Jelang Pemilu, Polres Lobar Gelar FGD Bersama Generasi Milenial

Jelang Pemilu, Polres Lobar Gelar FGD Bersama Generasi Milenial

Lombok Barat SR – Jelang pelaksanaan pemilu serentak, Polres Lombok Barat menggelar Focus grup Discussion (FGD), Kamis (2003) Dalam FGD ini Polres mengajak generasi milenial menjadi pemilih cerdas, sehat dan bukan swing voters lagi. Agenda yang mendorong generasi milenial yang mampu menangkal berita hoax. Diskusi itu diikuti ratusan peserta generasi muda milineal, pihak MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat, Pihak KPU dan Bawaslu di wilayah Kab. Lombok Barat serta segenap jajaran dari kepolisian setempat.
Kapolres Lobar AKBP Hery Wahyudi mengemukakan, kegiatan Forum Group Discussion (FGD) ini merupakan kegiatan yang menjadi program tahunan satuan Linmas yang ditujukan sebagai sarana bertemunya antara Polri dan masyarakat.
“Untuk tahun ini kami fokuskan kepada sosialisasi pemilu bagi para remaja atau kaum milenial,” ungkapnya.
Kaum milenial NTB khususnya, banyak swing voters atau pemilik yang belum bisa menentukan pilihan, untuk itu kita melakukan sosialisasi bagaimana tentang tahapan pemilu, kemudian bagaimana teknisnya dan mengenai tatacara pencoblosan.
“Kegiatan FGD ini, sekaligus akan mensosialisasikan terkait hukum masalah penyebar berita hoax yang ada di wilayah Lobar. Polisi juga akan melakuka penerapan undang undang IT,” tegasnya.
Lebih jauh kata Hery, kegiatan yang dimaksud hanya berlangsung sehari saja dengan menghadirkan dua ratusan peserta dari unsur karang taruna, serta unsur kalangan pemuda milenial dari semua kecamatan yang tersebar di Lobar. Pihaknyapun melibatkan narasumber dari KPU, Bawaslu dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat serta pihak MUI.
“Dengan banyak pihak yang dibuatkan, tentu semuanya sangat berperan penting, agar kaum milenial bisa didorong banyak pihak agar tetap terjaga baik dengan berdemokrasi yang sehat cerdas, serta generasi milineal ini bisa menangkal berita berita hoax,” paparnya.
FGD bersama kaum milenial bertujuan mengajak anak-anak muda milenial untuk bersama-sama menolak hoax, karena selain merugikan dan membuat resah masyarakat juga dapat berurusan dengan hukum teknologi informasi (TI)
“ Kami mengajak milenial menjadikan media sosial sebagai sarana menebar kebaikan dan juga sebagai sarana penyebaran informasi yang bermanfaat “ katanya.
Sementara Kasat Linmas Polres Lobar Iptu Raden Bagus Ismail mengutarakan, tujuan FGD ini yakni bagaimana pelaksanaan pemilu mendatang agar bagaimana aman damai dan sejuk. Untuk itu, sebagai peran banyak pihak, kepolisian melibatkan MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur karang taruna, pemuda milenial serta lainnya.
Kegiatan ini dibuat dalam bentuk diskusi untuk menciptakan satu kesatuan dari pada generasi milineal ini menjadi pemilih cerdas dan berkarakter yang tidak terintimidasi oleh isu hoax dan many politik.
Ini artinya lebih menangkal atau pencegahan. Sebab tidak mungkin hanya peran polisi saja, melainkan harus bersinergi dengan banyak pihak terutama kaum milineal, karena sasarannya adalah supaya pemilu pemilu kedepannya menjadi lebih baik lagi.
“Kami berikan pemahaman dan pengetahuan agar pemilih milenial supaya tidak termakan isu hoax,” ucapnya.
Jika kita melihat sejak awal tahun ini, banyak isu isu hoax yang bermunculan, sehingga masyarakat lebih mudah terjebak oleh isu hoax itu.
“Jika ini tidak dilakukan sosialisasi, akan sangat berdampak pada nilai demokrasi yang tidak sehat serta tidak memberikan domokrasi yang tidak mendidik pada regenerasi,” jelasnya.
Diharapkan, agar kegiatan kegiatan FGD yang disuguhkan, bisa mendorong pemuda milenial kita menjadi pemilih pemula yang cerdas memilih pilihannya yang lebih baik, pungkasnya. (W@N)

Share this post