Pemkab Lotim Launching Desa Swadaya Kebersihan

Pemkab Lotim Launching Desa Swadaya Kebersihan

 

Lombok Timur SR – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Lombok Timur melaunching Program Desa Swadaya Kebersihan ( PADASUKA ) yaitu bebas sampah, bebas kumuh dan bebas gersang, di lapangan Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kamis, (21/2/19). Peresmian PADASUKA dan TPST Ijobalit ini ditandai dengan pemukulan Gong dan penandatanganan prasasti oleh Wakil Bupati Lombok Timur H Rumaksi.
Program ini dalam rangka mewujudkan Kabupaten Lombok Timur menuju 1 desa satu TPS 3R, pengurangan dan penanganan sampah berbasis kewirausahaan masyarakat. Pendirian bank sampah serta optimalisasi pendanaan terhadap penanganan sampah, menciptakan desa yang bersih, sehat, tidak kumuh, asri serta menumbuhkan ekonomi kerakyatan dalam pengolahan sampah pedesaan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lombok Timur H. Rumaksi SJ  menyampaikan bahwa program PADASUKA ini diharapkan betul-betul dilaksanakan dengan senang hati untuk menjaga lingkungan sehingga apa yang dilakukan oleh desa dan masayarakat Lombok Timur. Hampir semua masalah sampah terjadi di Kabupaten/Kota se Indonesia termasuk di Lombok Timur. Sampah yang masuk setiap harinya di tempat pembuangan sampah di Ijobalit hanya bisa menampung 489 ribu meter kubik. Kalau tidak ada upaya atau solusi dari masalah sampah ini maka 4 tahun kedepan, area yang hanya 9,5 ha ini akan penuh.

“Oleh karena itu Pemerintah Daerah terus berupaya untuk mengadakan penambahan lahan untuk tempat pembuangan sampah,” katanya.
Selain itu, kata Wabup kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan melakukan inovasi antara lain pada hari ini mulai dirintisnya pengelolan sampah dengan sistem 3R yaitu Reuse, Reduse dan Recyle. Dari 245 Desa yang ada saat ini sudah terbentuk 49  Bank Sampah. Kedepannya dengan adanya program ini semua desa dan kelurahan mempunyai bank sampah.

“Mengingat besarnya dana desa yang dikelola oleh desa tentunya diharapkan desa bisa membentuk Kepala Urusan Kebersihan (KUK) disetiap desa dan kelurahan sehingga ada yang khusus menangani sampah,”imbuhnya.
Wakil Bupati juga juga  merasa yakin bahwa didesa dan kelurahan pasti ada anak yang kreatif dan inovatif yang mampu mengolah sampah organik menjadi kompos dan sampah anorganik menjadi kerajinan yang bernilai ekonomis.

Sementara itu, Gubernur NTB dalam kata sambutanya diwakili Assisten Bidang Administrasi dan Umum Setda Prop. NTB Ir. Hj. Hartina menyampaikan program ini merupakan wujud keperdulian bersama, dalam ikhtiar membangun budaya bersih di Kab. Lombok Timur khususnya dan NTB pada umumnya.
Lebih lanjut dia mengatakan kebersihan merupakan hal yang mendasar dalam kehidupan manusia, tidak perduli manusia terpelajar atau tidak, intlektual atau tidak, kekurangan atau berkecukupan. Dan kebersihan sebuah hal yang universial serta bahasa dunia, tegasnya.
Dikatakannya banyak negara-negara  di dunia ini besar karna budaya bersih, negara ini tentu akan menghasilkan pemikir yang berlian serta profesional dibidangnya. karena bersih awal dari kenyamanan Ia bisa menghasilkan pemikir krearif, dan kretifitaslah yang berujung pada produktifitas, hasil yang berguna dan bermanfaat.

“Hal yang sederhana bisa dilakukan untuk membangun kesadaran akan cinta kebersihan, mulailah dari diri sendiri, kemudian tertular kelingkungan keluarga, lingkungan  dan kelingkungan desa warga masyarakat,”ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan Staf Ahli Kementrian PUPR RI,  Ir. Achmad Gani Ghazaly Akman,M.Eng, SC dalam sambutannya mengatakan bahwa pengelolaan sampah pada saat ini menjadi salah satu tantangan terbesar di Indonesia, menurut ruset yang dilaksanakan  oleh Sustainable Waste Indonedia (SWI), sebanyak 42% sampah di Indonesia masih tidak terkelola. Dari 65 juta ton sampah yang diproduksi di Indonesia setiap hari, 15 juta ton mengotori ekosistem dan lingkungan karena tidak tertangani yang dibebankan oleh sarana prasarana pengangkutan yang belum efektif.
“Perilaku dan kebiasaan buruk masyarakatlah yang patut menjadi perhatian khusus dimana masyarakat yang sering membuang sampah langsung ke sungai atau alam,”ungkapnya.

Lanjutnya, hal inilah yang sering tidak disadari masyarakat bahwa perilaku membuang sampah tidak pada tempatnya adalah rusaknya lingkungan dan terjadi bencana alam seperti banjir dan longsor. Solusi terhadap masalah persampahan ini merupakan tanggungvjawab kita semua baik itu masyarakat terutama pemerintah.

“Harus ada perubahan perilaku, peningkatan kedisiplinan dan konsistensi dalam mengelola sampah harus terus dilakukan dimana komponen masyarakat harus mulai bergerak untuk membuat desa secara mandiri atau swadaya mampu menjaga kebersihan lingkungannya,”tandasnya.

Pemerintah juga diminta untuk segera mengeluarkan regulasi yang mengatur tentang sampah sehingga  permasalahan sampah ini lebih cepat ditangani. Program Desa Swadaya ( Padasuka) yang diluncurkan oleh Kabupaten Lombok Timur ini nantinya diharapkan menjadi Ikon dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah dimasyarakat. Hal ini sejalan dengan program Kementrian PUPR dari tahun 2015 yang lalu. Dukungan yang dilakukan oleh Kenentrian antara lain Tempat Pengelolaan Sampah Reuse Reduce Recyle ( TPS 3R ) di Desa Rumbuk yang saat ini pekerjaannya telah selesai dilaksanakan. Dengan adanya TPS 3R ini diharapkan sampah yang ada dapat dikelola secara lebih optimal dan dapat dipergunakan sebagai redusi jumlah sampah yang diangkut ke TPA ijobalit.

“Pemerintah Lombok Timur diharapkan terus melakukan edukasi tentang persampahan ini terutama sampah rumah tangga, sehingga dengan bersihnya lingkungan tempat tinggal kita kemungkinan terjadinya bencana alam dapat kita minimalkan,”pungkasnya.

Hadir pada acara tersebut  Wakil Bupati Lombok Timur, Asisten Administrasi dan Umum Setda Prov. NTB yang mewakili Gubernur NTB, Staf Ahli Kementrian PUPR dan LHK, Kepala OPD, semua Camat, Kepala Desa, Tokoh agama dan Masyarakat Sekitar dan tamu undangan lainnya.
Pada kesempatan itu juga Wakil Bupati Lombok Timur menyerahkan piagam penghargaan dari Pemerintah Daerah Lombok Timur, kepada Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI, Satker PPLP Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI, Pokja AMPL Provinsi NTB dan Team Leader USDP serta melakukan Penandatanganan papan dukungan bersama Kementerian PUPR RI, Gubernur NTB atau pejabat yang mewakili, Forkopimda, Kepala OPD, Camat, Lurah / Kades diikuti tamu undangan lainnya dan dilanjutkan dengan peninjauan lokasi dan stand pameran.(vin)

Share this post