masing terdiri atas maksimum 16 minggu. Dengan menerapkan administrasi Sistem Kredit Semester (SKS), dengan penilaian mutu dan bobot angka melalui satuan kredit semester (sks).
Karena tahun akademik penyelenggaraan pendidikan tinggi dimulai pada bulan September/Oktober merupakan semester ganjil, maka pada semester genap tahun 2019 diawali pada bulan Maret 2019. Pada akhir bulan Pebruari 2019 yang lalu IAIH NW Lotim sudah menyelenggarakan ujian akhir semester (uas) dan ujian kualifikasi mutu (ukm) ganjil, dan alhamdulillah sudah selesai dilaksanakan dalam suasana yang kondusif.
Untuk terwujudnya Perguruan Tinggi Islam sebagai lembaga pendidikan tinggi, maka disusunlah visi yang berorientasi pada nilai-nilai Islam, perjuangan Nahdlatul Wathan, ‘ala Madzhab al-Imam as-Syafi’i RA, Ahlussunnah wal-Jama’ah, menghasilkan kader-kader handal, memiliki pengetahuan luas, keterampilan dan akhlak mulia.
Misi IAIH NW, memberikan bekal keislaman, kebangsaan kepada mahasiswa agar menjadi sarjana profesional, dinamisasi keilmuan, teknologi dan seni di bidangnya. Menyiapkan SDM yang mampu berperan membangun masyarakat material dan spiritual, berwawasan luas, dan menguasai ilmu pengetahuan Islami. Menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berkualitas dan Islami. Menumbuhkembangkan etos ilmu, etos kerja, etos pengabdian serta berpartisipasi aktif memberdayakan segenap potensi masyarakat. Mewujudkan insan akademis yang cerdas dan berakhlak mulia, berwawasan demokratis dan terbuka.
Tujuan IAIH NW Lotim, yaitu menyiapkan peserta didik menjadi manusia yang memiliki kemampuan akademik, professional, beriman dan bertaqwa serta berakhlak mulia. Menerapkan, menciptakan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan ajaran Islam. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berlandaskan Islam, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan pemberdayaan potensi, taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.
Sebagai contoh realisasi pembelajaran kelompok matakuliah ‘Akhlak Tasawuf’ termasuk pada jaringan mata kuliah pengembangan keperibadian (MPK), sebagai bagian dari kelompok bahan kajian pembelajaran, yang terdiri dari pendidikan dan pengajaran, ditujukan terutama untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, berkeperibadian mantap dan mandiri serta mempunyai tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Silabi mata kuliah ini memberikan landasan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam hal-hal tertentu, khususnya dalam lingkup ilmu-ilmu keagamaan dan dapat dijadikan sebagai standar untuk diimplementasikan dalam kehidupan yang penuh persaingan, menawarkan perubahan, cobaan, tantangan bahkan ujian.
Mata kuliah Akhlak Tasawuf yang diaplikasikan sebagai bagian pokok ajaran Islam, ‘aqidah, syari’ah, dan akhlak, yang standar kompetensinya untuk memahami dan menemukan model bertasawuf dan berakhlak dalam dunia modern. Mengimplementasikan ajaran tentang iman terkait rukun iman yang enam, tentang Islam terkait rukun Islam yang lima, serta tentang ihsan yang menyertakan Tuhan dimanapun berada.
Dengan memahami kompetensi dasar tersebut, maka diharapkan dapat memahami pelaksanaan pembelajaran memenuhi tahapan pembagian penyelenggaraan untuk memenuhi target silabi. Memberikan landasan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan tertentu, implementasi dan pelaksanaannya dalam kehidupan sehari-hari. Keperibadian atau karakter yang mantap merupakan bauran dan penampakan yang unik dari seseorang, baik dari fisik maupun mental yang terletak pada tampilan apa adanya, bukan pada bagaimana ia memandang pada tampilan dirinya sendiri, tanpa rekayasa yang penuh citra.
Nilai karakter berhubungan dengan Tuhan, seseorang selalu bersifat religius. Pikiran, perkataan, dan tindakannya diupayakan selalu berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan, tunduk dan patuh terhadap ajaran agama serta menjauhi perbuatan yang memerosokkan ke dalam lumpur dosa. Segala tindak tanduknya didasarkan atas tuntunan agama.
Nilai karakter berhubungan dengan diri sendiri, dengan selalu bersikap jujur, bertanggung jawab, bergaya hidup sehat, disiplin, kerja keras, percaya diri, rendah hati, berjiwa wirausaha, berpikir logis, kritis, kreatif, inovatif, mandiri, ingin tahu, cinta ilmu, hidup sederhana, selalu semangat, berani, senang memaafkan dirinya dan juga orang lain.
Nilai karakter yang berhubungan dengan sesama manusia, dan lingkungan. Yaitu, sikap sadar akan hak dan kewajiban terhadap diri dan orang lain, patuh pada aturan-aturan sosial, menghargai karya dan prestasi orang lain, bersikap santun, demokratis, nasionalis, menghargai keberagaman, dan toleransi.
Keperibadian dengan nilai-nilai luhur berhubungan dengan Tuhan, diri sendiri, dan lingkungan, akan berdampak menjadikan seseorang mencapai derajat insan kamil yang didambakan oleh manusia dan diagungkan Tuhan. Adapun ciri-ciri insan kamil, yaitu antara lain adalah, berfungsi akalnya secara optimal, berfungsi intuisinya, mampu menciptakan budaya, menghiasi diri dengan sifat-sifat ketuhanan, berakhlak mulia, rohani dan berjiwa seimbang. Dari beberapa sumber.(*)

Share this post