Standarisasi Pembangunan Rumah Sakit MotoGP Ditentukan Dorna

Lombok Tengah SR – Rencana pembangunan Rumah Sakit Internasional yang di rencanakan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB (Pemda Kab. Loteng, Prov. NTB) bersama Pemerintah Pusat dalam rangka mendukung pembangunan sirkuit dan pelaksanaan MotorGP saat ini masih menunggu keputusan Dorna.
Direktur ITDC, Abdulbar M Mansoer, mengungkapkan, dimana Dorna sendiri merupakan selaku tekhnis sekaligus penyelenggara MotorGP yang akan di bangun di KEK Mandalika Kuta Loteng. Dan pihaknya pun mengakui jika penyelenggaraan MotorGP di Sirkuit Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika nantinya membutuhkan rumah sakit. Namun kebutuhan rumah sakit ini tidak bisa serta merta di penuhi oleh pihak manapun apalagi pemerintah. Pasalnya kebutuhan Rumah sakit itu merupakan kewenangan pihak Dorna untuk memenuhinya nanti.
‘’Kendari demikian niat baik pemerintah ini nantinya kami sebagai pihak ITDC akan koordinasi dahulu dengan pihak DORNA selaku tekhnis pemilik MotorGP mengenai standard dan kebutuhannya apa dalam menyediakan Rumah sakit,’’ ungkapnya, Jumat (22/03/2019).
Lagi menurutnya, ada standar sendiri yang dilakukan oleh pihak Dorna dalam hal penyediaan Rumah sakit untuk kepelruan MotorGP. Kendati demikian, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan koordinasi dengan semua pihak yang terkait termasuk Drona. Dengan harapan nanti niat baik pemerintah untuk menyediakan rumah sakit mendapat persetujuan dari pihak Drona. “Kami berharap apa yang menjadi keinginan kedua belah seperti Pemerintah dan Dorna bisa nyambung dan terakomodir semua, Insha Alloh,’’ harapnya.
Mengenai persoalan lahan pembangunan sumah sakit yang di rencanakan oleh pemerintah rupanya tidak bisa diakomodir langsung lokasinya berada di dalam kawasan KEK. Pasalnya, tanah di tempat ITDC milik negara yang dikerjasamakan. Jadi tanah itu tidak bisa dihibahkan sehingga kemungkinan pembangunan rumah sakit itu akan berada di luar kawasan. ‘’Bisa dalam kawasan, namun skemanya tanah itu harus disewa,’’ tegasnya.
Terlebih informasi yang diterima pihak ITDC dari DSorna kalau kebutuhan rumah sakit untuk kebutuhan MotoGP akan di bangun sendiri oleh Dorna dengan menunjuk Vinci sebagai pihak pembangun. Dimana untuk kebutuhan rumah sakit tidak bisa di paksakan untuk di bangun pemerintah sendiri. Disebabkan, Dorna memiliki standar sendiri bagaimana rumah sakit yang akan di bangun nanti untuk kebutuhan MotoGP. ‘’Namun tetap kami akan berupaya untuk mensinergikan hal ini agar kedua-duanya bisa berjalan baik. Agar sesuai dengan perencanaan VINCI sebagai pihak pembangunan,’’ terangnya.
Sementara progres MotoGP dijelaskan ada dua, yakni bentuk pembangunan dan penyelenggaraan. Saat ini sedang dalam proses menghomologasi. Proses ini merupakan proses sirkuit yang sudah di setujui itu sedang dilakukan cek kondisi di lapangan. Pasalnya, selama ini mereka belum mencocokan antara desain dengan apa yang ada dilapangan. ‘’Proses ini memakan waktu hingga lima bulan kedepannya. Sekitar bulan Agustus selesai dilakukannya homologasi,’’ jelasnya.
Setelah itu akan keluar yang namanya Detail Enginering Desain (DED). Dengan menggunakan dokumen DED itu yang akan digunakan membangun sirkuit di bulan sepetember tahun 2019 ini. Yang perlu diingat yang dibangun bukan seluruh kawasan melainkan treknya terlebih dulu. Panjang treknya sekitar 4,32 kilometer itu adalah jalan khusus dan bukan jalan biasa, Dimana jalan yang akan di bangun jika terkena air hujan, aspal jalan itu dalam waktu tiga jam harus sudah kering. ‘’Ini dilakukan lebih daripada agar sirkuit tersebut memenuhi standar. Kendati saat ini sirkuit itu diakui sudah memenuhi standar,’’ paparnya.
Sementara Bupati Loteng, HM Suhaili Fadil Tohir menyatakan, untuk kebutuhan Ruamh sakit Moto GP pihaknya mengaku siap untuk mensukseskan itu. Kendati tidak di setujui pembangunannya di dalam Kawasan KEK, permkab Loteng siap untuk menyiapkan lahan nanti untuk sebagai lokasi pembangunan rumah sakit itu. ‘’Kita akan siapkan berapa pun kebutuhan lahan pembangunan rumah sakit untuk motorGP,’’ imbuhnya.
Menurutnya, banyak lokasi lahan luas yang dimiliki oleh Pemkab Loteng. Kendati memang nanti misalnya pihak Dorna menginginkan pembangunan Rumah sakit di depan bandara tidak akan menjadi masalah bagi Pemkab Loteng. Dimanapun Dorna menginginkan lokasi rumah sakit anggaran pemkab Loteng siap untuk membebaskan lahan guna keperluan tersebut. ‘’Insha Alloh, kita siap kok dengan segala konsekuensinya jika memang pembangunan rumah sakit itu di luar kawasan,’’ yakinnya. (ang)

Share this post