Even Bau Nyale Kuta Multiplikator Destinasi Wisata NTB

Even Bau Nyale Kuta Multiplikator Destinasi Wisata NTB

Lombok Tengah SR – Selama ini Festival Even Pesona Bau Nyale di Pantai Seger Mandalika Kuta, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kab. Loteng, Prov. NTB), dinyatakan mampu menjadi multiplikator sejumlah destinasi (kunjungan) wisata di NTB khsusunya.

Acara malam puncak kegiatan Festival Even Pesona Bau Nyale Pantai Mandalika Kuta 2019, seperti tahun lalu kembali kegiatan acara dipusatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov), tepatnya lokasi acara berada di Pantai Seger, Kuta Loteng, Minggu malam (24/02/19) berlangsung aman, damai, dan meriah. Selain kegiatan acara malam puncak ketika itu dibanjiri ribuan wisatawan tumpah ruah terdiri dari berbagai kalangan lapisan warga masyarakat NTB, tidak sedikit pula terlihat datang sejumlah wisatawan luar daerah provinsi (domestic) hingga wisatawan luar negeri (mancanegara). Berbagai aneka kegiatan yang dilakukan pemeintah dalam menyambut Even Pesona Bau Nyale ini, mulai dari atraksi kebudayan lokal, lomba-lomba maupun hiburan rakyat.

Diawali sekitar Pukul 20.01 Wita malam, kegiatan Press Conference (Konfrensi Pers)  secara langsung dibuka Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI), Dr. Hesty, dan didampingi Wakil Bupati Loteng (Wabup), H. Lalu Pathul Bahri, S.IP. Tidak ketinggalan turut pula hadir dalam acara beberapa pejabat pemerintah penting lainnya seperti, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Prov. NTB, H. Lalu Moh. Faozal S.Sos, M.Si, Sekda Loteng, H.M. Nursiah S.Sos, Kadis Pariwisata Loteng, H. Lalu Muhamad Putria, Kabag Humas Loteng, H. Lalu Herdan, dan sejumlah rombongan tamu penting lainnya.

Wagub NTB, dalam Konfrensi Pers menyampaikan, jika hajatan gelaran acara kegiatan malam puncak Festival Even Pesona Bau Nyale di Pantai Seger Mandalika Kuta untuk kali keduanya kembali dipusatkan di Kuta oleh pemerintah pusat melalui pemprov berkoordinasi dengan pemkab Loteng. Hal ini bertujuan menjadi pendorong kemajuan pariwiasata di NTB.

“Insha Alloh, harapan kita semoga saja terlaksananya hajatan yang telah menjadi salah satu agenda tahunan kalender pariwisata Nasional ini akan mampu menjadi penyemangat pariwisata di NTB,” jelasnya.

 

Sebab itu lanjutnya, wujud rasa syukur dengan digelarnya acara ini setiap tahunnya, penting sekali bagi semua lapisan warga masyarakat di NTB agar mau secara bersama – sama ikut menjaga sekaligus melestarikan acara besar tradisional kegiatan rakyat yang hanya berlangsung serta dapat disaksikan di pulau Lombok, NTB, tepatnya berada di wilayah Kab. Loteng. Terlebih, terkait kegiatan acara Bau Nyale sendiri awalnya muncul dari dongeng atau kisah legenda rakyat yang isi ceritanya memiliki pesan penting dan nilai moril sangat positif. Dimana Putri Mandalika rela berkorban dengan cara menceburkan dirinya ke laut dan berubah menjadi cacing laut (Nyale) demi terciptanya keamanan dan kedamaian dengan cara menghindari terjadinya konflik pertikaian perkelahian dan berimbas memicu timbulnya peperangan antar beberapa pangeran kerajaan di Lombok yang memperebutkan dirinya (Putri Mandalika, Red) agar mau memilih salah satu dari pengeran untuk menjadi suaminya.

Isi pesan dari cerita legenda Putri Mandalika inipun hendaknya dapat menjadi inspirasi positif sekaligus diaplikasikan setiap lapisan warga masyarakat dengan cara selalu menjaga kekondusifitasan keamanan, kenyamanan, dan kedamaian yang ada disetiap penjuru daerah terdapat di wilayah NTB.

“Sejatinya, apabila telah didukung kondisi kekondusifitasan keamanan, kenyamanan, kedamaian disuatu wilayah, maka dapat dipastikan ditempat itu akan bisa mudah dan cepat terwujud warga masyarakat dengan kondisi tingkat ekonomi yang baik pula. Hubungan sosial bermasyarakat juga segala sisi yang ada di wilayah pulau Lombok bersama harus kita jaga, baik itu atraksi wisata maupun keindahan alamnya. Jika sudah begitu wistawan dari berbagai penjuru dunia pun akan mau datang berkunjung di wilayah kita,” paparnya.

Tidak jauh berbeda dikatakan Dr. Hesty, kegiatan tahunan  atraksi wisata rakyat NTB sekaligus termasuk dalam empat festival agenda Wonderful Indonesian Tourism Destinations yang antara lainnya berada di Tambora, Moyo, dan Kazanah ini, sesuai intruksi Presiden bersama Menteri Pariwisata RI, kegiatan hendaknya harus bisa dilaksanakan dengan baik dan maksimal. Mengingat kegiatan, khususnya sejumlah rangkaian acara pada Festival Even Pesona Bau Nyale yang bentuk kegiatannya memprioritaskan atraksi wisata, maka persiapan berjalannya acara harus dikerjakan dengan melibatkan tangan – tangan professional.

Untuk itu, pihaknya dibantu pemerintah provinsi dan pemkab pun jauh hari sepenuhnya berkomitmen harus benar – benar bisa menampilkan seluruh kegiatan secara maksimal. Terutama sekali dalam hal ini adalah, bagaimana membantu mennjadikan berbagai macam jenis kegiatan atraksi wisata di daerah yang dikerjakan langsung warga masyarakat terkait dibidang ekonomi kreatif untuk bisa dikemas dan dikelola lebih baik lagi.

“Ekonomi kreatif khsususnya terkait busana, semisal hasil kain tenun yang banyak dibuat sejumlah kelompok warga masyarakat didaerah dan punya motif (ciri khas) tersendiri. Tentunya juga harus kita promosikan baik itu dengan cara menggelar pameran maupun promosi melalui berbagai media,” katanya.

Sementara Wabup Loteng, mengungkapkan kegiatan Bau Nyale sejak dahulu memang sudah dilaksanakan para leluhur. Bersyukur pelaksanaan setiap tahunnya semakin baik serta berdampak positif langsung terhadap perubahan pendapatan ekonomi di Pemkab Loteng, yang setiap tahun acara digelar terjadi peningkatan 10 – 50 persen. Disebabkan, selama ini efek positif digelarnya acara bukan hanya warga sekitar Kuta saja yang diuntungkan, melainkan berimbas pula terhadap banyaknya wisatawan yang datang berkunjung ke tempat – tempat destinasi wisata alam lain tak kalah indah disepanjang 70 km pesisir pantai Kuta Loteng, seperti pantai Dondong, Mertak, Mawon, dan Selong Belanak.

Berbagai industri dan usaha – usaha kecil milik warga masyarakat yang ada di sejumlah wilayah ikut diuntungkan. Bahkan terbukti mampu menurunkan angka kemiskinan di Kab. Loteng yang tadinya 15 persen turun hingga menjadi 13 persen, APBD pun ikut mengalami peningkatan berkisar mencapai Rp, 150 M dimana ditahun sebelumnya hanya sebesar Rp. 35 M.

“Alhamdulillah, selama dua tahun digelar pemprov, kami sangat merasakan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi di wilayah Loteng. Tentunya pariwisata di NTB tidak terkotak – kotak, multiplikator Bau Nyale di Kuta Insha Alloh akan menjadikan destinasi wisata lainnya akan ikut dikunjungi wisatawan, mengingat tempat – tempat wisata lainnya di NTB yang jaraknya tidak terlalu jauh,” (ang)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or