13 Ribu Santri di Loteng Terima KIP

13 Ribu Santri di Loteng Terima KIP

Lombok Tengah SR – Untuk meringankan beban biaya pendidikan Santri dan Santriwati yang mengenyam pendidikan di layanan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama Provinsi NTB. Sebanyak 13 ribu anak didik di wilayah Kabupaten Lombok Tengah yang mengenyam pendidikan dari jenjang Ibtidaiyah sampai Aliyah diberikan Kartu Indonesia Sehat (KIP) yang bertempat di auditoriun IPDN Praya Senin, (11/03/2019).

Bupati Lombok Tengah, HM Suhaili FT pada sambutannya menyatakan, bantuan KIP ini merupakan bantuan yang berasal dari Pemerintah Pusat melalui Kementeria. agama RI. Pihaknya mengajak semua yang hadir untuk bersyukur atas kegiatan sangat mulia hari ini. “Sehingga kegiatan ini sangat luar biasa dan pemerintah hari ini  melaksanakan salah satu ikhtiarnya untuk menunaikan kewajiban sebagai abdi masyarakat untuk memberikan salah satu hak yang di pimpinnya yakni pelayanan pendidikan” ungkapnya.

Pihaknya berharap semoga apa yang menjadi misi dari kegiatan ini mudahan terkabulkan. Kepada orang tua penerina diminta untuk menggunakan bantuan ini untuk pendidikan anak mereka karena itu hak mereka. “Janga digunakan orang tua untuk kepentingan yang lain,” ujarnya.

sekertaris Irjen Kementerian Agama RI, M Tamrin menyatakan, program pemerintah ini merupakan program yang mencerdaskan. Pihaknya berharap semoga bantuan KIP ini bermanfaat untuk anak santri dan santriwati. “Program pemerintah ini diberikan merupakan salah satu operhatian besar pemerintah kepada peserta didik baik yang di Madrasah maupun di Pesantren,” terangnya.

KIP ini menurutnya digunakan untuk semua siswa usia sekolah dari usia 6 sampau 21  tahun. Di jabarkan untuk kabupaten Loteng Madrasah ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah di tajun 2017 diterima oleh sebanyak 13 ribu siswa Madradah dengan besaran dana Rp 11,82 miliar. Di tahun 2018 diterima sebanyak 22.636 siswa Madrasah dengan jumlah dana sebanyak Rp 15,183 juta perorang. “Sedangkan untuk provinsi NTB KIP terdampak gempa juga diberikan bantuan krpada 2779 siswa Madrasah dengan lokasi 45 madradah dengan dana Rp 2,79 miliar,” tegasnya.

Saat ini, pihaknya juga telah melakukan evaluasi dan peengawsan dengan harapan bantuan ini di kawal secara bersama agar tepat sasaran. Dengan bimbingan auditor BPK RI selama ini, pihaknya berharap agar bantuan ini bermanfaat bagin masyarakat. “Bagi penerima semoga bermanfaat bagi pondok dan siswa didik” harapnya.

Anggota DPR RI Komisi VIII, H Rahmat Hidayat menyatakan, kegiatan ini merupakan  salah satu program Nawacita Presiden RI. Menurutnya, program ini sudah dirasakan selama ini oleh pemegang kartu. Terbukti melalui program ini mampu meningkatkan IPM masyarakat NTB. “Pihaknya optimis untuk program ini di NTB harus dilanjutkan,” ujarnya singkat.

Anggota V BPK RI, Isma Yatun MT menyatakan, kedatangannya ke NTB untuk melihat apakah program KIP ini tersalurkan dengan baik atau sudah sampai kepada penerima. Dijelaskan, ada 13 ribu lebih penerima yang ada di Loteng tahun 2109 ini. Pengelolaan tentang KIP, pihaknya berharap apa yang menjadi temuan dari Irjen dan BPK segera bisa ditindak lanjuti. Dimana temuan BPK RI ada penerima ganda, belum adanya laporan dari Bank penyalur dsn masih ada saldo dana yang belumntersalurkan dan penerima yang tidak tepat sasaran. “Dengan harapan kedepan Loteng bisa mendapatkan bantuan lebih banyak lagi dari pusat” harapnya.(ang)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or