SUARA SUMBAWA 

Fud Syaifudin ST : Tidak Akan Pecah Kongsi, Pilkada 2020 Siap Lanjutkan

Sumbawa Barat, SR – Menjawab keraguan masyarakat atas isu yang berkembang dalam Duet Dr H W Musyafirin MM bersama Fud Syaifudin ST yang kini menjabat Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat genap berusia 3 tahun, bahwa sesungguhnya, bersama Pak Haji Firin dalam mengelola tata pemerintahan selama 3 tahun ini tidak ada masalah dan sangat rukun, begitu juga  issu yang berkembang kalau pada Pilkada 2020 mendatang bahwa pasangan ini akan ‘pecah kongsi’.

“Itu merupakan trik politik dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Pada Pilkada 2020 mendatang , saya siap mendampingi Dr H W Musyafirin MM untuk melanjutkan priode kedua, dan tidak akan Pecah Kongsi,” kata Fud syaifudin ST kepada media diruang kerja Selasa ( 19/02 ).

Menurut Fud Syaifudin bahwa selama 3 tahun  duet dengan Dr H Musyafirin dalam mengelola tata pemerintahan cukap harmonis dan mesra, tidak ada hal-hal yang membuat pasangan ini akan pecah, justru adanya isu yang berkembang bahwa pasangan Firin-Fud pasca pelantikan paling lama setahun akan pecah kongsi.

“Bisa lihat sendiri kan, sudah 3 tahun berjalan saya dan bupati sangat mesra dan tidak ada masalah, justru yang kita fokuskan saat ini menyelesaikan program-program yang menyentuh kepada rakyat,” jelas Fud

Fud Juga menjelaskan  bahwa, Pasangan HW Musyafirin – Fud Syaifuddin (Firin – Fud) genap tiga tahun memimpin KSB. Selama kurun waktu tersebut, pasangan berlatar birokrat – politisi itu tetap kompak bahkan semakin mesra.

“ Saya bersama Bupati Dr Ir H W Musyafirin akan  senantiasa memberikan yang terbaik dan saya fikir di luar sana tidak perlu ada yang berspekulasi bahwa saya dan bupati akan pecah kongsi, justru kami tetap solid  dan bahkan ada yang taruhan, tidak perlulah. Ada yang bertaruh, itu orang dua itu (bupati – wabup) tidak sampai satu tahun pasti pecah. Ini sudah dua tahun ini, kalah. Tambah uang. Sudah tiga tahun tambah uang lagi. Jadi tidak perlu,” imbuhnya.

Fud sangat memuji  dan mengakui  Bupati yang dalam mengambil semua kebijakan  dan keputusan  sudah melalui pertimbangan yang sangat matang dan menyentuh kepada persoalan rakyat , memang diakui, dirinya dengan H Firin memiliki banyak sekali perbedaan, namun hal tersebut bukan merupakan pecah kongsi justru banyak hikmah yang harus dipetik

“Perbedaan itu banyak sekali. Tapi itulah, kalau kami sendiri tidak akur, tidak seirama, bagaimana masyarakat?. Jadi apa yang berbeda di kami, kami korbankan untuk kita satukan. Jadi ada rasa memahami, ada rasa saling pengertian, saling memiliki,” katanya lebih jauh.

Fud Syaifuddin juga mengakui, selama tiga tahun mendampingi beliau H Firin , ia mengaku, HW Musyafirin bisa menjadi Bapak, sekaligus kakak buat dirinya.

“Karena kami memang sepupu tiga, jadi tidak ada yang harus kita ributkan. Apa yang saya lakukan Insya Allah atas sepengetahuan beliau dan Insya Allah untuk pelayanan terbaik bagi masyarakat Sumbawa Barat. Itu tujuan kami,” ungkapnya.

Wabup juga menyatakan bahwa jabatan yang diembannya bersama HW Musyafirin, tidaklah kekal. Ia berharap sisa masa jabatan dua tahun kedepan bisa diselesaikan dengan baik.

“Dan ndak boleh direbut ini, tidak boleh kita ribut. Karena Allah dengan takdirnya maha segala-galanya. Dan saya yakin yang terbaiklah yang diberikan Allah kepada rakyat Sumbawa Barat. Insya Allah Beliaulah yang terbaik,” imbuhnya.

Terkait pengawasan, Wabup menyatakan bersyukur selama tiga tahun (2016 – 2019) mendampingi HW Musyafirin, tidak ada satupun Aparatur Sipil Negara (ASN) KSB yang tersangkut masalah hukum.

“Karena kerjasama yang baik, bukan kita ingin KKN dengan Pak Kapolres atau Kajari, tapi kita terbuka. Kita manfaatkan betul fungsi pengawasan dan apa yang menjadi fungsi aparat hukum,” jelasnya.

Mengenai inspeksi mendadak (Sidak) yang kerap dilakukan ke semua dinas/instansi, Wabup menyatakan hal itu merupakan tugas langsung dari Bupati.

Disidak saja masih banyak yang tidak peduli, apalagi tidak. Kami turun ke mana-mana untuk memberikan pelayanan, bukan untuk berlomba, Pak Bupati ke sana, saya kesini.

“Karena tidak mungkin pak bupati sendiri akan mengunjungi 56 desa/kelurahan yang ada, sangat luas. Jadi saya harus tahu diri jadi wakil itu. Dimana beliau tidak ada, disitu harus ada saya. Kita harus saling mengisi. Kita begini aja banyak yang mencela, apalagi tidak,” ucap Wabup.

Kekompakan yang bukan kali ini saja ditunjukkan pasangan Firin – Fud, menuai pujian dari berbagai pihak, termasuk partai politik. DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) KSB bahkan sudah secara terang-terangan menerbitkan sikap politik untuk mengusung kembali pasangan ini di Pilkada KSB 2020 mendatang. ( Edi )

Related posts