Diduga Kades Sukaraja Langgar Pasal 8 UU Tipikor

Diduga Kades Sukaraja Langgar Pasal 8 UU Tipikor

Lombok Tengah SR- Sesuai hasil penyelidikan fuldata yang telah dilakukan pihak kejaksaan, akhirnya ditemukan pelanggaran yang sengaja dilakukan pihak desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng).
“Kurang lebih dua bulan lamanya setelah kami terima  laporan  dari BPD  Desa Sukaraja, sesuai hasil penyelidikan puldata, Kades Sukaraja telah melanggar undang undang Tipikor nomor 8, yang isinya penggelapan dalam jabatan,” kata kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari), Feby Rudy Purwanto, di ruang kerjanya belum lama ini.
Dimana, setelah dilakukan penyelidikan terdapat Surat Pertanggungjawaban (SPJ), Alokasi Dana Desa (ADD), tahun 2018, yang nilainya Rp 72 juta, ternyata implementasinya atau pengerjaanya  tidak ada. sehingga dipastikan kepala desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Loteng,  telah melanggar aturan pasal 8 undang undang Tipikor, secara sengaja.
“Kejadian ini, kan kades masih menjabat sebagai kepala desa, sehingga kena dengan pasal 8 undang undang Tipikor, yakni penggelapan dalam jabatan,” terangnya.
Selanjutnya terkait pemanggilan, pihaknya sudah menjadwalkan pada awal Mei mendatang. “Penyempurnaan data, kami sudah jadwalkan melakukan pemanggilan kembali kepada kepala Desa, bendahara, kaur Perencanaan dan BPD Desa Sukaraja,” ungkapnya.
 Dalam pemberitaan sebelumnya, Kepala Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur, diduga telah melakukan laporan fiktif tahun 2018, dimana dalam LPJ tersebut dicantumkan telah melakukan pembinaan terhadap kelompok tani, namun pelatihan di tahun 2018 tidak pernah dilakukan.
Dimana, dalam pelatihan tersebut menyita anggaran ADD senilai Rp 50 juta, selanjutnya gaji kader Posyandu sebanyak Rp 22, informasinya di pinjam oleh kaur perencanaan, dalam hal ini MT.
Informasi yang berhasil diinfut Koran ini, beberapa hari lalu sebanyak 7 pejabat dari Inspektorat Loteng, telah mendatangi kantor desa Sukaraja untuk mengumpulkan alat bukti. Hanya saja sampai berita ini diturunkan, kepala Inspektur Inspektorat Loteng Lalu Awatara belum bisa dikonfirmasi. (ap)

Share this post