SUARA PENDIDIKAN 

Fasilitas Komputer Nihil, SMPN 4 Kuripan Butuh Perhatian

Lombok Barat SR – Melihat semangat SMPN 4 Kuripan di pinggiran kawasan Gerung yang memiliki mimpi untuk bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) akhirnya terjawab. Meski dengan segala keterbatasannya, namun semangat dengan seabrek aitem kegiatan untuk mengasah kesiapan siswa dengan melaksanakan pengayaan dan Try Out kian berapi. pada kesempatan tahun mendatang pihak sekolah berharap pada dinas terkait agar memperuntukan bantuan unit  Komputer supaya bisa menyelenggarakan UNBK sendiri di sekolahnya.
Kepala SMPN 4 Kuripan Sahwan SPd mengatakan, saat ini yang menjadi kebutuhan dasar sekolahnya yakni masih terkendala dengan perangkat komputer. Padahal dengan perangkat yang dimaksud, menjadi salah satu faktor penunjang yang terhadap terselenggaranya UNBK. Karena efesiensi UNBK jauh lebih efektif ketimbang UNPK.
Dengan segala keterbatasannya, pihaknya berbesar hati pada pelaksanaan UNBK tahun mendatang, agar Pemerintah atau  Dinas terkait memberikan peruntukan bantuan unit komputer, sebab kebutuhan yang paling mendasar pada sekolah kita yakni perangkat komputer saja.
“Kami sangat berharap Pemerintah atau Dinas Dikbud Lobar bisa memberikan perhatian pada sekolah kami yang butuh dengan sarana komputer,” pintanya, Selasa (23/04) lalu.
Mengenai kebutuhan ini lanjut Sahwan SPd, ditahun lalu pihaknya sudah mengajukan permohonan bantuan yang dimaksud. Mendengar jawaban Dinas, akan diusahakan dan akan diberikan. Namun realitanya tidak berbuah manis dengan alasan kondisi devisit dan Pemerintah fokus untuk penanganan gempa.
“Memang pernah dijanjikan, tapi untuk tahun ini tidak didukung oleh APBD karena faktor gempa,” urainya.
Terkait dengan ujian sekarang ungkap Sahwan SPd, SMPN 4 Kuripan mengikuti UNBK  bergabung dengan Satap 1 Kuripan yaitu menumpang di SMA 1 Kuripan. Proses UNBK ini diikuti dua sesi.
“Alhamdulillah, kali pertama kami ikut UNBK walupun hanya menumpang di sekolah lain. Siswa kami sebanyak 67 orang dan ditambah sekolah lain 11 orang,” jelasnya.
Jelas saat ini kita numpang mengingat perangkat komputer yang dimiliki sekolah hanya punya dua unit komputer. Jumlah ini sangat minim. Sedangkan perangkat server kita sudah punya satu. Server ini bantuan dari pusat tahun lalu.
“Dengan kekurangan yang banyak ini, kami sangat berharap perhatian Pemerintah untuk bantuan unit Komputer ditahun mendatang,” harapnya.
Sementara Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid menyebutkan, mengenai kekurangan sarana prasarana berupa komputer dan server sejatinya bisa terus ditambah oleh Pemerintah Kabupaten Lobar. Untuk itu, kedepan akan diupayakan, sehingga kekurangan tersebut teratasi untuk keberlangsungan jalannya UNBK.
“Kita akan upayakan ditahun depan, walaupun baru bisa sepuluh persen dari total kebutuhan. Kita upayakan secara bertahap,” ujar Fauzan.
Disisi lain Bupati dua periode ini  mengeluhkan juklak juknis pada Bantuan Operasional Sekolah yang membatasi penyediaan komputer dan server di sekolah. “Padahal kebutuhan perangkat komputer dan server sekarang menjadi kebutuhan yang krusial terhadap terselenggaranya UNBK, pungkasnya. (W@N)

Related posts

%d blogger menyukai ini: