Dihadang Pendemo Dirjen dan Bupati Urung Panen Raya Jagung

Dompu, SR- Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI bersama Gubernur NTB dan Bupati Dompu direncanakan akan melakukan panen raya Jagung di desa Sanoe, Senin (11/03/2019). Namun kegiatan tersebut dibatalkan akibat terjadi aksi demonstrasi warga di sekitar jalan lokasi panen raya tersebut. Akibatnya Dirjen langsung balik kanan dan kembali ke Jakarta.Panen raya jagungpun dibatalkan.
Aksi demo warga tersebut dibarengi dengan blokir jalan yang menyebabkan kendaraan macet total sepanjang jalan menuju lokasi panen, bahkan kendaraan rombongan Dirjen, Gubernur NTB dan Bupati Dompu sulit untuk masuk di area panen raya tersebut.
Pantauan langsung Wartawan koran ini di lokasi, jalan yang memang sudah sempit semakin macet akibat tumpah ruah kendaraan yang sejak pagi mendatangi area panen raya jagung.
Kemacetan yang luar biasa panjang akibat pemblokiran jalan yang dilakukan oleh para pendemo yang menuntut kenaikan harga jagung, semakin mempersulit kelancaran- kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Hingga berita ini dirilis kemacetan panjang masih terjadi, begitu juga dengan warga masyarakat yang sejak pagi berada di lokasi menunggu kehadiran rombongan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI sangat kecewa, karena khabarnya panen raya tersebut dibatalkan.
Kepala Desa Serakapi, Sastromijoyo H. Darsyad mengatakan, bahwa mendapat mendapat informasi dari Kabag Humas (Setda Dompu) panen raya batal dilakukan. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Aliansi Masyarakat Desa Serakapi dan Desa Saneo ini menggelar demo menuntut kebijakan pemerintah agar segera menaikan harga jagung Rp. 5.000 atau minimal Rp. 4. 500. Sedangkan kering panen dengan harga Rp. 3.500.
Harga jagung sangat merugikan petani hanya 3.300 yang kering, sedang yang basah hanya Rp. 2. 200. Untuk bayar utang di bank saja tidak cukup. Dalam orasinya juga menyoroti kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada petani.
“Bupati H. Bambang menyampaikan waktu peresmian Dam Mila beberapa waktu lalu yang mengatakan bahwa harga jagung 5.000. Mana buktinya ?,” tegas Jaidin, dengan lantang. (Mul)

Related posts