SUARA LOTENG 

Tahun Lalu, Kemenang Loteng Berhentikan 45 Penyuluh Agama

Lombok Tengah SR- Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah (Loteng), selama tahun 2018 lalu, sudah melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW), terhadap penyuluh agama sebanyak 45 orang.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) Bina Masyarakat (Bimas) Islam, H. Hasanuddin Al Wakani di ruang kerjanya, Kamis (28/02/2019).
Diberhentikannya 45 orang penyuluh agama tersebut, dinilai telah menyalahi aturan, diantaranya ditemukan ada data fiktif yang dimasukkan dalam laporan setiap bulannya. Tidak aktif melaksanakan tugas dan beberapa persyaratan dan aturan lainnya malah dia langgar.
“Aturan dan mekanisme sebagai penyuluh sudah jelas dan mereka semua sudah tahu, namun masih saja dilanggar sehingga dilakukan PAW,” bebernya.
Selanjutnya sesuai mekanisme pengangkatan, pihaknya kembali membuka hasil seleksi yang telah dilakukan beberapa bulan sebelumnya, dimana nama nama yang menempati nilai urutan ke dua, itulah yang dipanggil dan diangkat sebagai pengganti yang di berhentikan tersebut.
“Kan sebelumnya kita tes, hasilnya kita simpan kala seperti ini ketika ada penyuluh agama yang melanggar aturan itu kita keluarkan dan kita panggil penyuluh yang menempati urutan ke dua,” jelasnya.
Dikatakan, jumlah penyuluh agama saat ini berjumlah 104, dari jumlah tersebut dimasing-masing masing kecamatan ditempatkan ada yang 7 dan 8. Jumlah tersebut jika berbicara kecukupan, sebenarnya masih jauh dari kekurangan.
Pasalnya untuk mendapatkan hasil maksimal, masing masing Kecamatan harus memiliki 20 orang penyuluh atau satu desa memiliki 2 orang penyuluh.
“Sekarang saja kita miliki 104 penyuluh, dan jumlah ini kita masih kekurangan, namun apa dikatakan kita hanya bisa menerimanya saja sesuai dengan jumlah Dipa,” ungkapnya.
Terhadap kekurangan tersebut, tahun ini pihaknya sudah memasukkan untuk segera di tambah dan Alhamdulillah,  pada bulan April 2019 mendatang, akan ada penerimaan atau rekrutmen penyuluh agama. “ Kita sudah memasukkan tambahan di Dipa, namun yang di berikan cuman 45 orang,” jelasnya.
Selain itu lanjutnya, pada tahun 2019 insentif penyuluh juga akan ditambah, dimana sebelumnya perbulan mereka terima Rp 500 sekarang mereka bisa menerima perbulannya Rp 1 juta.
”Menteri agama sendiri yang bilang kalau penyuluh agama itu beliau jadikan sebagai garda terdepan kemenag dan malah beliau juga bilang penyuluh agama itu adalah anak masnya menteri,” ujarnya. (ap)

Related posts