Angka Kemiskinan di Loteng Diklaim Turun

Angka Kemiskinan di Loteng Diklaim Turun

Lombok Tengah SR- Jumlah angka kemiskinan di Lombok Tengah (Loteng), terus mengalami penurununan dari tahun ke tahun. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) Loteng, terhitung sejak tahun 2018, perkembangan angka kemiskinan di Loteng mengalami penurunan menjadi 13,87 persen, dengan jumlah penduduk miskin 130.002 jiwa.

“Alhamdulillah keberhasilan ini, merupakan hasil kerja keras bersama masyarakat Loteng dan bukan hasil Suhaili Fathul saja,” kata Wakil Bupati Loteng HL Pathul Bahri, saat membuka Diklat yang dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Loteng belum lama ini.

Kenapa pihaknya mengatakan demikian, sebab keberhasilan yang telah dicapai tersebut, semuanya tidak akan menjadi nyata tanpa ada dukungan dari masyarakat dan sejumlah SKPD lainnya. Oleh karena itu, dari sekian keberhasilan yang telah didapatkan oleh Loteng, itu semua adalah hasil kerjakeras bersama yang selama ini terus terbina dengan baik.

Dibeberkan, sesuai hasil BPDT BPS 2015 yang dikeluarkan oleh TNP2K atau Menteri Sosial, sesuai dengan SK Mensos No 71/ 2018 tentang basis data terpadu berjumlah 183.333 RT/ KK yang terdiri dari, pertama Desil I kategori paling miskin dan miskin, berjumlah 70.468 kepala Keluarga (KK).

selanjutnya, Desil II kategori rentan miskin, sebanyak 43.024 KK, Desil III kategori rentan miskin berjumlah 27.001 KK, desil IV kategori mendekati miskin sejumlah 22.833 KK  dan desil V kategori mendekati miskin sejumlah 20.007 KK.

Dari beberapa desil tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), untuk menyikapi persoalan tersebut, termasuk dengan dinas Perindustrian dan Perdagangan Loteng.

“Jadi setiap ada persoalan menyangkut pembangunan Loteng, kmai selalu rembuk bareng dan mencarikan solusi, termasuk persoalan kemiskinan ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dari beberapa program yang telah dan sedang dilaksanakan sejumlah SKPD, termasuk diklat yang sudah dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Loteng, pihaknya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya.

Pasalnya program pengentasan kemiskinan salah satu program utama yang harus disegerakan untuk ditindaklanjuti, termasuk diklat yang telah dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Loteng.

Diceritakan, progress keuangan Loteng, telah mengalami kenaikan yang cukup fantastis, dimana tahun 2015 silam, keuangan Loteng mencapai Rp 900 Milyar sedangkan untuk tahun 2019 mencapai 2, 2 Trilyun. Sedangkan untuk PAD Loteng  tahun 2015 sebesar 35 Milyar  tahun ini mencapai 200 milyar.

“Dan kembali saya katakan, keberhasilan ini bukan hasil Suhaili Fathul, tapi hasil kerja sama masyarakat Loteng dengan pemerintah,” paparnya.

Saat ini lanjutnya, Loteng merupakan satu satunya kabupaten Kota se NTB memiliki perhatian khusus dari pemerintah pusat. Dimana dengan adanya  Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Mandalika Desa Kuta Kecamatan Pujut Loteng, Loteng menjadi satu satunya kabupaten idaman pemerintah pusat.

Untuk menyambut hal tersebut, tentunya ini akan menjadi pekerjaan bersama artinya masyarakat Loteng dituntut harus mampu beradaptasi dengan keadaan, paling tidak harus mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), melalui beberapa pelatihan pelatihan dan pendidikan. “Pada intinya zaman keemasan Loteng sudah terasa, makanya saya harapkan masyarakat Loteng harus mampu beradaptasi, minimal mampu meningkatkan SDM sehingga nantinya tidak menjadi orang yang tertinggal,” pintanya. (ap)

Share this post